BUDIKDAMBER Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Ekowisata Bukit Pertapaan, Desa Bagelenan, Kabupaten Blitar

akuaponik ekowisata pengabdian masyarakat

Authors

23 November 2022

Downloads

Latar Belakang: Kearifan dan kekayaan kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan menjadikan tempat wisata tersebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi berbasis ekowisata. Namun, diperlukan adanya terobosan baru yaitu dengan memadukan wisata sejarah dengan agrowisata, mengingat kurang optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan potensi yang ada di kawasan wisata tersebut. Konsep BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember) menjadi salah satu alternatif dalam upaya pengembangan Bukit Pertapaan menjadi kawasan ekowisata. Dimana BUDIKDAMBER memiliki keunggulan diantaranya adalah tidak diperlukan adanya aliran listrik dan lahan yang luas, serta proses budidaya yang sederhana. Dengan demikian BUDIKDAMBER ini sangat cocok untuk diterapkan di kawasan tempat wisata Bukit Pertapaan yang memiliki topografi perbukitan dan tidak rata.

Tujuan: Edukasi polikultur BUDIKDAMBER bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian pengelola dan warga sekitar terkait pentingnya pengembangan potensi ekowisata di kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan.

Metode: Dalam pelaksanaannya, edukasi dan sosialisasi terkait pengembangan kawasan wisata Bukit Pertapaan melalui konsep BUDIKDAMBER dilaksanakan melalui seminar online. Metode pendekatan yang digunakan berupa penyerahan prototype BUDIKDAMBER kepada ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bukit Pertapaan untuk selanjutnya dapat dikelola dan dikembangkan pada kawasan Bukit Pertapaan maupun  setiap rumah warga setempat.

Hasil: Pengembangan ekowisata di Wisata Bukit Pertapaan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar adalah dengan memberikan edukasi mengenai pengembangan potensi desa ekowisata melalui seminar online dengan mengusung tema “Planting Habits, Many Benefits” yang membahas mengenai pembuatan BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember), yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan prototype dari konsep BUDIKDAMBER tersebut kepada ketua POKDARWIS.

Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait BUDIKDAMBER disampaikan melalui seminar online dan publikasi melalui Youtube, serta penyerahan prototype media BUDIKDAMBER. Melalui upaya ini, diharapkan warga sekitar Wisata Sejarah Bukit Pertapaan dan pengelola khususnya dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam upaya mewujudkan Bukit Peretapaan sebagai destinasi Ekowisata yang nantinya akan sekain membawa dampak positif bagi Bukit Pertapaan maupun masyarakat sekitarnya.