Prevalensi Infeksi Toxocara Cati pada Kucing Peliharaan di Kecamatan Banyuwangi

Fifi Anik Suroiyah, Poedji Hastutiek, Aditya Yudhana, Agus Sunarso, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Ratih Novita Praja

= http://dx.doi.org/10.20473/jmv.vol1.iss3.2018.99-104
Abstract views = 357 times | views = 404 times

Abstract


Toxocara cati (T.cati) merupakan parasit yang umumnya menyerang kucing, dan bersifat zoonosis sehingga termasuk parasit yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran prevalensi dari infeksi Toxocara cati pada kucing peliharaan di kecamatan Banyuwangi. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dan menggunakan data dari pemeriksaan sampel feses kucing peliharaan di laboratorium. Pemeriksaan sampel feses dilaboratorium menggunakan tiga jenis metode yaitu metode natif, metode pengapungan dan metode sedimentasi. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa 33 dari 138 sampel kucing yang diperiksa positif terinfeksi T.cati, sehingga dapat dihitung besaran prevalensi infeksi T.cati sebesar 23,9%.

Keywords


prevalensi; Toxocara cati; kucing peliharaan; Banyuwangi

Full Text:

PDF

References


Akredolu, A.B., and O.A. Sowemimo. 2014. Prevalence, intensity and associated risk factors for Toxocara canis infection in Nigerian dogs. J Parasitol Vector Biol, 6(8): 111-116.

Beriyajaya, T.B, Murdiati dan G. Adiwinata. 1997. Pengaruh Biji Getah Pepaya Terhadap Cacing Haemonchus contortus Secara In Vitro. Majalah Parasitol Ind, 10(2): 72-91.

Camparoto, M.L., B. Fulan, C.M. Colli, M.L. paludo, A.L.F. Guilherme, and M.A. Fernandez. 2008. Initial stage of development and migratory behavior of Toxocara canis larvae in BALB/c mouse experimental model. Gene Mol Res, 7(2): 444-450.

Estuningsih, S.E. 2005. Toxocariasis Pada Hewan dan Bahayanya Pada Manusia. J Wartazoa, 15(3): 136-142.

Gallas, M., E.F da silveira. 2013. Toxocara cati (schrank,1788) (Nematoda, Ascarididae) in Different Wild Feline Species in Brazil: New Host Record. Biotemas, 26(3): 117-125.

Guilherme E.V, A.A. Marchioro, S.M. Arauju, D.L.M. Falavigna, C. Adamai, G.F. Guilherme, G.R. Elefant, A.L.F. Guilherme. 2013. Toxocariasis In Children Attending A Public Health Service Pneumology In Parana Atata, Brazil. Rev Inst Med Trop Sao Paulo, 55(3): 189-192.

Joob, B., and V. Wiwanitkit. 2016. Toxocara canis and Chronic Urticaria. Iran J Allergy Asthma Immunol, 15(2): 166.

Kusnoto. 2005. Prevalensi Toksokariasis Pada Kucing Liar di Surabaya Melalui Bedah Saluran Pencernaan. Media Kedokteran Hewan, 21(1): 7-11.

Magnaval J.F, L.T Glickman, P Dorchies, and B Morrasin. 2001. Highlight of Human Toxcariasis. Korean J parasitol, 39(1): 1-11.

Manurung, R.S, dan S. Lambok. 2012. Infeksi Toxocara sp. Pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2012. E-journal FK USU, 1(1): 1-3.

Motazedian H., D. Mehrabani, S.R.H. Tabatabaee, A. Pakniat and M. Tavalali. 20016. Prevalence of Helminth Ova In Soil Samples From Public Places In Shiraz. Eastern Mediterran Health J, 12(5): 562-565.

Murniati, E.Sudarnika, Y. Ridwan. 2016. Prevalensi dan Faktor Resiko Infeksi Toxocara cati Pada Kucing Peliharaan di Kota Bogor. J Kedokteran Hewan, 10(2): 139-142.

Nealma, S., I.M. Dwinata, dan I.B.M Oka. 2013. Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara cati Pada Kucing Lokal di Wilayah Denpasar. Indonesia Medicus Veterinus, 2(4): 428-436.

Overgaauw, P.A.M., and F. V. Knapen. 2013. Veterinary and public health aspects of Toxocara spp. J Vet Parasitol, 6642: 1-6.

Paul, M., J. Stefaniak, H.T. Pawlik, K. Pecold. 2009. The co-occurrence of Toxocara occular and visceral larva migrans syndrome : a case series. Cases J, 2: 6881.

Pinto. H.A, V.L.T Mati, A.L de Melo. 2014. Toxocara cati (Nematoda: Ascarididae) in Didelphis albiventris (Marsupialia: Didelphidae) from Brazil: a case pseudoparatism. Braz J Parasitol Jatiboticabal, 23(4): 522-525.

Rahmadani, S. 2015. Evaluasi Helmintiasis Pada Anjing Penderita Diare di Klinik Hewan Makasar [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Hasanuddin. Hal.19.

Rahman, A. 2008.Morfogenetika Kucing Peliharaan (Felis Domesticus) di Desa Jagobaya Kecamatan Bengkulu Utara Bengkulu. J Exacta, 4(2): 30-41.

Sianturi, C.L.J., D. Priyanto, dan N.T. Astuti. 2016. Identifikasi Telur Toxocara Cati Dari Feses Kucing di Kecamatan Banjarnegara, Bawang dan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Medsains, 2(01): 25-30.

Torkan, S., M.R.G. Alavijeh, F. Khamesipour. 2017. Survey of the Prevalence of Toxocara cati in stray cats in Isfahan city, Iran by PCR method. Trop Biomed, 34(3): 550-555.

Yagoob, G, and H. Mohammad. 2015. Prevalence of Toxocara cati in Pet Cats by Fecal Examination in Tabriz City, Iran. Cibtech J Zool, 4(1): 1-5.

Yakubu, R.A., P.A. Audu, I.S. Ndams, and I.H. Nock. 2009. Seroprevalence of human Toxocara canis infection in Vom, Plateau State, Nigeria. Nigerian J Sci Research, 8: 11-14.

Yudhana, A., dan R.N. Praja. 2017. Prevalensi parasit cacing saluran pencernaan pada kucing liar di Kota Banyuwangi. J Medik Vet, 1(1).

Zain, S.N.M., R. Rahman, and J.W. Lewis. 2014.

Stray animal and human defecation as sources of soil-transmitted helminth eggs in playgrounds of Peninsular Malaysia. J Helminthol, 89: 740-747.

Zibaei, M. and S.M. Sadjadi. 2017. Trend of toxocariasis in Iran : a review on human and animal dimensions. Iranian J Vet Res, 18(4): 233-242.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Medik Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Medik Veteriner (JMV) Indexed by:

          

Editorial Office

Jurnal Medik Veteriner (Journal of Veterinary Medicine)
Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
Jalan Wijaya Kusuma No.113, Giri, Banyuwangi, 68425 
Email: jmv@psdku.unair.ac.id
Telp: 0333-417788

p-ISSN: 2615-7497 e-ISSN: 2581-012X

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.