PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KEDELAI, TEPUNG BEKATUL DAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp) TERHADAP DAYA TERIMA, ZAT BESI DAN VITAMIN B12 BROWNIES
[Effect of Soybean, Rice Bran, and Seaweed Flour (Gracilaria sp) Substitution on The Acceptibility, Iron and Vitamin B12 of Brownies]

Rahmasuci Fibriafi, Rita Ismawati

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v13i1.12-19
Abstract views = 491 times | views = 1307 times

Abstract


Soybean, rice bran and seaweed flour (Gracilaria sp) are food sources of iron and vitamin B12 so it is potential to be used as an ingredient for alfernative snack for childbearing age women with ovo vegetarian diet. This research intended to analyze effect of soybean, rice bran and seaweed flour (Gracliaria sp) substitution on the acceptability, iron and vitamin B12 content. This research was true experimental research with completely randomized design. There are 4 formulas with six times replications. Analysis of accessibility different used was friedman. Friedman Test and Wilcoxon Ranks Test. The untrained panelists were 25 childberaing age women with ovo vegetarian diet. The difference test showed that there were no difference in colour, aroma and texture. There was a difference (p<0,05) on flavour characteristic and  Wilcoxon Ranks Test showed that there was a difference (p<0,05) between control formula and substitution formula. Based on the result of acceptability, brownies substitution formula with the best score was F3 formula (flour 37.5 g, soybean flour 22.5 g, rice bran 75 g, and seaweed flour (Gracilaria sp) 15 g). The iron and vitamin B12 content of  F3 formula were 3.6 mg and 0.2 μg respectively on 100 gram formula and fulfill 10-15% of childbearing age women’s requirement. Finally, the best formula which obtained from its acceptability, iron and vitamin B12 content was F3 formula, so it could be an alternative snack for childbearing age women with ovo vegetarian diet.


Keywords


soybean flour; rice bran flour; seaweed (Gracilaria sp) flour

Full Text:

PDF

References


Agtrin, M.W. (2016). Hubungan antara asupan protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin pada wanita vegetarian usia 20-45 tahun di vihara semesta maitreya kota Semarang.

Anggadiredja. (2006). Rumput laut. Jakarta: Dian Rakyat.

Anggraini, L. (2015). Asupan gizi dan status gizi vegetarian pada komunitas vegetarian di yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 11(4), 143-149.

Astawan, M. (2009). Sehat dengan hidangan kacang dan biji-bijian. Jakarta: Dian Rakyat.

Fikawati, S. (2012). Status gizi ibu hamil dan berat bayi pada kelompok vegetarian. Jurnal Makara Kesehatan. Diakses dari journal.ui.ac.id/index.php/health/article/viewFile/1299/1188

Handayani. (2011). Variasi rumput laut terhadap kadar serat dan mutu organoleptik cake rumput laut (euchema cottonii). Jurnal Pangan dan Gizi 2(3). Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=161555&val=425&title=Variasi%20Substitusi%20Rumput%20Laut%20Terhadap%20Kadar%20Serat%20Dan

%20Mutu%20Organoleptik%20Cake%20Rumput%20Laut.

Ide, P. (2010). Agar jantung sehat: tip dan trik memilih makanan agar jantung sehat. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Jannah, M. (2011). Perbedaan asupan zat Gizi dan non gizi yang berkaitan dengan kadar hemoglobin vegetarian vegan dan non vegan. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Diakses dari eprints.undip.ac.id/32607/1/404_MIFTAHUL_JANNAH_G2C007046.pdf

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Koswara, S. (2009). Teknologi pengolahan kedelai (teori dan praktek). Universitas Muhammadiyah Semarang. Diakses dari http://tekpan.unimus.ac.id/wpcontent/uploads/2013/07/Teknologi-Pengolahan-Kedelai-Teori-dan-Praktek.pdf.

Kusumastuty, I. (2015). Formulasi food bar tepung bekatul dan tepung jagung sebagai Pangan darurat. Indonesian journal of human nutrition 2(2). Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=371544&val=7364&title=Formulasi%20Food%20Bar%20Tepung%20Bekatul%20dan

%20Tepung%20Jagung%20sebagai%20Pangan%20Darurat.

Miranti. (2008). Pengembangan usaha “elsari brownies and bakery” analisis aspek pasar dan keuangan. Bogor

Noviyanti, R. (2017). Analisis kadar gula, kadar protein dan organoleptik bolu kukus substitusi tepung kedelai (Glicine L. Merr). The 5th Urecol Proceeding 1066. Diakses dari http://lpp.uad.ac.id/wp-content/uploads/2017/05/186-RETNO-1066-1073.pdf.

Nugroho, F. (2015). Asupan protein nabati dan kejadian anemia wanita usia subur vegan. J. Gizi Pangan 10(3). Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=419213&val=199&title=ASUPAN%20PROTEIN%20NABATI%20DAN%20KEJADIAN%20ANEMIA%20WANITA%20

USIA%20SUBUR%20VEGAN.

Rahmi, R. (2015). Kecukupan asupan protein dan asupan vitamin b12 pada anak vegetarian di sekolah dasar metta maitreya. JOM FK 2(2).

Rokhmani, I. (2009). Peningkatan nilai gizi bahan pakan dari limbah pertanian melalui fermentasi. balai pertanian ternak Bogor. Diakses dari http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/fullteks/lokakarya/lklc05-10.pdf?secure=1.

Santoso, S.P. (2009). Susu dan yoghurt kedelai. Malang : Laboraturium Kimia Pangan Faperta UWG.

Sarwono. (2010). Usaha membuat tempe dan oncom. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sundari. (2015). Pengaruh proses pemasakan terhadap komposisi zat gizi bahan pangan sumber protein. Media Litbangkes 25(4). Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/20747-ID-pengaruh-proses-pemasakan-terhadap-komposisi-zat-gizi-bahan-pangan-sumber-protei.pdf.

Susiwi. (2009). Penilaian organoleptik. Bogor : Universitas Pendidikan Indonesia.

Sutomo, B. (2012). Rahasia sukses membuat cake, roti, kue kering, dan jajan pasar. Jakarta: Ns Books.

Violisa, A. (2012). Penggunaan rumput laut sebagai stabilizer es krim susu sari kedelai. Teknologi dan Kejuruan 35(1). Diakses dari http://journal.um.ac.id/index.php/teknologi-kejuruan/article/viewFile/3711/645.

Winarno. (2004). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Winarsi, H. (2010). Protein kedelai dan kecambah manfaat bagi kesehatan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Windayarti, T. (2013). Karakteristik brownies yang dibuat dari komposisi tepung gembolo (discorea bulbifer L). Jurnal Berkala Universitas Negeri Jember 1(2). Diakses dari http://jurnal.unej.ac.id/index.php/index/index


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 

 In Collaboration

View MGI Stats