Deteksi Antibodi Brucella pada Sapi Perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)

Welyanto Kurniawan Dwi, Wiwiek Tyasningsih, Ratih Novita Praja, Iwan Sahrial Hamid, Suryanie Sarudji, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama

= http://dx.doi.org/10.20473/jmv.vol1.iss3.2018.142-147
Abstract views = 1875 times | downloads = 14474 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan antibodi dari bakteri brucella pada sapi perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi menggunakan Rose Bengal Test (RBT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis diskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu metode yang menggambarkan keberadaan antibodi Brucella pada sapi perah dengan cepat. Informasi pendukung diperoleh dari survei peternak dengan teknik wawancara. Sampel ditentukan dengan rumus slovin dengan ukuran sampel sebanyak 75 sampel dari 294 ekor sapi pada populasi sapi perah di Kecamatan Purwoharjo. Hasil penelitian menunjukan 2 sampel dinyatakan positif Brucella dari 75 sampel. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa reaktor Brucella ditemukan pada sapi perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang berpotensi menyebabkan penyakit Brucellosis. Harapan dari penelitian ini adalah data yang diperoleh dapat diuji ulang dan diuji lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya sehingga hasil dapat dikonfirmasi.

Keywords


Brucellosis; sapi perah; Rose Bengal Test; Banyuwangi

Full Text:

PDF

References


Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. 2017. Peta Regional Penyakit Hewan dan Kesmavet Periode Bulan Januari-Maret Tahun 2017. Yogyakarta.

Celli, J., C.D. Chastellier, D. Franchini, J. Pizarro-cerda, E. Moreno, and J. Gorvel. 2003. Brucella Evades Macrophage Killing via VirB-dependent Sustained Interactions with the Endoplasmic Reticulum, 198(4).

Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi. 2017. Rekap Populasi Ternak Per Wilayah (ekor). Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. 2016. Data Jumlah Populasi Ternak di Provinsi Jawa Timur. Laporan Tahunan. Surabaya. //http.Disnak.Jatimpro.go.id/Data Statik/Populasi ternak di Jawa Timur (15 Desember 2017).

Djaenudin, G. dan Z.A. Riza. 2013. Cendawan Penyebab Abortus Dalam Alat Reproduksi Sapi Betina. Balai Besar Penelitian Veteriner. J Bio, 12(2).

Arruda R. P., B. A. Ball., C. G. Gravance., A. R. Garcia., and I. K. K. Liu. 2002. Effects of Extenders and Cryoprotectants on Stallion Sperm Head Morphometry. Theriogenol, 58: 253-256.

Kaltungo, B.Y., S.N.A. Saidu, A.K.B. Sacey, and H.M.A. Kazeem. 2014. Review on Diagnostic Techniques for Brucellosis. African J Bio, 13: 1-10.

Beletti, M. E., L. Da Fontoura Costa and M. P. Viana. 2004. A comparison of Morphometric Characteristic of Sperm From Fertile Bos taurus and Bos indicus Bulls in Brazil. Anim Repro Sci, 85: 105-116.

Klien, G.C., K.A. Behan. 1991. Determination of Brucella Immunoglobulin G Agglutinating Antibody Titer with Dithiothretol. J Clin Microbiol, 14(1): 24-25.

Liang, L., D. Leng, C. Burk, R.N. Sasaki, M.A. Kayala, V.L. Atluri, J. Pablo, B. Unal, T.A. Ficht, E. Gotuzzo, M. Saito, W.J. Morrow, X. Liang, P. Baldi, R.H. Gilman, J.M. Vinetz, R.M. Tsolis, P.L. Felgner. 2010. Large scale immune profiling of infected humans and goats reveals differential recognition of Brucella melitensis antigens. PloS Negl Trop, 8(4): 673-675.

Mohamed, G.E., A.A. Alwaleed, and A.A. Abdullah. 2015. Host Response to Brucella Infection : Review and Future perspective. J Infect Dev Ctries, 9(7): 697-701.

Neta, A.V.C., J.P.S. Mol, M.N. Xavier, T.A. Paixao, A.P. Lage, R.L. Santos. 2010. Pathogenesis of Bovine brucellosis. J Vet, 184: 146-155.

Noakes, D.E., T.J. Parkinson and G.C.W. England. 2009. Arthur’s Veterinary Reproduction and Obstetrics Ed. W. B Saunders Co. Philadelphia. p483-486.

Office International des Epizooties (OIE). 2009. Bovine Brucellosis. Manual of Diagnostic Test and Vaccines for Terrestrial Animals. Paris. 4(3): 564–567.

Ratih R., D. Handijatno, Suwarno, dan F.A. Rantam. 2014. Determinan Antigen Gen omp2a Brucella abortus Isolat Lokal. Fakultas Kedokteran Hewan. ACTA Vet Indonesia, 2(1): 17-25.

Sharma, H.K., S.K. Kotwal, D.K. Singh, M.A. Malik, A. Kumar, R. Gunalan, and M. Singh. 2016. Seroprevalence of Human Brucellosis in and Around Jammu, India, Using Different Serological Tests. Vet World, 9(7): 42-46.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta.

Supartono. 2004. Isolasi dan Identifikasi Brucella abortus penyebab keguguran pada sapi. Prosiding Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian. Balai Penelitian Veteriner. Bogor.

Starr, T., T.D. Wherly, L.A. Knodler, J. Celli. 2008. Brucella intercellular replication requires trafficking through the late endosomal/lysosomal compartment. Traficc. Pub Med, (9): 678-694.

Todar, K. 2008. Textbook of Bacteriology. University of Wisconsin. Science Magazine. p304.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Welyanto Kurniawan Dwi, Wiwiek Tyasningsih, Ratih Novita Praja, Iwan Sahrial Hamid, Suryanie Sarudji, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Medik Veteriner (JMV) Indexed by:

                            

Editorial Office

Jurnal Medik Veteriner
Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
Jalan Wijaya Kusuma No.113, Giri, Banyuwangi, 68425 
Email: jmv@psdku.unair.ac.id
Telp: 0333-417788

pISSN 2615-7497 ; eISSN 2581-012X

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.