Prevalensi Parasit Cacing Saluran Pencernaan Pada Kucing Liar di Kota Banyuwangi

cacing saluran cerna kucing liar prevalensi Kota Banyuwangi

Authors

  • Aditya Yudhana
    aditvet@gmail.com
    Laboratorium Parasitologi, Departemen Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga
  • Ratih Novita Praja Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi, Departemen Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga
August 9, 2018

Downloads

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi kasus infeksi cacing saluran cerna dan mengidentifikasi jenis cacing pada kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi. 126 sampel feses kucing yang berasal dari wilayah Kota Banyuwangi dikoleksi dan disimpan dalam larutan formaldehide 10%. Seluruh sampel feses tersebut diperiksa dengan dua metode berbeda yaitu metode natif dan metode pengapungan untuk mengidentifikasi telur cacing yang terdapat pada feses kucing. Pada penelitian ini teridentifikasi tiga genus cacing yang menginfeksi kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi yaitu Toxocara, Ancylostoma, dan  Diphyllobothrium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kasus infeksi cacing saluran cerna pada kucing liar wilayah Kota Banyuwangi masih tinggi, yaitu Toxocara Spp (43,65%), Ancylostoma Spp (3,96%), dan Diphyllobothrium Spp (52,38%). Untuk itu diperlukan program pengendalian yang tepat terhadap kasus infeksi cacing saluran cerna pada kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>