Perubahan suhu transisi kaca dan massa resin akrilik heat cured akibat kelembaban dan lama penyimpanan (Changes in glass transition temperature and heat cured acrylic resin mass due to moisture and storage time)

Acrylic resin mass change glass transitional temperature Resin akrilik perubahan massa suhu transisi kaca

Authors

  • Sherman Salim
    sherman.salim@yahoo.com
    Department of Prosthodontic, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga
September 1, 2014

Downloads

Background: Acrylic resins, especially poly methyl methacrylate (PMMA) was introduced in 1937. Acrylic resin has favorable properties, among others, aesthetic, color and texture similar to that of the gingival aesthetic in the mouth, relatively low water absorption and dimensional changes. However, some studies suggest that the duration of storage of acrylic resin will affect the changes in the glass transition temperature and the mass of acrylic resin. Purpose: The objective of this research was to study the effect of humidity and storage time led to changes in the glass transition temperature and the mass of the acrylic resin. Methods: The research method is experimental laboratory. Acrylic resin specimens are kept in conditions of humidity of 90%, 70%, 40% and 30% for 24 hours, one week, one month and two months. In this study used three methods of curing, namely conventional JIs, 24-hour curing at 70 °C and using the microwave. Results: Low humidity causes changes in the glass transition temperature and the mass of acrylic resin. Longer storage of acrylic resins in low humidity, can affect change greater than the glass transition temperature and the mass of acrylic resin. Conclusion: It can be concluded that the humidity and longer storage of acrylic resins can affect the glass transition temperature and a change in mass.

Latar belakang: Resin akrilik terutama poli metil metakrilat (PMMA) telah diperkenalkan pada tahun 1937. Resin akrilik memiliki sifat yang menguntungkan antara lain estetis, warna dan tekstur mirip dengan gingiva sehingga estetik di dalam mulut baik, daya serap air relatif rendah dan perubahan dimensi kecil. Akan tetapi, dari beberapa penelitian menyatakan bahwa lamanya waktu penyimpanan resin akrilik akan berpengaruh pada perubahan suhu transisi kaca dan massa resin akrilik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kelembaban dan waktu penyimpanan yang menyebabkan perubahan suhu transisi kaca dan massa pada resin akrilik. Metode: Metode penelitian adalah eksperimen laboratoris. spesimen resin akrilik disimpan dalam kondisi kelembaban 90%, 70%, 40% dan 30% selama 24 jam, satu minggu, satu bulan dan dua bulan. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode curing, yaitu konvensional JIs, 24 jam curing pada suhu 70 °C dan menggunakan microwave. Hasil: Kelembaban rendah menyebabkan perubahan suhu transisi kaca dan massa resin akrilik. Penyimpanan lebih lama dari resin akrilik dalam kelembaban rendah, dapat mempengaruhi perubahan yang lebih besar dari suhu transisi kaca dan massa dari resin akrilik. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa kelembaban dan penyimpanan yang lebih lama dari resin akrilik dapat mempengaruhi suhu transisi kaca dan perubahan massa.

Most read articles by the same author(s)