Hubungan Faktor Trauma Masa Lalu dengan Status Mental Beresiko Gangguan Psikosis Pada Remaja Akhir di DKI Jakarta

Charisma Dian Uswatun Hasanah, Tri Kurniati Ambarini

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V3I22018.73-81
Sari views = 347 times | downloads = 164 times

Sari


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara faktor yang menyebabkan trauma masa lalu dengan status mental beresiko gangguan psikosis pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatori dengan analisis uji korelasi Spearman’s rho dengan 183 subjek, terdiri dari 91 laki-laki dan 92 perempuan dengan kriteria remaja akhir berusia 17-24 tahun yang berdomisili di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survey menggunakan kuisioner. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur faktor trauma pada masa lalu adalah kuisioner faktor trauma pada masa lalu, sedangka alat ukur yang mengukur status mental beresiko gangguan psikosis adalah skala identifikasi status mental beresiko gangguan psikosis. Kedua alat ukur dikembangkan oleh Ambarini (2019). Penelitian ini menghasilkan terdapat hubungan signifikan antara faktor trauma masa lalu dengan status mental beresiko gangguan psikosis. Hubungan ini memiliki kekuatan arah positif, artinya apabila seseorang memiliki nilai faktor trauma pada masa lalu yang tinggi maka resiko memiliki status mental beresiko juga akan tinggi.

Kata Kunci


Trauma Masa Lalu; Status Mental Beresiko Gangguan Psikosis; Remaja

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Arciniegas, D. B. (2015). Psychosis. Behavioral Neurology and Neuropsychiatry, 715–736.

Arnett, J. J. (2006). G. Stanley Hall’s adolescence: Brilliance and nonsense. History of Psychology, 9(3), 186–197. https://doi.org/10.1037/1093-4510.9.3.186

Astuti, H. P. (2012). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Obu I (Kehamilan). Yogyakarta: Rohima Press.

Cornblatt, B. A., Carrión, R. E., Addington, J., Seidman, L., Walker, E. F., Cannon, T. D., … Lencz, T. (2012). Risk factors for psychosis: Impaired social and role functioning. Schizophrenia Bulletin, 38(6), 1247–1257. https://doi.org/10.1093/schbul/sbr136

Cristóbal-Narváez, P., Sheinbaum, T., Ballespí, S., Mitjavila, M., Myin-Germeys, I., Kwapil, T. R., & Barrantes-Vidal, N. (2016). Impact of Adverse Childhood Experiences on Psychotic-Like Symptoms and Stress Reactivity in Daily Life in Nonclinical Young Adults. PloS One, 11(4), e0153557. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0153557

Fusar-Poli, P., Broome, M. R., Matthiasson, P., Woolley, J. B., Mechelli, A., Johns, L. C., … McGuire, P. (2011). Prefrontal function at presentation directly related to clinical outcome in people at ultrahigh risk of psychosis. Schizophrenia Bulletin, 37(1), 189–198. https://doi.org/10.1093/schbul/sbp074

Giardino, A. P., Lyn, M. A., & Giardino, E. R. (2010). A Practical Guide to the Evaluation of Childhood Physical Abuse and Neglect. New York: Springer.

Margaretha, M., Nuringtyas, R., & Rachim, R. (2013). Childhood Trauma of Domestic Violence and Violence in Further Intimate Relationship. Makara Human Behavior Studies in Asia, 17(1), 33. https://doi.org/10.7454/mssh.v17i1.1800

McFarlane, W. R. (2011). Prevention of the First Episode of Psychosis. Psychiatric Clinics of North America, 34(1), 95–107. https://doi.org/10.1016/j.psc.2010.11.012

McGorry, P. D., & Singh, B. S. (1995). No Title. New York: Elsevier Ltd.

McGrath, J., Saha, S., Chant, D., & Welham, J. (2008). Schizophrenia: A concise overview of incidence, prevalence, and mortality. Epidemiologic Reviews, 30(1), 67–76. https://doi.org/10.1093/epirev/mxn001

Rahmah, M. (2018). Hubungan Trauma Masa Kanak Dengan Status Mental Beresiko Gangguan Psikosis Pada Remaja. Universitas Airlangga.

Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/1 Desember 2013

Santrock, J. M. (2012). Life-Span Development. Jakarta: Erlangga.

Stevens, J. R., Prince, J. B., Prager, L. M., & Stern, T. A. (2014). Psychotic Disorders in Children and Adolescents: A Primer on Contemporary Evaluation and Management. The Primary Care Companion for CNS Disorders, 16(2).

Varese, F., Smeets, F., Drukker, M., Lieverse, R., Lataster, T., Viechtbauer, W., … Bentall, R. P. (2012). Childhood adversities increase the risk of psychosis: A meta-analysis of patient-control, prospective-and cross-sectional cohort studies. Schizophrenia Bulletin, 38(4), 661–671. https://doi.org/10.1093/schbul/sbs050

World Health Organization. (2012). Investing on Mental Health. Retrieved March 7, 2019, from https://www.who.int/mental_health/mhgap/risks_to_mental_health_EN_2 7_08_12.pdf

World Health Organization. (2018). Violence and Injury Prevention. Retrieved October 9, 2018, from https://www.who.int/violence_injury_prevention/violence/activities/adverse_childhood_experiences/en/

Yung, A. P., & Stanley, P. A. (1998). Problems in Clinical Medicine. Sydney: MacLennan and Petty.

Yung, A. R., & McGorry, P. D. (1996). The Prodromal Phase of First-Episode Psychosis : Past and Current Conceptualizations. 22(2), 335–370.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik