AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) PADA BERBAGAI PELARUT EKSTRAKSI

Jamilatur Rohmah, Chylen Setiyo Rini, Fitria Eka Wulandari

= http://dx.doi.org/10.20473/jkr.v4i1.13066
Abstract views = 1909 times | downloads = 10983 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50dari ekstrak selada merah (Lactuca sativa var.Crispapada berbagai pelarut. Sampel selada merah yang digunakan didapatkan dari desa Turirejo kecamatan Lawang-Malang. Simplisia selada merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana selama 24 jam. Hasil maserasi dipekatkan dengan alat rotary vacuum evaporator. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia serta KLT untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam sampel. Pengujian aktivitas sitotoksik dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil ekstraksi didapatkan ekstrak kental etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana secara berturut-turut sebesar 17,30 g; 12,32 g; 25,61 g; dan 3,76 g. Dan hasil dari uji fitokimia menunjukkan ekstrak etanol selada merah mengandung flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, steroid dan alkaloid. Sedangkan ekstrak metanol selada merah mengandung alkaloid, saponin, dan tanin. Pada ekstrak etil asetat selada merah mengandung alkalid, saponin, steroid, dan tanin. Dan pada ekstrak n-heksana selada merah mengandung alkaloid, steroid, triterpenoid, dan tanin. Hasil aktivitas sitotoksik ekstrak metanol memiliki bioaktivitas tertinggi terhadap Artemia salina Leach. dibandingkan dengan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana. Nilai LC50ekstrak etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana secara berturut-turut adalah 322,288 ppm; 68,632 ppm; 1934,287 ppm; dan 170,115 ppm.



Kata kunci: Selada merah (Lactuca sativa var. Crispa), sitotoksik, Artemia salina Leach, BSLT.

  

 


Keywords


Selada merah (Lactuca sativa var. Crispa), sitotoksik, Artemia salina Leach.

Full Text:

PDF

References


Abidah, L. (2018). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Selada Merah (Lactuca sativa var. Crispa) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Skripsi. Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Amalina, N., (2008). Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 70% Buah Merica Hitam (Piper nigrum L.) terhadap Sel HeLa, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Anonim, (2000), Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, 1, 3, Direktorat. Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Castritsi, C., Loannidou, J.M., Katsorchis, M., and Kiortsis. T. (1984). Action d’un dispersant du petrole sur l’epithlium intestinal de deux souches d’Artemia, 1984. Tr. J. of Zoology 22 (1998) 259-266.

Cutler, S. dan Cutler, H., (2000). Biologically Active Natural Product. Pharmaceuticals, CRC Press LLC, Boca Raton, USA: 1-13.

Del Bano, M.J., Lorente, J., Castillo, J., Garcia, O. B., Del Rio, J. A., Ortuno, A., Quirin, K. W., and Gerard, D. Phenolic Diterpenes, Flavones, and Rosmarinic Acid Distribution during the Development of Leaves, Flowers, Stems, and Roots of Rosmarinus officinalis, Antioxidant Activity, Journal of Agricultural and Food Chemistry, Vol. 51 (15) : 4247−4253, 2003.

Erawati. (2012). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Garciniadaedalanthera Pierre dengan Metode DPPH (1,1-difenil pikrilhidrazil) dan Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Dari Fraksi Paling Aktif. Skripsi. Fakultas MIPA. Universitas Indonesia. Depok.

Faudhan, N. (2018). Aktivitas Antioksidan Ekstrak n-Heksana Selada Merah (Lactuca sativa var. Crispa) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Skripsi. Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Hayati, E. K., Fasyah, A. G., dan Sa’adah, L. (2010). Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Belimbing Wuluh (Alverrhoa Bilimbi L.), Jurnal Kimia, 4 (2): 193-200.

Ilyas, A., Iin, N., dan Irmayanti. (2015). Senyawa Golongan Steroid dari Ekstrak N-Heksana Kulit Batang Kayu Bitti (Vitex Cofassus) dan Uji Toksisitas terhadap Artemia salina Leach.

Juniman, P.T. (2018). WHO: Kanker Membunuh Hampir 10 Juta Orang di Dunia Tahun Ini. CNN Indonesia edisi Kamis 13 September 2018. https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180913133914-255-329910/who-kanker-membunuh-hampir-10-juta-orang-di-dunia-tahun-ini.

Katzung, B.G., (2002), Farmakologi Dasar dan Klinik, Edisi III, 693-694, Penerbit. Buku Kedokteran EGC.

Kemenkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.

Kristanti, A.N., Nanik, S.S., Mulyadi, T., dan Bambang, K. (2006). Buku Ajar Fitokimia. Surabaya: Universitas Airlangga.

Kusuma, I. W, Ainiyati, N, Suwinarti, W. (2015). Search for Biological Activities drom an Invasive Shrub Species Rose Myrtle (Rhodomyrtus tomentosa). Jurnal Nusantara Bioscience. 8(1).

Mabruroh, A.I., (2015). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tanin dari Daun Rumput Bambu (Lophatherum gracile Brongn) dan Identifikasinya, Skripsi, Malang: Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Marjoni, R. (2016). Dasar-Dasar Fitokimia, Jakarta: Trans Info Media, Hlm 1-38.

Meiyanto, E. (2003). Efek Antiproliferatif Ekstrak Etanol Daun Dan Kulit Batang Tanaman Cangkring (Erythrina fusca Lour.) Terhadap Sel HeLa. Majalah Farmasi Indonesia. 14(3) :124 – 131.

Meyer et al. (1982). Brine shrimp: A convient general bioassay for active plant constituents. Planta Medica 45:31-34.

Mukholifah. (2014). Identifikasi Tanin dan Penentuan Eluen Terbaik dari Ekstrak Etanol 70% Daun Pepaya (Carica papaya) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis, Jurnal Biologi, Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Nafrialdi dan Ganiswara, (2005). Farmakologi dan Terapi, Edisi IV, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.

Ngibad, K. (2013). Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Bunga Matahari (Helianthus annuus) dan Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica Linn) sebagai Antimalaria Secara In Vivo. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) 2019; 5 (1): 12 – 19.

Ningdyah, A. W, Alimuddin, A.H, Jayuska, A. (2015). Uji Toksisitas dengan Metode BSLT (Brine Shrip Lethality Test) terhadap Hasil Fraksinasi Ekstrak Kulit Buah Tampoi (Baccaurea marcocarpa). Jurnal Kimia Khatulistiwa. Vol.4(1).

Novianti, R. K., Boedi, S. R., dan Cahyono, Y. (2012). Pengaruh pengkayaan Artemia spp. dengan kombinasi minyak kedelai dan minyak ikan salmon terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva kepiting Bakau (Scylla paramamosain). Journal of Marine and Coastal Science, 1 (2): 125-139.

Pebriana, R.B., Bantari, W.K.W., Widayanti, E., Wijayanti, N.L.S., Wijayanti, T.R., Riyanto, S., Meiyanto, E., (2008). Pengaruh Ekstrak Metalonik Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap Pemacuan Apoptosis Sel Kanker Payudara. Pharmacon. 9(1):2.

Pokorni, J., Yanishlieva, N., and Gordon, M. (2001). Food Practical Applications, New York: CRC Press.

Rahmawati, U., Suryani, E., dan Mukhlason, A. (2016). Pengembangan Repository Pengetahuan Berbasis Ontologi (Ontology-Driven Knowledge Repository) untuk Tanaman Obat Indonesia. Jurnal Teknik Pomits 1(1): 1-6

Rohmaniyah, M. (2016). UJI Antioksidan Ekatrak Etanol 80% dan Fraksi Aktif Rumput Bambu (Lopaherum gracile Brongn)menggunakan metode DPPH serta identifikasi senyawa aktifnya. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

Ropiqa, M. (2009). Uji Ketoksikan (LC50) Ekstrak Etanol Daun Ekor Kucing (Acalypa hispida Burm.f) Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Jurnal. Pontianak: Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tanjungpura.

Sa’adah, L., Hayati, E.K., dan Fasyah, G. (2010). Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Tanin pada Daun Blimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Kimia. Vol. 4, No.2: 192-200.

Sinaga, S.F. (2018). Aktivitas antioksidan Senyawa Alkaloid dari Kulit Batang Attarasa (Litsea cubeba Lour) dengan Metode DPPH dan ABTS. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara.

Soebagio. (2003). Kimia Analitik II, Malang: UM Press.

Sudewo, B. (2004). Tanaman Obat Populer Penggempur Aneka Penyakit. Yogyakarta: Agomedia Pustaka.

Yohanes, A, K. Fatimahwali. Weny, I, W. (2012). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dalam Daun Beluntas (Pluchea india L.). Jurnal. Program Study Farmasi FMIPA UNSRAT. Manado.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kimia Riset

View JKR Stats

Creative Commons License