Gambaran Makna Hidup pada Penyintas Stroke

Shofia Nurul Izzah, Atika Dian Ariana

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V4I22019.83-93
Sari views = 168 times | downloads = 63 times

Sari


Makna hidup membantu penyintas stroke untuk bertahan dari kondisi yang tidak menyenangkan berupa penurunan fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna hidup bagi penyintas stroke dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian dilakukan pada tiga partisipan yang merupakan penyintas stroke dengan pengalaman sebagai penyintas yang tidak lebih dari lima tahun. Hasil penelitian menemukan adanya tema gambaran makna hidup bagi penyintas stroke yang terdiri dari tiga kategori. Pertama, empat tema pengalaman hidup sebagai penyintas stroke, yaitu pengalaman keterbatasan, mengalami tekanan psikologis, melakukan pemulihan, dan anggapan terhadap stroke. Kedua, tiga tema makna hidup yang ditemukan, yaitu mengikuti arus kehidupan, berdaya dalam keterbatasan, dan meningkatkan kualitas ibadah. Ketiga, tiga tema proses menemukan makna hidup, yaitu perenungan, keinginan kuat, dan pengambilan sikap positif. Diharapkan tema yang telah ditemukan bisa membantu penyintas stroke menemukan makna hidup.


Kata Kunci


Fenomenologi; Makna Hidup; Penyintas Stroke

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Alif, D. (2014, Oktober 29). Cerita Survivor Stroke di Hari Stroke Dunia. Diambil kembali dari Jawa Pos: http://www2.jawapos.com/baca/artikel/8578/Cerita-Survivor-Stroke-di-Hari-Stroke-Dunia

Antonovsky, A. (1987). Unraveling the Mystery of Health. San Fransisco: Jossey-Bass.

Asih, I. D. (2005). Fenomenologi Husserl: Sebuah Cara "Kembali ke Fenomena". Jurnal Keperawatan Indonesia, 75-80.

Bastaman, H. D. (1996). Meraih Hidup Bermakna: Kisah Pribadi Dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Paramadina.

Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Chow, E. O., & Becker, H. N. (2010). Spiritual distress to spiritual transformation: Stroke survivor narratives from Hong Kong. Journal of Aging Studies, 313-324.

Databoks. (2018, Maret 13). Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia. Diambil kembali dari Katadata.co.id: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/03/13/penyakit-kardiovaskular-penyebab-kematian-terbesar-di-dunia

Frankl, V. E. (1992). Man's Search for Meaning: An Introduction to Logotherapy (4th. ed). Boston: Beacon Press.

Groenewald, T. (2004). A Phenomenological Research Design Illustrated. International Journal of Qualitative Methods, 42-55.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011, Oktober 31). 8 DARI 1000 ORANG DI INDONESIA TERKENA STROKE. Diambil kembali dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/article/view/1703/8-dari-1000-orang-di-indonesia-terkena-stroke.html

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017, Agustus 9). Belajar dari M. Said, Jemaah Haji Pasca Stroke. Diambil kembali dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/article/view/17081000003/belajar-dari-m-said-jemaah-haji-pasca-stroke.html

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017, Oktober 25). Germas Cegah Stroke. Dipetik Januari 29, 2019, dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular : http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/germas-cegah-stroke

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017, Juli 29). Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi, Kemenkes Ingatkan CERDIK. Diambil kembali dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018, November 2). Potret Sehat Indonesia dari Riskesdas 2018. Dipetik Desember 9, 2018, dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/article/view/18110200003/potret-sehat-indonesia-dari-riskesdas-2018.html

Langdridge, D. (2007). Phenomenological Psychology Theory, Research and Method. Harlow: Pearson.

MacKenzie, M., & Baumeister, R. (2014). Meaning in Life: Nature, Needs, and Myths. Dalam A. Batthyany, & P. Russo-Netzer, Meaning in Positive and Existential Psychology (hal. 25-37). New York: Springer.

Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Calicut: Nalanda Digital Library.

Murray, C., & Harrison, B. (2004). The meaning and experience of being a stroke survivor: an interpretative phenomenological analysis. Disability and Rehabilitation, 808–816.

National Stroke Association. (2018). Post-Stroke Conditions. Diambil kembali dari National Stroke Association: http://www.stroke.org/we-can-help/survivors/stroke-recovery/post-stroke-conditions

Prigatano, G. P. (2011). The Importance of the Patient’s Subjective Experience in Stroke Rehabilitation. Topics in Stroke Rehabilitation, 30-34.

Schultz, D., & Schultz, S. (2012). Theories of Personality (10th ed.). Belmont: Wadsworth.

Sofwan, R. (2013). Stroke dan Rehabilitasi Pasca Stroke. Bhuana Ilmu Populer.

Steger, M. F., Frazier, P., Oishi, S., & Kaler, M. (2006). The Meaning in Life Questionnaire: Assessing the Presence of and Search for Meaning in Life. Journal of Counseling Psychology, 80-93.

Taylor, S. E. (2015). Health Psychology (9th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

World Health Organization. (2004). The Atlas of Heart Disease and Stroke. Geneva: World Health Organization. Dipetik Januari 22, 2019, dari World Health Organization: https://www.who.int/cardiovascular_diseases/resources/atlas/en/


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik