Proses Kematangan Emosi Pada Individu Dewasa Awal yang Dibesarkan dengan Pola Asuh Orang Tua Permisif

Dina Rahma Adila, Afif Kurniawan

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V5I12020.21-34
Sari views = 400 times | downloads = 173 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran proses kematangan emosi individu dewasa awal yang dibesarkan dengan pola asuh orang tua permisif dilihat dari manifestasi kematangan emosi dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses kematangan emosi individu. Kematangan emosi termanifestasi melalui tiga dimensi yaitu kontrol emosi, pemahaman diri, dan fungsi kritis mental serta dipengaruhi faktor individu, lingkungan dan pengalaman dalam proses pencapaiannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus intrinsik yang melibatkan empat individu dewasa awal. Teknik penggalian data menggunakan wawancara kualitatif dengan pedoman umum. Teknik analisis data menggunakan metode analisis tematik theory driven. Pemantapan kredibilitas penelitian dilakukan dengan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh orang tua permisif berdampak pada proses kematangan emosi individu dewasa awal baik secara positif maupun negatif, ditandai dengan keadaan serta pengelolaan emosi yang terganggu, proses pencapaian pemahaman diri yang terbangun dari faktor di luar keluarga, dan fungsi kritis mental yang berkembang.


Kata Kunci


Dewasa Awal; Kematangan Emosi; Pola Asuh Permisif

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Anisah, A. S. (2017). Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter Anak. Jurnal Pendidikan UNIGA, 5(1), 70-84.

Asih, G. Y., & Pratiwi, M. M. (2010). Perilaku prososial ditinjau dari empati dan kematangan emosi. Jurnal Psikologi UMK: PITUTUR, 1(1), 33-42.

Astuti, H. (2000). Psikologi Perkembangan Masa Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.

Barton, A. L., & Hirsch, J. K. (2016). Permissive parenting and mental health in college students mediating effects of academic entitlement. Journal of American college Health, 64(1), 1-8.

Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use. The Journal of Early Adolescence, 11(1), 56-95.

Boyatzis, R. (1998). Transforming Qualitative Information: Thematic Analysis and Code Development. California: Sage Inc.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing among Five Approach (2nd ed.). California: Sage Inc.

Hurlock, E. B. (1999). Remaja Berkualitas: Problematika Remaja dan Solusinya. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan: Suatu Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Khairani, R., & Putri, D. E. (2011). Kematangan emosi pada pria dan wanita yang menikah muda. Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(2).

Kilic, S., Var, E. C., & Kumandas, H. (2015). Effect of Parental Attitudes on Skills of Emotional Management in Young Adults. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 191, 930-934.

Kuwabara, S. A., Van Voorhees, B. W., Gollan, J. K., & Alexander, G. C. (2007). A Qualitative Exploration of Depression in Emerging Adulthood: Disorder, Development, and Social Context. General Hospital Psychiatry, 29(4), 317-324.

Landau, E. (1998). The Self ‐ The Global Factor of Emotional Maturity. Roeper Review, 20(3), 174–178.

Murray, J. (1997). Are You Growing Up, Or Just Getting Older? Diakses pada tanggal 4 Februari 2019 dari http://www.sonic.net/~drmurray/maturity.htm.

Nelson, E. E., Lau, J. Y., & Jarcho, J. M. (2014). Growing Pains And Pleasures: How Emotional Learning Guides Development. Trends in Cognitive Sciences, 18(2), 99-108.

Poerwandari, E. (2007). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Universitas Indonesia (LPSP3).

Rahmawan, I. A. (2013). Hubungan Antara Pola Asuh Permisif dengan Intensi Bullying pada Siswa-Siswi Kelas Vlll SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1).

Rakhmawati, I. (2015). Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak. Bimbingan Konseling Islam, 6, 1-18.

Santrock, J. W. (1991). Psychology: The Science Of Mind and Behavior. Dubuque: WCB Publishers.

Santrock, J. W. (2010). Educational Psychology (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Schilling, E. A., Aseltine, R. H., & Gore, S. (2007). Adverse Childhood Experiences and Mental Health in Young Adults A Longitudinal Survey. BMC Public Health, 7(1).

Shulman, S., Feldman, B., Blatt, S., Cohen, O., & Mahler, A. (2005). Emerging Adulthood. Journal of Adolescent Research, 20(5), 577–603.

Supriyanto, E. (2018). Hubungan Kematangan Emosi dan Agresivitas Pada Pemain Sepakbola Remaja Akhir. Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2).

Walgito, B. (2002). Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Yin, R. K. (2011). Qualitative Research from Start to Finish. New York: The Guilford Press.

Yurgelun-Todd, D. (2007). Emotional and Cognitive Changes During Adolescence. Current Opinion in Neurobiology, 17(2), 251-257.

Yusuf, S. (2001). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Resdakarya.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

     

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181

Creative Commons Attribution 4.0 International License

Statistik Jurnal

Lihat Statistik