HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI, PROTEIN, VITAMIN C DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 MANYAR GRESIK
[Correlation Between Intake of Iron, Protein, Vitamin C and Menstruation Pattern with Haemoglobin Concentration among Adolescent Girl in Senior High School 1 Manyar Gresik]

Cynthia Almaratus Sholicha, Lailatul Muniroh

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v14i2.147–153
Abstract views = 29 times | views = 91 times

Abstract


One of nutrition problem that needs to get high attention is anemia. Anemia is a condition that develops when healthy red blood cells below normal. Inadequate intake of nutrient, menstruation, infectious diseases, and lack of knowledge can caused anemia. Monthly menstruation and growth period drive adolescent girls pronen to anemia. The purpose of this study was to analyze correlation between intake of iron, protein, vitamin C and menstruation patterns with anemia among adolescent girls. This study used cross sectional design. Population of this study was adolescent student grade X and XI at SMAN 1 Manyar Gresik. Sixty two students were selected using proportional random sampling . Data were collected with semi quantitative food frequency questionnaire, structured questionnaire, and digital haemoglobinmeter. Data were analyzed using Spearman correlation test and Chi-square test. Results showed intake of iron (r=0.635; p=0.000), protein (r=0.663; p=0.000), and vitamin C (r=0.780; p=0.000) was correlated with haemoglobin concentration similiar with menstruation pattern which also had signifi cant correlation with anemia (p=0.002). Lower intake of iron, protein and vitamin C, caused lower haemoglobin concentration. Thus, anemia incidence will be higher. Adolescent girl are expected to increase food consumption of food source of iron and consume iron supplement routinely to replace iron that lost during menstruation.


Keywords


anemia; intake; menstruation pattern; adolescent girls

Full Text:

PDF

References


Adriani, M., & Wirjadmadi, B. (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada

Media Group. Agustina, E. E. (2016). Hubungan antara asupan zat energi, protein, zat besi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri berdasarkan jenjang pendidikan di Kabupaten Kebumen. Akademi Kebidanan YLPP Purwekerto, 1, 60–69. Retrieved from http:// ojs.akbidylpp.ac.id/index.php/Prada/article/ view/254

Akib, A., & Sumarmi, S. (2017). Kebiasaan makan remaja putri yang berhubungan dengan kejadian anemia : kajian positive deviance food consumption habits of female adolescents related to anemia: a positive deviance approach. Amerta Nutr, 1(2), 23–33. doi: 10.20473/amnt. v1i2.2017.105-116

Almatsier, S., Soekarti, M. & Soetardjo, S. (2011). Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Arisman, M.B. (2014). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: ECG.

Assa, S. S., Kapantow, N. H. & Ratag, B. T. (2016). Hubungan antara asupan zat besi dan protein dengan kejadian anemia pada siswi di SMPN 5 Kota Manado. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(3), 191-197. Retrieved from https:// ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/ article/view/12973

Choiriyah, E. W. (2015). Hubungan tingkat asupan protein, zat besi dan vitamin c dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas x dan xi SMAN 1 Polokarto Kabupaten Sukoharjo. (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia) Retrieved from http://eprints.ums. ac.id/39695/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Departemen Kesehatan (2003). Pedoman umum gizi seimbang, Jakarta: Derektorat Bina Gizi

Masyarakat. Fitriani, K. (2014). Hubungan asupan makanan dengan kejadian anemia dan nilai praktik pada siswi kelas xi boga SMKN 1 Buduran Sidoarjo. E-journal boga, 3(1), 46-53. doi: 10.1007/ s00267-013-0109-6

Harahap, D. (2016). Hubungan pola menstruasi, pola makan dan pendapatan keluarga dengan terjadinya anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas Tahun 2016. (Thesis, Universitas Sumatera Utara, Indonesia) Retrieved from http://repositori.usu.ac.id

Istiany, A., & Rusilanti. (2013). Gizi terapan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Junengsih. (2017). Hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMU 98 di Jakarta Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 5(1), 55-65. Retrieved from http:// ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2013). Hasil riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2013. Riskesdas. Retrieved from http://doi.org/ depkes.go.id/.

Kirana, D. P. (2011). Hubungan asupan zat gizi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Semarang. (Skripsi, Semarang, Universitas Diponegoro, Indonesia) Retrieved from http://eprints.undip. ac.id/32594/

Manuaba, I. A. C., Manuaba, I. A. G. F., & Manuaba, I. B. G. (2009). Memahami kesehatan resproduksi wanita. Jakarta: ECG.

Pradanti, C. M., Wulandari, M.,. & Hapsari, S. K. (2015). Hubungan asupan zat besi (fe) dan vitamin c dengan kadar hemoglobin pada siswi Kelas VIII SMP Negeri 3 Brebes. Jurnal Gizi Univeritas Muhammadiyah Semarang, 4(1), 24-29. Retrieved from https://jurnal.unimus. ac.id/index.php/jgizi/article/view/1414

Pratiwi, E. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada siswi mts Ciwadan CilegonBanten Tahun 2015. (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Retrieved from http://repository.uinjkt.ac.id/ dspace/bitstream/123456789/37269/1/EKA%20 PRATIWI-FKIK.pdf

Proverawati, A., & Wati, E. K. (2011). Ilmu gizi untuk keperawatan dan gizi kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Resmi, S., Latheef, F., & Vijayaraghavan, R. (2017). Correlation of level of haemoglobin with iron and vitamin c among adolescent girls with iron defi ciency anemia undergoing nutritional support therapy. Interntional Journal of Research in Ayurveda & Pharmacy, 8(4), 77- 81. doi: 10.7897/2277-4343.084219

Sari, H. P., Dardjito, E., & Anandari, D. (2016). Anemia gizi besi pada remaja putri di wilayah Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesmasindo, 8(1), 15-33. Retrieved from http://jos.unsoed. ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/138/127

Sediaoetama, A. D. (2010). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Dian Rakyat.

Soedijanto, S. G. A., Kapantow, N. H., & Basuki, A. (2015). Hubungan Antara Asupan Zat Besi dan Protein dengan Kejadian Anemia pada Siswi SMP Negeri 10 Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(4), 327-332. Retrieved from https://

ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/ article/view/10239

Utami, B. N., Surjani, & Mardiyaningsih, E. (2015). Hubungan pola makan dan pola mentruasi dengan kejadian anemia remaja putri. Jurnal Keperawatan Shoedirman, 10(2), 67-75. Retrieved from http://dx.doi.org/10.20884/1. jks.2013.8.2.470

World Health Organization [WHO]. (2008). Worldwide prevalence of anemia 1993-2005, Genava: World Health Organization. Retrieved from https://doi.org/10.1017/S1368980008002401

Winkjosastro, H. (2009). Ilmu kebidanan. 3 ed. Jakarta: Bina Pustaka.

Yamin, T. (2012). Hubungan pengetahuan, asupan gizi dan faktor lain yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2012, (Skripsi, Universitas Indonesia) Retrieved from lib.ui.ac.id/fi le?fi le=digital/20318026-STenri%20Yamin.pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 In Collaboration

View MGI Stats