Faktor Risiko Kejadian Ikterus Neonatorum

Nimas Anggie Auliasari, Risa Etika, Ilya Krisnana, Pudji Lestari

= http://dx.doi.org/10.20473/pmnj.v5i2.13457

Abstract views = 5454 times | downloads = 8785 times

Abstract


Introduction: Neonatal jaundice is a clinical manifestation in neonates characterized by yellow coloration of the skin and sclera due to the accumulation of excess unconjugated bilirubin production in the tissues. Based on the data in the NICU of Dr. Soetomo Hospital, 46.8% of 844 neonates had neonatal jaundice. Therefore, this study is intended to analyze the risk factors associated with the incidence of neonatal jaundice.

Methods: This study used observational analytic method with case control approach. There are 84 neonates used as samples taken with sequential sampling. The independent variables are ABO incompatibility, prematurity, Low Birth Weight, asphyxia, and history of Diabetes Mellitus from the mother. Whereas, the dependent variable is neonatal jaundice. The data are in the form of secondary data from neonates and the mothers, analyzed using the Contingency coefficient with α = 0.05.

Results: 85.7% of ABO incompatibility neonates had neonatal jaundice (p = 0.048, OR = 6.833), 57.4% of premature neonates had neonatal jaundice (p = 0.028, OR = 3.077), 42.4% of LBW neonates had neonatal jaundice (p = 0.032, OR = 0.346), 60% of asphyxia neonates had neonatal jaundice (p = 0.500), 85.7% of mother with DM history had neonatal jaundice (p = 0.048, OR = 6.833).

Conclusion: There is a relationship between ABO incompatibility, prematurity, LBW, history of DM and neonatal jaundice while there is no relationship between asphyxia and the incidence of neonatal jaundice in Dr. Soetomo Hospital.


Keywords


ABO incompatibility; prematurity;LBW; asphyxia; history of mother’s DM

Full Text:

PDF

References


Kemenkes R. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016 (Ketua: Budijanto). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017.

Marlina L, Fitrihadi E. Gambaran karakteristik ibu dengan kejadian ikterus pada neonatus di rsud wates kulon progo. 2017;

Organization WH. Health in 2015: from MDGs, Millennium Development Goals to SDGs, Sustainable Development Goals. Geneva: World Health Organization; 2015.

Rini K. analisis faktor risiko yang berhubungan dengan ikterus neonatorum fisiologi di ruang cendrawasih RSUD Dr Soetomo th 2013. 2016;

Ali et al. Icterus Neonatorum in Near-Term and Term Infants. 2012;

Sukadi A. Hiperbilirubinemia. Dalam: Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A. Buku Ajar Neonatologi. Edisi 1 Cetakan kedua. Jakarta: IDAI; 2010.

Moeslichan et al. Tata Laksana Ikterus Neonaturum di Indonesia. Jakarta: HTA Indonesia; 2004.

Widagdo. Tatalaksana Masalah Penyakit Anak Dengan Ikterus. Jakarta: CV Sagung Seto; 2012.

Kemenkes R. Buku Saku: Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta; 2010.

Marcdante K, Kliegman R, Jenson H, Behrman R. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Singapore: Saunders Elsevier; 2014.

Anggraini H. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatal. 2017;

Fatmawati L, Sumiati. Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperbillirubin. Journals Ners Community. 2017;8(1):11–9.

Nartono K. Inflamasi plasenta sebagai faktor ikterogenik neonatal pada inkompatibilitas golongan darah ABO ibu-janin. Jakarta: Universitas Indonesia; 2013.

Ozcan M, Sevinç S, Erkan V. Hyperbilirubinemia Due To Minor Blood Group Incompatibility In New Born: A Case Report. Turkish Pediatr Assoc. 2017;

Maryanti. Buku ajar neonatus dan bayi. Jakarta: Trans Info Media; 2011.

Martiza L, Juffrie M, Oswari H, Arief S, Rosalina I. Buku ajar gastroenterologi-hepatologi. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2012. 263–284 p.

Aina Y, Omoigberale A. Risk factors for neonatal jaundice in babies presenting at the university of benin teaching hospital, benin city. Niger J Paed. 2012;39(4):159–63.

Susilowati L. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Hiperbilirubin Pada Neonatus Di Rsb Permata Hati. J Nifas. 2017;2(2):42–53.

Yaestin N. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Ikterus Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Aisyiyah Yogyakarta; 2017.

Madiastuti M, Chalada S. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Neonatus Hiperbilirubin Di Rsb Pasutri Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Ilmu Dan Budaya. 2016;40(55):6385–404.

Latifah L, Nirmala S, Astuti S. Hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian Ikterus Di Rumah Sakit Umum Daerah Soreang Periode Januari-Desember Tahun 2015. Midwife J. 2017;3(2):13–21.

Widiawati S. Hubungan sepsis neonatorum , BBLR dan asfiksia dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir. Ris Inf Kesehat. 2017;6(1).

Rohani S, Wahyuni R. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatus. J Ilmu Kesehat. 2017;2(1):75–80.

Sursilah I, Hidayah F, Ardiyanti T. Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Bayi Di Ruang Perinatologi Rsud 45 Kuningan Januari S.D. Desember Tahun 2015. 2015;

Biade D, Wibowo T, Wandita S, Haksari EL, Julia M. Faktor Risiko Hiperbilirubinemia pada Bayi Lahir dari Ibu Diabetes Melitus. Sari Pediatr. 2018;18(1):6.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nimas Anggie Auliasari, Risa Etika, Ilya Krisnana, Pudji Lestari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This journal is indexed by:

     

     

 

This journal is published by:

 

Faculty of Nursing Universitas Airlangga in Collaboration with Indonesian National Nurses Association (INNA)
 
 

Creative Commons License

This journal (p-ISSN:2355-1577; e-ISSN:2656-4629) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License


 View My Stats