Tinjauan Literatur: Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi COVID-19

Ketahanan Pangan masyarakat Indonesia Pandemi COVID-19 upaya

Authors

23 November 2022

Downloads

Latar Belakang: Ketidakstabilan kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19 semakin dirasakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya rumah tangga. Ketahanan pangan meliputi tiga aspek yaitu ketersediaan, konsumsi, dan akses pangan. Adanya peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan serta kenaikan harga pangan saat pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap akses pangan masyarakat sehingga dapat terjadi kerawanan pangan rumah tangga. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap status kesehatan dan gizi masyarakat sehingga menjadi rentan terhadap penyakit tersebut.

Tujuan: Artikel ini membahas upaya-upaya dalam mendukung ketahanan pangan pada masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19 melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Metode: Literature Review dilakukan dengan mengkaji beberapa artikel yang membahas upaya ketahanan pangan rumah tangga masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19. Dari 44 artikel yang diperoleh dari jurnal nasional, terdapat 20 artikel yang ditinjau dipilih berdasarkan kesesuaian dengan tujuan penulisan artikel.

Ulasan: Pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 di kalangan masyarakat Indonesia berfokus pada pemanfaatan lahan pekarangan termasuk lahan yang sempit. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain edukasi, penyuluhan/sosialisasi, pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman dan ikan. Budidaya tanaman meliputi metode tanam menggunakan pupuk dan teknik hidroponik atau akuaponik. Tanaman yang digunakan seperti melon, mentimun, cabai merah, cabai rawit, bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, jahe, cincau, dan kunyit. Adapun untuk BUDIKDAMBER biasanya menggunakan ikan lele dan sayur kangkung. Edukasi dan penyuluhan atau sosialisasi mengenai budidaya tanaman dan BUDIKDAMBER telah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hal tersebut. Adanya pelatihan dan pendampingan tentang budidaya tersebut menghasilkan kemampuan untuk melakukan budidaya bahan pangan berkualitas yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menjadi usaha dalam menambah penghasilan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat dalam rangka mencapai ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19.

Kesimpulan: Upaya ketahanan pangan rumah tangga dalam menghadapi pandemi COVID-19 dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi dan pelatihan mengenai budidaya tanaman dan BUDIKDAMBER telah meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mampu melakukan budidaya secara mandiri dan menghasilkan bahan pangan berkualitas yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menjadi usaha dalam menambah penghasilan sehingga ketahanan pangan rumah tangga tetap tercapai selama masa pandemi.