Hubungan Asupan Kalsium, Air, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Pekerja Bagian Perkantoran

Sonya Rosa, Lolita Riamawati

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v3i1.2019.33-39
Abstract views = 199 times | views = 179 times

Abstract


Background: Central obesity is a condition where there is a lot of fat accumulating in the body especially around the abdomen. Intake of micronutrients such as calcium and water that are lacking and low physical activity in office workers can cause central obesity.

Objectives: This study aims to analyze the relationship between micronutrient intake (calcium and water) and physical activity with central obesity in office workers in PT X, Lamongan.

Methods: This study was carried out using a analytic observational method using a cross sectional study design with a quantitative approach. The research sample was 44 office workers in PT X, Lamongan who were taken randomly. Data collected included measurements of waist circumference, measurements of body weight and height, 3x24 hour food recall and physical activity questionnaire. Analysis of the data in this study used a Chi-square test with 95% CI (α = 0.05).

Results: This study showed that micronutrient intake consisting of calcium intake (p = 0.486) and water intake (p = 1.000) was not associated with central obesity. Meanwhile, there is a relationship between physical activity and central obesity in office workers (p = 0.028, OR = 5.40).

Conclusions: Central obesity in office workers has a relationship with physical activity. However, micronutrient intake (calcium and water) is not associated with central obesity in office workers. Workers should routinely monitor their weight and abdominal circumference together with physical activities such as exercise to prevent central obesity.

ABSTRAK

Latar Belakang: Obesitas sentral adalah suatu keadaan dimana terdapat banyak lemak yang menumpuk di dalam tubuh khususnya di sekitar perut. Asupan zat gizi mikro seperti kalsium dan air yang kurang serta rendahnya aktivitas fisik pada pekerja bagian perkantoran dapat menyebabkan terjadinya obesitas sentral.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi mikro (kalsium da air) dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral pada pekerja bagian perkantoran di PT X, Lamongan.

Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasional analitik menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebesar 44 pekerja bagian perkantoran di PT X, Lamongan yang diambil secara acak. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran lingkar perut, pengukuran berat badan dan tinggi badan, food recall 3x24 jam dan kuesioner aktivitas fisik. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-s     quare dengan CI sebesar 95% (α = 0.05).

Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan zat gizi mikro yang terdiri dari asupan kalsium (p=0,486) dan asupan air (p=1,000) tidak berhubungan dengan kejadian obesitas sentral. Sementara  itu, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral pada pekerja bagian perkantoran (p=0,028, OR=5,40).

Kesimpulan: Obesitas sentral pada pekerja bagian perkantoran memiliki hubungan dengan aktivitas fisik. Akan tetapi, asupan zat gizi mikro (kalsium dan air) tidak berhubungan dengan obesitas sentral pada pekerja bagian perkantoran. Pekerja sebaiknya melakukan pemantauan terhadap berat badan dan lingkar perut secara rutin bersamaan dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk mencegah terjadinya obesitas sentral.


Keywords


physical activity, micro nutrient intake, central obesity, workers

Full Text:

Untitled

References


Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014).

Tchernof, A & Despres, J. Pathopysiology of Human Visceral Obesity. Physiol Rev 93, 359–404 (2013).

WHO. Technical Report Series Obesity: Preventing and Managing the Global Epidemic. (WHO, 2010).

Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).

Dewajanti, A.M & Rumiati, F. Peran Kalsium dalam Penurunan Berat Badan pada Obesitas. J. Kedokt. Meditek 22, 1–8 (2016).

Zemel, M.B., Richards, J.M., Anita, C. P. Effects of calcium and dairy on body composition and weight loss in African-American adults. Obes. Res. 13, 1218–1225 (2005).

Schrager, S. Dietary calcium intake and obesity. J. Am. Board Fam. Pract. 18, 205–10 (2005).

Cunha, K.A., Magalhaes, E.I. Loureiro, L.M.R. Sant’ana, L.F.R. Ribeiro, A.Q. Novaes, J. . Calcium Intake, Serum Vitamin D and Obesity in Children: is there an Association? Rev Paul Pediatr 33, 222–229 (2015).

Buanasita, A., Andriyanto., Sulistyowati, I. Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Cairan, dan Status Hidrasi Mahasiswa Obesitas dan Non Obesitas. Indones. J. Hum. Nutr. 2, 11–12 (2015).

Dennis, E.A. Dengo, A.L. Comber, D.L., Flack, K.D., Savla, J., Davy, K.P., Davy, B. M. Water Consumption Increases Weight Loss During a Hypocaloric Diet Intervention in Middle-aged and Other Adults. Obesity 18, 300–307 (2011).

Gouw, L., Klepp, K.I. Vignerová, J., Lien, N., Steenhuis, I.H.M., Wind, M. Associations between diet and (in)activity behaviours with overweight and obesity among 10–18-year-old Czech Republic adolescents. Public Health Nutr. 13, 1701–1707 (2010).

Brown, Judith, E. Nutrition through the Life Cycle Second Edition. (Elmont, 2005).

Jogunola, O.O., Awoyemi, A. . Journal of the Nigeria medical rehabilitation therapists : JNMRT. Niger. J. Med. Rehabil. 15, 44–50 (2012).

Addo, P.N.O., Nyarko, K.M., Sackey, S.O., Akweongo, P. & Sarfo, B. Prevalence of obesity and overweight and associated factors among financial institution workers in Accra Metropolis, Ghana: A cross sectional study. BMC Res. Notes 8, 1–8 (2015).

Alfianita, N.N., Rismayanti., Arsyad, D. . Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Dosen Universitas Hasanuddin Makassar. (Universitas Hasanuddin, 2015).

Pujiati, S. Prevalensi dan Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Penduduk Dewasa Kota dan Kabupaten Indonesia Tahun 2007. (Universitas Indonesia, 2010).

Kuntoro. Metode Sampling dan Penentuan Besar Sampel. Pustaka Melati IKAPI (2008).

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). Angka Kecukupan Gizi bagi Masyarakat Indonesia. in 2013, 2–4 (2013).

Baecke, J.A.H., Burema, J., Frijters, J. E. . A short questionnaire for the measurement of habitual physical activity in epidemiological studies. Am. J. Clin. Nutr. 36, 936–942 (1982).

Murray, R., Bender, D., Botham, K., Kennely, P., Rodwell, V., & Weil, P. Biokimia Harper ed 29. (EGC, 2012).

Zulferi, T. . Analisis Faktor Risiko Asupan Zat Gizi dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Wanita Dewasa di Kecamatan Naggalo Kota Padang Tahun 2017. Menara Ilmu 11, 256–265 (2017).

Pereira DDC., Patricia, R., Lima, A., et al. Association between Obesity and Calcium: Phosphorus Ratio in the Habitual Diets of Adults in a City of Northeastern Brazil: an Epidemiological Study. Nutr. J. 12, 1–11 (2013).

Masi, L.N., Martins, A.R., Crisma, A.R., Do Amaral, C.L., Davanso, M.R., Serdan, T.D.A., Da Cunha De Sá, R.D.C., Cruz, M.M., Alonso-Vale, M.Is.C., Torres, R.P., Mancini-Filho, J., Pereira, J.N.B., Da Silva Righetti, M.M., Liberti, E.A., Hirabara, S.M., Cu, R. Combination of a high-fat diet with sweetened condensed milk exacerbates inflammation and insulin resistance induced by each separately in mice. Sci. Rep. 7, 1–10 (2017).

Rosenblum, J.L., Castro, V. M. & Moore, C.E., Kaplan, L. M. Calcium and vitamin D supplementation is associated with decreased abdominal visceral adipose tissue in overweight and obese adults. Am. J. Clin. Nutr. 95, 101–108 (2012).

Hadi, N. . Air dalam Hardinsyah dan Supariasa, I.D.N. 2017. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. (EGC, 2017).

Santoso, B., Hardinsyah, Siregar, P., & Pardede, S. Air bagi Kesehatan. (Centra Communications, 2011).

Mulyasari, I., Muis, S. F. & Kartini, A. Pengaruh asupan air putih terhadap berat badan, indeks massa tubuh, dan persen lemak tubuh pada remaja putri yang mengalami gizi lebih. J. Gizi Indones. 3, 120–124 (2015).

Chang, T., Ravy, N., Plegue, M.A., Sonneville, K.R., Davis, M. . Inadequate Hydration, BMI, and Obesity Among US Adult: NHANES 2009 - 2012. Ann Fam Med 14, 320–324 (2016).

Gibney, M., Margetts, B., Kearney, J., & Arab, L. Gizi Kesehatan Masyarakat. (EGC, 2009).

Trisna, I., Hamid, S. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Obesitas Sentral pada Wanita Dewasa (30 - 50 Tahun) di Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2008. J. Kesehat. Masy. 3, 68–71 (2009).

Gearhart, R.F., Gruber, D.M., Vanata, D. . Obesity in the Lower Socio-Economic Status Segments of American Society. Forum on Public Policy 1–21 (2008).

Moray, F.A., Rattu, J., Josephus, J. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Aktivitas Fisik Pada Pegawai Pt . Bank Negara Indonesia ( Bni ) Cabang Manado Tahun 2015. J. Ilm. Farm. 5, 290–296 (2016).

Salim, A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Karyawati Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo. (Universitas Muhammadiyah Semarang, 2014).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: