Uji Organoleptis, pH, Uji Eber dan Cemaran Bakteri pada Karkas yang Diisolasi dari Kios di Banyuwangi

Faisal Fikri, Iwan Sahrial Hamid, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama

= http://dx.doi.org/10.20473/jmv.vol1.iss1.2017.23-27
Abstract views = 480 times | views = 318 times

Abstract


Food borne disease merupakan isu bagi dunia kesehatan karena masih belum bisa dikendalikan secara tuntas. Daging merupakan salah satu agen tempat berkembangnya mikroba infeksius, cemaran kimia dan fisik yang memungkinkan timbulnya food poisoning. Penanganan masalah food borne disease melalui penatalaksanaan penyediaan pemotongan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi salah satu kunci untuk mengendalikan bahan pangan. Kualitas daging menjadi prioritas penting dalam menjamin mutu pangan. Penelitian menggunakan kajian cross sectional study dengan metode sampling purposive. Pengujian sampel di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Genteng dan Kalibaru menjadi subjek utama dimana terdapat kios daging yang mensuplai kebutuhan konsumen sehingga akan diketahui kualitas daging yang dipotong melalui RPH. Penelitian ini menunjukkan hasil uji organoleptis warna 37% kelainan, bau normal, tekstur konsistensi keras 0,05%, uji pH 50% diatas ambang normal, uji Eber 45% positif mengalami awal kebusukan. Semua sampel daging negative Salmonella spp dan 50% melebihi ambang batas Standart Nasional Indonesia cemaran Escherichia coli.

Keywords


karkas, organoleptis, Salmonella spp, Escherichia coli, Banyuwangi

Full Text:

PDF

References


Aberle, E.D., J.C. Forrest, D.E. Gerrard, E.W. Mills. 2001. Principles of Meat Science. 4th edition. Kendal/Hunt Publishing Company.

Agbeniga, B., E.C. Webb. 2014. Influence of electrical stimulation on carcass and meat quality of Kosher and conventionally slaughtered cattle. J. Anim. Sci. 44:5(1).

Anil, M.H., S. Love, C.R. Helps, D.A. Habour. 2002. Potential for carcass contamination with brain tissue following stunning and slaughter in cattle and sheep. Food Control. 13, 431-436.

Cheng, Q.F., D.W. Sun. 2008. Factors affecting the water holding capacity of red meat products: A review of recent research advances. Crit. Rev. Food Sci. Nutr. 48, 137-159.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. 2015. Data Rumah Potong Hewan Se Jawa Timur. Surabaya. [Diakses 9 April 2015].

Endang, S. 2009. Tinjauan Bahan Pangan Asal Hewan Yang Asuh Berdasarkan Aspek Mikrobiologi di DKI Jakarta. Jakarta. http://peternakanlitbang.deptan.go.id.

Food Standards Australia New Zealand (FSANZ). 2013. Agents of foof borne illness. Ed 2nd. Australia-New Zealand.

Jay, J.M. 2005. Modern Food Microbiology. Gaithersburg, MD: Aspen Publishers.

Jeong, J. Y., S.J. Hur, H.S. Yang, S.H. Moon, Y.H. Hwang, G.B. Park, S.T. Joo. 2009. Discoloration characteristics of 3 major muscles from cattle during cold storage. Journal of food science, 74(1).

Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging. Parakkasi A: penerjemah. UI Press. Jakarta. Terjemahan dari: Meat Science.

Permentan No.13 Tahun 2010. Tentang Rumah Potong Hewan.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Syadiash. 2010. Pengertian dan Jenis-Jenis Pasar. Surakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Medik Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Medik Veteriner (JMV) Indexed by:

                       

Editorial Office

Jurnal Medik Veteriner
Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
Jalan Wijaya Kusuma No.113, Giri, Banyuwangi, 68425 
Email: jmv@psdku.unair.ac.id
Telp: 0333-417788

p-ISSN: 2615-7497 e-ISSN: 2581-012X

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.