EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA

Uswatun Khasanah, Laksmi Sulmartiwi, Rr. Juni Triastuti

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v5i3.11331
Abstract views = 545 times | views = 1145 times

Abstract


Ikan komet (Carassius auratus auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak dibudidayakan dan memiliki warna yang menarik. Produksi benih ikan komet belum bisa memenuhi tingkat permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada kegiatan pembenihan. Salah satu faktor yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap tingginya kematian ikan pada kegiatan pembenihan adalah suhu. Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rata-rata serta menentukan waktu penetasan serta berpengaruh langsung pada proses perkembangan embrio. Secara umum fase awal kehidupan ikan merupakan fase yang paling sensitif dan mudah menjadi stres dalam menerima pengaruh lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap embriogenesis telur ikan pelangi, waktu inkubasi telur ikan pelangi, dan suhu optimal untuk menghasilkan daya tetas maksimal telur ikan pelangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2015 di Unit Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPTBAT) Punten, Batu, Jawa Timur. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. Variabel yang diamati adalah perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan komet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap waktu perubahan fase embriogenesis dan waktu inkubasi telur ikan komet. Semua perlakuan suhu (22,5-29,5°C) merupakan suhu optimal pemeliharaan telur ikan komet. 


Keywords


Embriogenesis; Daya Tetas Telur; Ikan Komet; Telur; Suhu Berbeda

Full Text:

PDF

References


Andalusia, R., A. S. Mubarak, dan Y. Dhamatanti. 2008. Respon Pemberian Ekstrak Hipofisa Ayam Bloiler Terhadap Waktu Latensi, Keberhasilan Pembuahan dan Penetasan pada Pemijahan Ikan Komet (Carassius auratus auratus). Jurnal Ilmiah Perikanan 3(1):1-7.

Andriyanto, W., B. Slamet dan I. M. D. J. Ariawan. 2013. Perkembangan Embrio dan Rasio Penetasan Telur Ikan Kerapu Raja Sunu (Plectropoma laevis) Pada Suhu Media Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 5(1): 192-203.

Bachtiar, Y. 2002. Mencegah Mas Koki Mudah Mati. Tangerang: Agro Media Pustaka. Hal. 1-21.

Battle, H.I. 1940. The Embryology and Larval Development of the Goldfish (Carassius Auratus L.) from Lake Erie. The Ohio Journal of

Science. V40 n2., Hal. 82-93.

Christian, H., H. Alawy, dan Nuraini. 2014. Perbandingan Pemijahan Alami dengan Pemijahan Buatan pada Ikan Mas Koki Oranda (Carassius auratus). Jurnal Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Hal. 1-8.

Forgacs, G., and Newman S.A. 2005. Biological Physics of the Developing Embryo. Cambridge University Press. New York.

Hartono, R., Nuraini, dan Hamdan. 2012. Observation of Topical Gill Aplication of Ovaprim and DMSO for Induced Spawning of Comet (Carassius auratus auratus). Jurnal Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Hal. 1- 6.

Kaur, K. and H. S. Toor. 1980. Role of Abiotics Factors in the Embryonic Development of Scale Carp. Proc. Indian Natn Sci. Acad. B 46(1): 136-148.

Kusriningrum, R. S. 2012. Perancangan Percobaan. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. hal. 43.

Marbun, T. P., D. Bhakti, dan Nurmatias. 2013. Pembenihan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) dengan menggunakan Berbagai Substrat. Jurnal Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara. Hal. 1-12.

Masrizal, W. Azhari, dan Azhar. 2001. Pengaruh Suhu Yang Berbeda Terhadap Hasil Penetasan Telur Ikan Patin (Pangasius sutchi Fow). Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Hal. 1-5.

Mukti, A. T., H. Arsianingtyas, dan S. Subekti. 2009. Pengaruh Kejutan Suhu Panas dan Lama Waktu Setelah Pembuahan Terhadap Daya Tetas dan Abnormalitas Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Perikanan dan Kelautan 1(2):163-168.

Murray, R. K., D. K. Granner, and Victor W. Rodwell. 2009. Biokimia Harper (Harper’s Illustrated Biochemistry). EGC (Penerbit Buku Kedokteran). Jakarta. Hal. 1-21.

Nugraha, D., M. N. Supardjo, dan Subiyanto. 2012. Pengaruh Perbedaan Suhu Terhadap Perkembangan Embrio, Daya Tetas Telur dan Kecepatan Penyerapan Kuning Telur Ikan Black Ghost (Apteronotus albifrons) Pada Skala Laboratorium. Journal of Management of Aquatic Resources, 1(1): 1-6.

Nugraha, F. 2004. Embriogenesis dan Perkembangan Larva Ikan Rainbow (Glossolepis incisus). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal. 18-31.

Said, D. S. 2008. Viabilitas Reproduksi dan Pertumbuhan Ikan Pelangi Mungil Melanotaenia praecox pada Habitat Terkontrol. Limnotek, XV(1): 31-39.

Triastuti, J. 2014. Pengaruh Induksi Hipersalinitas terhadap gangguan Perkembangan dan Kejadian Kelainan pada Embrio dan Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) Jatim-bulan. Disertasi. Program Studi S-3 MIPA Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Surabaya.

Yandra, E., Nuraini, dan H. Alawi. 2014. Hibridization of Gold Fish (Carassius auratus auratus) with Nilem (Osteochillus hasselti). Jurnal Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Hal. 1-8.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Uswatun Khasanah, Laksmi Sulmartiwi, Rr. Juni Triastuti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License