Various curing methods on transverse strength of acrylic resin

Acrylic resin curing method transverse strength Akrilik resin metode polimerisasi kekuatan transversa

Authors

  • Sherman Salim
    dental_journal@yahoo.com
    Department of Prosthodontics, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga
March 1, 2010

Downloads

Background: Acrylic resin were first used in dentistry for denture bases. The basic knowledge of acrylic resin curing method should be known by the dentist, because the improved performance of acrylic resin depends on the curing method. Purpose: This study was aimed to find the most effective curing method to produce the highest transverse strength of acrylic resin. Method: 18 rectagular acrylic resin samples with 65 x 10 x 2.5 mm size, divided into 3 groups based on difference curing method (Japan Industrial Standard, 24 hour in 70° C boiling water, and microwave). There were tested for their transverse strength. Result: The result of this study showed that conventional JIS method has the highest mean and deviation scores (60.85 MPa ± 2.10) compared to those of 24 hour in 70° C boiling water method (55.77 MPa ± 2.09) and of microwave method (56.60 MPa ± 1.45). Conclusion: The highest transverse strength is derived from the conventional JIS curing method.

Latar belakang: Resin akrilik pertama kali dipakai dalam bidang kedokteran gigi untuk basis protesa gigi. Pengetahuan dasar berbagai metode polimerisasi resin akrilik harus diketahui oleh dokter gigi karenapenyempurnaanpenampilan resin akrilik tergantung dari berbagi metode polimerisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode polimerisasi yang menghasilkan resin akrilik dengan kekuatan transversal yang paling tinggi. Metode: 18 sampel dari resin akrilik berbentuk balok dengan ukuran 65 x 10 x 2,5 mm dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan metode polimerisasi yang berbeda (JIS, 24 jam dalam air 70° C, dan microwave). Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rerata dan angka deviasi metode polimerisasi JIS konvensional adalah yang terbesar kekuatan transversa (60,85 MPa ± 2,10) dibandingkan dengan metode air 70° C 24 jam (55,77MPa ± 2,09) dan metode microwave (56,60 MPa ± 1,45). Kesimpulan: Kekuatan transversa yang paling besar diperoleh dari metode polimerisasi JIS konvensional.

Most read articles by the same author(s)