HUBUNGAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KERAMBA JARING APUNG PROGRAM URBAN FARMING DI KOTA SURABAYA

Dandi Pradana, Rahayu Kusdarwati, Sudarno Sudarno

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v6i3.11289
Abstract views = 98 times | views = 136 times

Abstract


Aspergillus terreus adalah jamur yang menyebabkan penyakit aspergillosis. Ikan yang terinfeksi menunjukkan bercak putih abu-abu di atas tubuh. Perdarahan ulkus diamati pada insang dan kulit. Infeksi menyebabkan kematian ikan. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan serangan jamur dapat membahayakan ikan, lingkungan dan manusia yang memakannya. Penggunaan tanaman obat merupakan cara yang aman untuk menghambat dan membunuh pertumbuhan jamur serta ramah lingkungan. Salah satunya yaitu menggunakan ekstrak bawang putih (Allium sativum). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak bawang putih sebagai antijamur terhadap pertumbuhan Aspergillus terreus in vitro. Percobaan dilakukan di Balai Karantina Juanda Kelas I Surabaya pada bulan Juni - Juli 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram kertas. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian dengan menggunakan ekstrak bawang putih konsentrasi 50% sampai 90% tidak menghasilkan zona bening di sekitar kertas, hal itu sama dengan kontrol negatif. Pada konsentrasi 100% tidak menunjukkan jamur tumbuh pada medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Ini sama dengan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa daun kemangi tidak menunjukkan aktivitas antijamur dalam menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus terreus. 


Keywords


Aspergillus terreus; Aktivitas Antijamur; Bawang Putih (Allium sativum Linn); Zona Hambat

Full Text:

PDF

References


Ahmad, R.Z., D. Gholib, Subiyanto, dan S.Hastiono. 1996. Tinjauan retrospektif kapang toksigenik pada berbagai sampel pakan dan komponennya. Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional Bidang Veteriner, Bogor. Balai Penelitian Veteriner, Bogor. 339 hal.

Alves, J. L., J. H. C. Woudenberg, L. L. Duarte, P. W. Crous, and R. W. Barreto. 2013. Reappraisal of The Genus Alternariaster (Dothideomycetes). The Netherlands. Persoonia. pp. 77–85.

Balajee, S.A. 2009. Aspergillus terreus complex. Medical Mycology, 47 (Supplement 1). pp. 42-46.

Deak E, Wilson SD, White E, and Carr JH, Balajee SA. 2009. Aspergillus terreus accessory conidia are unique in surface architecture, cell wall composition and germination kinetics. Plos One, 4:7673.

Dharmagadda, V. S. S., M. Tandonb, and P. Vasudevan. 2005. Biocidal activity of the essential oils of Lantana camara, Ocimum sanctum and Tagetes patula. Journal of Scientific & Industrial Research. 64 : 53-56.

Hashem, M. 2011. Isolation of Mycotoxin- producing Fungi from Fishes Growing in Aquacultures. Research Journal of Microbiology. ISSN 1816-4935 : 6-8.

Kathi J. Kemper. 2000. Garlic (Allium sativum). http://www.mcp.edu/herbal/default.htm. Diunduh 17 April 2014

Kordi, K.M.G. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Cetakan Pertama. Jakarta: Rineka Cipta.

McDonnell, G and A. Denver Russell. 1999. Antiseptics and Disinfectants: Activity, Action, and Resistance. Clinical Microbiology Reviews. pp. 153.

Pradhika, I. 2008. Mikrobiologi Dasar. http://www.shoutmix.com. 10 Mei 2013. hal 7.

Youssef, M. S., N. F. Abo-Dahab and R. M. Farghaly. 2003. Studies on Mycological Status of Salted Fish “Moloha” in Upper Egypt. Mycobiology. 31 (3) : 166 - 172.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Dandi Pradana, Rahayu Kusdarwati, Sudarno Sudarno

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License