Hubungan Magnesium Serum Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Dewasa Overweight Dan Obesitas

serum magnesium overweight obesity blood glucose and diabetes

Authors

Downloads

Background:Fat deposits in obesity can trigger oxidative stress and systemic inflammation that cause insulin resistance, which increases the risk of diabetes mellitus. Magnesium is a cofactor of various enzymes in glucose metabolism that plays a role in the process of glucose uptake in the muscles and also acts as an anti-inflammatory. Good intake of nutrients can prevent the metabolic diseases.

Objectives:to evaluate the correlation among serum magnesium,energy, macro nutrient and magnesium intake with fasting blood glucose levels in overweight and obese adults.

Methods: A cross-sectional study was conducted on 93 overweight(BMI ≥ 25-29.9 kg/m2) and obese (BMI ≥30 kg/m2) adults in February to May 2019 in Serengan District, Surakarta City. The measurement of serum magnesium using kalorimetri and fasting blood glucose using hexokinase method. Energy, macro nutritionand magnesium intake was assessed using 2x24 hour food recall. The bivariate analysis was carried out using Pearson correlation with p value of <0.05 followed by multivariable multiple linear regression analysis with 95% CI.

Results:There was no significant correlation of energy, macro nutrient and magnesium intake with blood glucose level. There was a significant negative correlation between serum magnesium and fasting blood glucose in overweight and obese adults (p=0.009; r=-0.286; CI95%=-71.321–(-10.480)).

Conclusions: Serum magnesium are the factors most associated with blood glucose in overweight and obese adults. Blood glucose will increase along with decreasing level of serum magnesium.

ABSTRAK

Latar Belakang: Timbunan lemak pada obesitas menjadi pemicu terjadinya stress oksidatif dan inflamasi sitemik penyebab resistensi insulin sehingga risiko terjadinya diabetes mellitus akan meningkat. Magnesium merupakan kofaktor berbagai enzim dalam metabolisme glukosa yang berperan dalam proses ambilan glukosa di otot dan juga sebagai antiinflamasi. Asupan zat gizi yang baik dapat mencegah terjadinya penyakit metabolik.

Tujuan: untuk mengevaluasi hubungan magnesium serum, asupan energi, zat gizi makro dan magnesium dengan glukosa darah puasa pada dewasa overweight dan obesitas.

Metode: Penelitian crossectional terhadap 93 orang dewasa dengan status gizi lebih atau overweight (IMT ≥ 25-29,9 kg/m2) dan obesitas (IMT ≥30 kg/m2) pada bulan Februari hingga Mei 2019 di Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Pemeriksaan magnesium serum dengan metode kalorimetri dan glukosa darah puasa dengan metode heksokinase. Penilaian asupan energi, zat gizi makro dan magnesium dengan food recall 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson dengan nilai p < 0,05 dilanjutkan analisis multivariabel regresi linier ganda dengan CI 95%.

Hasil: Tidak ada korelasi signifikan asupan energi, zat gizi makro dan magnesium dengan glukosa darah. Adanya korelasi negatif yang signifikan antara kadar serum magnesium dengan glukosa darah puasa pada dewasa overweight dan obesitas (p=0,009; r=-0,286; CI95%=-71,321–(-10,480)).

Kesimpulan: Kadar magnesium serum merupakan faktor yang paling berhubungan dengan glukosa darah pada orang dewasa overweight dan obesitas di Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Glukosa darah akan meningkat seiring dengan penurunan kadar magnesium serum.