Teknik Voltammetri Pelucutan Anodik Menggunakan Elektroda Glassi Karbon dalam Penentuan Kadar Logam Fe dalam Terong Ungu

Irdhawati Irdhawati, Vivi Eka Indrayani, Emmy Sahara

= http://dx.doi.org/10.20473/jkr.v4i2.15897
Abstract views = 251 times | downloads = 990 times

Abstract


Terong ungu adalah salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan. Tingginya permintaan terong menyebabkan petani menggunakan pupuk dan pestisida dari bahan kimia untuk meningkatkan produksi. Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini kadar logam Fe dalam terong ungu ditentukan dengan teknik voltammetry pelucutan anodic. Elektroda kerja yang digunakan adalah glassi karbon, Ag/AgCl sebagai elektroda pembanding, dan kawat platina sebagai elektroda lawan. Parameter pengukuran yang dioptimasi meliputi waktu deposisi, potensial deposisi, dan laju pindai. Selanjutnya dilakukan validasi rentang konsentrasi linier, limit deteksi, limit kuantisasi, keberulangan, dan perolehan kembali. Hasil yang diperoleh yaitu waktu deposisi optimum selama 40 detik, potensial deposisi optimum pada -0,27 V, serta laju pindai 2,5 mV/s. Linieritas larutan standar Fe berada pada rentang 5 sampai 100 mg/L, dengan koefisien korelasi 0,9964. Limit deteksi dan limit kuantisasi berturut-turut 18,36 mg/L dan 37,79 mg/L. Keberulangan pengukuran menghasilkan nilai rasio Horwitz yang lebih kecil dari dua. Perolehan kembali standar logam Fe yang ditambahkan ke dalam larutan sampel diperoleh 100,00 ± 0,07%. Kadar Fe dalam terong ungu pada kondisi pengukuran optimum diperoleh 80,40 ± 1,85 mg/kg. Nilai tersebut lebih kecil dari Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar logam dalam bahan pangan yaitu 5000 mg/kg.


Keywords


logam Fe, anodic stripping voltammetry, terong ungu, elektroda glassi karbon

Full Text:

PDF

References


Alloway BJ, 2013, Heavy Metal in Soils: Trace Metals and Metalloids in Soils and the Bioavailability, Springer, Berlin

AOAC (Association of Official Analytical Chemist), 2010, Official Methods of Analysis of The Association of The Official Analytical Chemist, Washington D. C., USA

Arduini F, Calvo JQ, Palleschi G, Moscone D, Amine A. 2010. Bismuth Modified Electrodes for Lead Detection. Trends in Analytical Chemistry, 29(11); 1295-1304

Badan Standardisasi Nasional, 2009, “SNI:7387 Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan”, BSN, Jakarta

Duruibe J.O., Ogwuegbu M.O.C. and Egwurugwu J.N., 2007, Heavy Metal Pollution and Human Biotoxic Effects, International Journal of Physical Sciences, 2007, 2 (5);112-118.

Gunzler H and Williams A, 2001, “Handbook of Analytical Techniques”, Wiley-VCH-Verlag, Weinheim

Harvey, D., 2000, Modern Analytical Chemistry, McGraw-Hill, Singapore

Horwitz, W. and Albert RJ, 2006, The Horwitz Ratio (Horrat): A Useful Index Of Method Performance With Respect To Precision. J. AOAC. Int. 89(4): 1095-1109

Irdhawati, Mbatu, R.S.T, dan Sahara, E., 2018, Analisis Logam Fe dengan Teknik Voltammetry Pelucutan Anodik Pulsa Diferensial dalam Tanaman Pakcoy dari Perkebunan Sayur Bedugul Bali, Valensi, 4(2);168-173

Miller JN and Miller JC, 2010, Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry, Sixth Edition, Pearson Education Limited, England

Sari, L, 2016, Teknik Voltammetri Pelucutan Anodik Gelombang Persegi untuk Penentuan Kadar Logam Pb, Cu, dan Fe dalam Kangkung Air di Muara Sungai Badung, Skripsi, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

Settle F, 1997, Handbook of Instrumental Techniques for Analytical Chemistry”, 1997, National Science Foundation, Arlington

Wang, J., 2001, Analytical Electrochemistry, 2nd ed”, John Willey & Sons, New York

Zosky C, 2007, Handbook of Electrochemistry , Elsevier, Amsterdam


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kimia Riset

View JKR Stats

Creative Commons License