Resiliensi pada Remaja Tunadaksa yang Mengalami Bullying

Melinda Oviyanti, Wiwin Hendriani

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V5I12020.13-20
Sari views = 248 times | downloads = 137 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi yang ditinjau dari teori Grotberg. Sumber resiliensi, sebagaimana dinyatakan oleh Grotberg, dibagi menjadi 3 dimana terdapat sumber I am, I have, dan I can. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Pemilihan partisipan menggunakan purposive sampling dengan metode screening resilience. Partisipan berjumlah 3 remaja perempuan yang terdiri dari seorang remaja berusia 14 tahun dan 2 remaja berusia 15 tahun. Proses pengambilan data menggunakan wawancara dan dianalisis menggunakan analisis tematik theory-driven. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga partisipan memiliki bentuk coping stress yang berbeda untuk menuju resiliensi. Partisipan 3 memiliki resiliensi paling menonjol di antara partisipan lain, dan meskipun terdapat banyak adversity yang dialami, partisipan 3 menunjukkan resiliensi yang tinggi melalui indikator I am.

 

This study aimed to overview the Grotberg's resilience theory. The source of resilience, as stated by Grotberg, is divided into 3 which include "I am", "I have", and "I can". This was qualitative intrinsic case study. The participants were chosen by purposive sampling with resilience screening methods. There were 3 female adolescent participants; one aged 14 years old and the other two aged 15 years old. The data were collected using interviews and analyzed using theory-driven thematic analysis. The result of this study indicated that the participants had different forms of coping stress towards resilience. Participant 3 was the most prominent among other participants, and although participant 3 experienced adversity, the participant demonstrated a high resilience as evidenced through the "I am" indicator.


Kata Kunci


remaja, tunadaksa, perundungan, resiliensi

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Anggraeni, R. (2006). Skripsi. Resiliensi pada Penyandang Tunadaksa Pasca Kecelakaan.

Bond, L., Carlin, J. B., Thomas, L., Rubin, K., & Patton, G. (2001). Does bullying cause emotional problems? A prospective study of young teenagers. BMJ, 323(7311), 480–484. https://doi.org/10.1136/bmj.323.7311.480

Center, N. Y. (2002). Facts for Teens: (online). Retrieved from http://www.safeyouth.org

Chandra, S. (2007). Resiliensi. Diakses melalui https://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/konsep-umum-mainmenu-31/resiliensi-mainmenu-92.

Dulisanti, R. (2015). Studi Kasus pada Proses Pendidikan Inklusif di SMK Negeri 2 Malang. Penerimaan Sosial dalam Proses Pendidikan Inklusif, 52-60.

Grotberg, E. H. (1999). Tapping Your Inner Strength. California, US: New Harbinger.

Hallahan, D. P. (2006). Exeptional Learners: An introduction to special education 10th Ed. USA: Pearson Education, Inc.

Hendriani, W. (2013). Proses Resiliensi Individu dalam Perubahan Kondisi Fisik Menjadi Penyandang Disabilitas (Grounded Theory pada Penyandang Tunadaksa). Surabaya: Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Houbre, B., Tarquinio, C., Thuillier, I., & Hergott, E. (2006). Bullying among students and its consequences on health. European Journal of Psychology of Education, 21(2), 183–208. https://doi.org/10.1007/bf03173576

Indra, Z. (2015, April 28). Indonesia Ranking Kedua Sedunia . Diakses melalui Tribun Pekanbaru Online: http://pekanbaru.tribunnews.com/2015/04/28/indonesia-ranking-kedua-sedunia

Janus, A. L. (2009). Disability and the Transition to Adulthood. Social Forces, 88(1), 99–120. https://doi.org/10.1353/sof.0.0248

Magfirah, U. &. (2008). Hubungan Antara Iklim Sekolah dengan Kecenderungan Perilaku . Diakses melalui http://setiabudi.ac.id/jurnalpsikologi/

News, A. (2009). Retrieved from https://abcnews.go.com/2020/TheLaw/school--epidemic-turning-deadly/story?id=11880841.

Dubreuil, J., & Mcniff, E. (2010, October 29). Bullied to Death in America’s Schools. Diakses pada 9 Maret 2020, dari https://abcnews.go.com/2020/TheLaw/school--epidemic-turning-deadly/story?id=11880841.

RI, K. (2013). Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.

Riauskina, I. I., Djuwita, R., & Soesetio, S. R. (2005). Gencet-gencetan” di mata siswa/siswi kelas 1 SMA: Naskah kognitif tentang arti, skenario, dan dampak” gencet-gencetan”. Jurnal Psikologi Sosial, 12(01), 1-13.

Sullivan, K. (2000). The Anti-bullying Handbook. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

     

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181

Creative Commons Attribution 4.0 International License

Statistik Jurnal

Lihat Statistik