Perbedaan Sarang Alami dengan Semi Alami Mempengaruhi Masa Inkubasi dan Keberhasilan Menetas Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Pantai Boom Banyuwangi

Sabrina Hatoguan Samosir, Tatik Hernawati, Aditya Yudhana, Wiyanto Haditanojo

= http://dx.doi.org/10.20473/jmv.vol1.iss2.2018.33-37
Abstract views = 343 times | views = 252 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kondisi lingkungan dalam aspek pH, suhu dan kelembaban antara sarang alami dengan sarang semi alami terhadap presentase daya tetas dan masa inkubasi telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling berupa 20 telur Penyu Lekang yang berasal dari satu induk yang sama. Telur Penyu Lekang yang di inkubasi pada sarang alami dan sarang semi alami masing-masing berjumlah 10 butir. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan antara sarang alami dengan semi alami. Uji t independent digunakan untuk membandingkan presentase daya tetas. Analisis dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan presentase daya tetas pada sarang alami berbeda sangat nyata dengan sarang semi alami, sedangkan masa inkubasi tidak dapat diambil data. Presentase daya tetas pada sarang alami lebih baik dibandingkan dengan sarang semi alami. Sarang semi alami memiliki pH yang lebih asam dibandingkan pH pada sarang alami. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan kondisi lingkungan pada aspek pH, suhu, dan kelembaban antara sarang alami dan sarang semi alami yang mempengaruhi masa inkubasi dan daya tetas telur Penyu Lekang.

Keywords


sarang alami, semi alami, Penyu Lekang, Lepidochelys olivacea, Banyuwangi

Full Text:

PDF

References


Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut. 2009. Pedoman Teknis Pengolaan Konservasi Penyu. Satker Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut. Jakarta Pusat.

Ditmer, M.A. and S.P. Stapleton. 2012. Factors Affecting Hatch Success of Hawksbill Sea Turtles on Long Island, Antigua, West Indies. Plos One.

Lasabuda, Ridwan. 2013. Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan Dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax. Manado.

Nuitja, I.N.S. 1992. Biologi dan Ekologi Pelestarian Penyu Laut. IPB Press. Bogor.

Primasatya, E., D. Elfidasari dan I. Sugoro. 2013. Identifikasi Kandungan Logam Berat Pada Pasir Sarang Penyu Hijau (Chelonia mydas). Kalimantan Timur. Research Gate. 4(B):143-150.

Purwanasari, H.N. 2006. Beberapa Karakteristik Reproduksi Penyu Hijau di Pantai Peneluran Sukomade, Taman Nasional Meru Betiri [Skripsi]. Bali. Universitas Udayana.

Rudiana, E., L. Maslukah dan D. Pringgenies. 2005. Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Sisik Eretmochleys imbricata di Sarang Semi Alami [Skripsi]. Universitas Dipenogoro.

Satriadi, A, Esti R dan Nurul. A. 2004. Identifikasi Penyu dan Studi Karakteristik Fisik Habitat Penelurannya di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. 8(2):69- 75.

Sumirat, Viana. 2009. Dinamika, Eh, pH, Mn dan Fe pada tanah tergenang Pengaruh perlakuan gambut saprik [Skripsi]. Fakultas Agrikultur, Institut Pertanian Bogor. Hal 5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Medik Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Medik Veteriner (JMV) Indexed by:

                       

Editorial Office

Jurnal Medik Veteriner
Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
Jalan Wijaya Kusuma No.113, Giri, Banyuwangi, 68425 
Email: jmv@psdku.unair.ac.id
Telp: 0333-417788

p-ISSN: 2615-7497 e-ISSN: 2581-012X

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.