HUBUNGAN FREKUENSI DAN LAMA MENYUSU DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK

Trio Linda Familia Endra Rini, Siti Rahayu Nadhiroh

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v10i1.38-43
Abstract views = 682 times | views = 1516 times

Abstract


Breast milk is the ideal source of nutrition with a balanced composition of both quantity and quality, also adjusted to needs of the baby in the growth stage. Babies are considered get enough breastmilk if they achieve significant weight gain. The purpose of this research is to find the relationship between frequency and duration of breastfeeding with neonatal weight changes in Gandusari Trenggalek Public Health Center. This study is an observational analytic with cross sectional design. Sample in this study was a neonatal in Gandusari Trenggalek Public Health Center. The study was conducted in April-Juni 2015 by number of samples as much as 32 neonatus. The statistic test using chi-square with 95% confident interval. Most of neonatus got frequencies of breastfeeding in “often” category (84.4%), duration of breastfeeding in “enough” category (78.1%), and the majority of neonatal infant have a weight change in the “up“ category (53.1%). Based on statistical analysis, there was a relationship between the frequency of breastfeeding with the neonatal weight changes (p=0.015) and there was no relationship between the duration of breastfeeding with the neonatal weight changes (p=0.209). The conclusion of this research is that neonatus weight change associated to frequency of breastfeeding, but not related to duration of breastfeeding. The importance to communicate the information and education of breastfeeding to mothers about the practice of breastfeeding frequency within 24 hours so that ut can optimize baby’s growth.

Keywords: duration of breastfeeding, frequency of breastfeeding, neonatal infant, weight changes


Full Text:

PDF

References


Arief, N. (2009). Panduan Ibu cerdas ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Yogyakarta: Media pressindo.

Bobak, L. (2004). Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Conita, I. (2013). Hubungan Penurunan Berat Badan Dengan Kadar Bilirubin Neonatus pada Hari Ketiga Pasca Lahir (Skripsi tidak terpublikasi). Universitas Diponegoro, Semarang). Diakses dari http:/eprints.undip.ac.id/43955/1/ita_ conita_g2a009029_bab_0_kti.pdf

Depkes RI. (2004). ASI Eksklusif mencegah kematian bayi. Diakses dari http://www.depkes. go .id

Depkes, RI. (2012) Angka Kematian Bayi. Diakses dari http://www.depkes.go.id

Depkes, RI. (2013) Cakupan ASI Eksklusif Indonesia. Diakses dari http://www.depkes. go.id

Dinas Kesehatan kabupaten Trenggalek. (2014). Profil Kesehatan Kabupaten Trenggalek. Dikases dari http://dinkestrenggalek.net

Hidayat, Aziz Alimul. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia. Diakses dari http://www. kemkes.go.id

Madjidi, A. (2013). Hubungan Karakteristik Ibu, Dukungan Keluarga, Dukungan Layanan Kesehatan dengan Pola Pemberian ASI. Media Gizi Indonesia, 9(1). Diakses dari http://journal.unair.ac.id/%20media_22.html

Paramitha. (2010). Hubungan antara frekuensi menyusui dan status gizi ibu menyusui dengan kenaikan berat badan bayi 1-6 bulan di puskesmas Alalak sekta Banjarmasin utara (Skripsi tidak terpublikasi). Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Perry & Potter. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, proses, dan praktik ed.4 vol.1. Jakarta: EGC.

Purwani, T. dan Afi, N. (2012). Hubungan Antara Frekuensi, Durasi Menyusui dengan Berat Badan Bayi di Poliklinik Bersalin Mariani Medan. Diakses dari http://download. portalgaruda.org/ article.php?article=58697&val=4130.

Roesli, U. (2005). Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agiwidya

Rini, T. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Produksi ASI pada Ibu Nifas (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Gandusari). (Skripsi tidak terpublikasi). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Siregar, A. (2004). Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Diakses dari http://repository.usu.ac.id/ bitstream/123456789/3726/3/fkm-arifin4.pdf. txt

Soetjiningsih. (2005). ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC

Susanti, E. (2012). Analisis Faktor yang Memengaruhi Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 4-6 Bulan (Primipara) Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Rubaru Kabupaten Sumenep). (Skripsi tidak terpublikasi). Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya.

Suradi dan Tobing. (2004). Manajemen Laktasi. Jakarta: Perinasia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 

 In Collaboration

View MGI Stats