HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ASUPAN MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI
[Correlation between Nutritional Status and Magnesium Intake towards Premenstrual Syndrome (PMS) in Female Teenagers]

Kartika Estiani, Triska Susila Nindya

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v13i1.20-26
Abstract views = 633 times | views = 1086 times

Abstract


Premenstrual Syndrome (PMS) is a combination of physical, psychological, and emotional disturbance which is related to menstrual cycle that appear 7 to 10 days before menstruation period and disappear when menstruation begins. Nutritional status and magnesium intake can cause premenstrual syndrome. The purpose of this study was to analyze the correlation of seed nutritional status and magnesium intake with premenstrual syndrome. The research used cross sectional study. The sample size was 99 female students in SMAN 4 Surabaya. The data were collected by measuring weight and height to obtain nutritional status variable; 2x24 hours  estimated food records to obtain magnesium intake; and questionnaire for premenstrual syndrome case. The data were analyzed using chi-square test. The results of this study showed that there was correlation  between nutritional status (p=0,036) and Premenstrual Syndrome (PMS). Besides that, there was also a correlation between magnesium intake (p=0,012) and Premenstrual Syndrome (PMS). Premenstrual Syndrome (PMS) can be caused by overweight and low magnesium intake. It is recommended for female students to prevent overweight status by monitoring their weight every month and increase their intake of high magnesium, food such as apple, spinach, and sweet potato.


Keywords


magnesium intake; overweight; nutritional status; PMS; premenstrual syndrome

Full Text:

PDF

References


Almatsier, S. (2009). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Amniah, S., Rahmadani, S., Munadhiroh. (2011). Hubungan status gizi dengan kejadian premenstrual syndrome di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Tahun 2011. Jurnal Kesehatan 2(3) Diakses dari https://www.poltekkesjakarta1.ac.id /read-el-jo-hubungan-status-gizi-dengan-kejadian-premenstrual-syndrome-di-madrasah-aliyah-negeri-(man)-4-jakarta-tahun-2011

Bungasari, S. A. (2015). Gambaran sindroma prahaid pada remaja. Jurnal e-Clinic (eCl). Vol.3 No.1. Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=291780&val=1001&title=GAMBARAN%20SINDROMA%20PRAHAID%20PADA%20REMAJA

Chen, S., Parmigiani, G. (2007). Meta-analysis of BRCA1 and BRCA2 penetrance. Journal of Clinical Oncology. 25(11), 1329-1333. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17416853

Christiany, I. (2007). Hubungan status gizi, asupan zat gizi mikro (kalsium, magnesium) dengan sindroma premenstruasi pada remaja putri SMU Sejahtera di Surabaya. Thesis. Universitas Gadjah Mada. Diakses dari http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=32668

Devi, M. (2009). Hubungan kebiasaan makan dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri. Jurnal Teknologi dan Kejuruan. Vol. 32, No. 2: 197-208. Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=55934&val=407

Gibson, R.S. (2005). Principles of nutrition assessment, Ed ke-2. New York: Oxford University

Irianto, D. P. (2007). Panduan gizi lengkap keluarga dan olahraga. Yogyakarta. Andi Offset

Johnson, E. R. B., Hankinson, S. E., Willett, W. C., Johnson, S. R., Manson, J. E. (2010). Adiposity and the development of premenstrual syndrome. Journal Womens Health (Larchmt). 19,7. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2971655/

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2013). Laporan Riset Kesehatan Dasat Tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Lustyk, M. K. B., Gerrish, W. G. (2010) Issues of quality of life, stress and exercise. premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder. In Handbook of Disease Burdens and Quality of Life Measures. Diakses dari https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-0-387-78665-0_115#page-1

Namsa, A. M., Palandeng, H., Kallo, V. D. (2015). Hubungan status gizi dengan sindrom pre menstruasi pada remaja putri di SMA Frater Don Bosco Manado. e-Journal Keperawatan (eKp). Vol. 3 No. 3. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/8780/8341

Nashruna, I., Maryatum, Wulandari, R. (2012). Hubungan aktifitas olahraga dan obesitas dengan kejadian sindrom pramenstruasi di Desa Puncangmiliar Tulung Klaten. Jurnal Gaster. Vol. 9 No.1. Diakses dari www.jurnal.stikes-aisyiyah.ac.id/index.php/gaster/article/download/33/30

Nourjah, P. (2008). Premenstrual syndrome among teacher training university students in Iran. Journal Obstet Gynecol India. 58(1):49-52. Diakses dari medind.noc.in/jaq/t08/i1/jaqt08i1p49.pdf

Nugroho, T. dan Utama B. I. (2014). Masalah kesehatan reproduksi wanita. Yogyakarta: Nuha Medika

Nurmalasari, Y., Hidayanti, L., Setiyon, A. (2013). Kebiasaan konsumsi pangan sumber kalsium dan kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri di SMA Negeri 5 Tasik Malaya Tahun 2013. Skripsi. Universitas Siliwangi. Diakses dari https://journal.unsil.ac.id/download.php?

id=1547

Nurmiaty, Wilopo, S. A., (2011). Perilaku makan dengan kejadian sindrom premenstruasi pada remaja. Berita Kedokteran Masyarakat. 27(2): 75-82 Diakses dari https://jurnal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3407/2955

Pudiastuti, R. D. (2012), 3 Fase penting pada wanita. Jakarta: Kompas Gramedia

Ramadani, M. (2012.) Premenstrual syndrome (PMS). Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.7, No. 1. Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=284274&val=7056&title=PREMENSTRUAL%20SYNDROME%20(PMS)

Retissu, R., Sanusi, S., Muhaimin, A., Rujito, L. (2010). Hubungan indeks massa tubuh dengan sindroma premenstruasi. Majalah Kedokteran FK UKI. 27(1): 1-6. Diakses dari http://www.majalahfk.uki.ac.id/assets/majalahfile/artikel/2010-01-artikel-01.pdf

Saryono dan Sejati, W. (2009). Syndrom premenstruasi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Siantina, R. (2010). Hubungan antara asupan zat gizi dan aktivitas olahraga dengan kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri di SMAN 1 Padang Tahun 2010. Skripsi, Universitas Andalas. Diakses dari repo.unand.ac.id /218/1/PENELITIAN%2520RESSA.pdf

Sidabutar, Sondang. (2012). Hubungan antara pengetahuan siswi kelas XI tentang PMS dengan kejadian PMS di SMA Hang Tuah 1 Surabaya. Laporan Penelitian Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya. Diakses dari: http://jurnal.akbid-griyahusada.ac.id/

Suparman, E. 2011. Premenstrual syndrome. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Wijaya. (2008). Atlas teknik kebidanan, (alih bahasa). Jakarta: EGC

Wijayanti, Y. T. (2015). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndroma pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 8(2): 1-7. Diakses dari http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 

 In Collaboration

View MGI Stats