Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) gel affect on post-extraction fibroblast acceleration

Fibroblast mengkudu (Morinella citricolia Linn.) gel extraction wound Fibroblas gel mengkudu luka pencabutan gigi


  • Christian Khoswanto
    Department of Oral Biology, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga
March 1, 2010


Background: Tooth extraction is one of treatment frequently done by dentists in clinics, hospital, and even private practices. One thing that is needed to be observed after the treatment is the speed of wound recovery process. Mengkudu is commonly used as medicinal treatments, some of them to heal wounds, but there had never been research of the use of mengkudu fruit on wound recovery after tooth extraction. Purpose: The aim of this study was to investigate the effect of mengkudu gel in accelerating the escalation of fibroblast post tooth extraction on Dawley rats. Method: This study was used post test only control group design. Thirty male Dawley rats weigh between 250-300 grams, 3 months of age are being used. Tooth extraction is being done on lower left incisor. The 30 rats are divided into three groups, there are mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) gel, poviclone iodine, and control group. The data were analyzed statistically using One-Way ANOVA and LSD. Result: The result of every tested group with Kolmogorof-Smirnov test showed p > 0.05. Examination showed there was significant difference in fibroblast amount between the group with mengkudu gel and two other groups (p < 0.05). Conclusion: The application of mengkudu gel can accelerate the escalation of fibroblast after the tooth extraction on Dawley rats.

Latar Belakang: Ekstraksi gigi merupakan perawatan yang sering dilakukan oleh dokter gigi baik di klinik, rumah sakit, dan praktekpribadi. Satu hal yang perlu diperhatikan setelahpencabutan gigi adalah kecepatanpenyembuhan luka bekas cabut. Mengkudu merupakan bahan yang sering digunakan untukpengobatan, salah satu diantaranya adalah untukpenyembuhan luka, namunpenelitian untuk kesembuhan luka pasca cabut gigi yang menggunakan mengkudu belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan: Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui efek gel mengkudu dalam mempercepat peningkatan jumlah fibroblas setelah pencabutan gigi tikus Dawley. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Tiga puluh ekor tikus Dawley jantan, berat 250-300 gram, usia 3 bulan. Gigi yang dicabut dilakukan pada insisif rahang bawah. Tiga puluh ekor tikus Dawley dibagi dalam tiga kelompokpenelitian, yaitu gel mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), poviclone iodine, dan kelompok kontrol. Data sampel yang didapat dianalisa menggunakan One-Way ANOVA dan LSD. Hasil: Hasil dari tes pada masing-masing group dengan menggunakan Kolmogorof-Smirnov menunjukkan p > 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan ada perbedaan bermakna pada jumlah fibroblas antara gel mengkudu dengan 2 kelompok lain (p < 0.05). Kesimpulan: Aplikasi gel mengkudu dapat mempercepat peningkatan jumlah fibroblast setelah pencabutan gigi pada tikus Dawley.