Analisa Program Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil di Kota Bogor

Shabrina Ayu Margirizki, Sri Sumarmi

= http://dx.doi.org/10.20473/mgk.v8i1.2019.19-26
Abstract views = 806 times | downloads = 544 times

Abstract


Latar Belakang: Anemia padaibu hamil dapat berdampak pada kematian janin selama masa kehamilan dankematian ibu saat melahirkan.Salah satu upaya pemerintah dalam penanganan dan penanggulangan anemia padaibu hamil tercantum dalam Permenkes RI Nomor 97 tahun 2014, dengan melakukan pendistribusian suplementablet tambah darah dan pemberian edukasi gizi.

Tujuan:Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis ketimpangan melalui pelaksanaanprogram tablet tambahdarah untukibu hamil di Kota Bogor.

Metode:Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptifkualitatifdan menggunakan metode pengumpulandata wawancara mendalam.Informan utamaberjumlah 9 orang,yaitu 1 orang tenaga gizi Dinas Kesehatan KotaBogor, 4 orang tenaga kesehatan bidan dan gizi puskesmas, dan 4 orang ibu hamil.

Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tablet tambah darah untuk ibu hamil di KotaBogor dilakukan melalui program distribusi tablet tambah darah dan edukasi gizi namun menunjukkanperbedaan pada penerimaan informasi yang diterima ibu hamil di puskesmas dengan cakupan rendah. Kesulitanmemahami media yang digunakan tenaga kesehatan gizi ditemukan pada puskesmas dengan cakupan tinggi.Data cakupan tablet tambah darah untuk ibu hamil belum terdata secaraaktual dari tenaga kesehatan bidanswasta karenakoordinasiyang rendahantara bidan swasta dan pihak pemerintah.

Kesimpulan:Program tablet tambah darah untuk ibu hamil dapat dioptimalkan dengan meningkatkan intensitaskomunikasi antara tenaga kedinasandan tenaga kesehatan bidan swasta untuk menyamakan informasi cakupan,memberikan acuan pokok terkait media konseling dan edukasi yang digunakan oleh tenaga kesehatan dalamproses konseling dan edukasi, dan menetapkan Standar Prosedur Operasional kepada tenaga kesehatan untukmemberikan informasi yang baik dan jelas kepada ibu hamil terkait tablet tambah darah.

ABSTRACT

Background:Anemia in pregnant women may impactingto miscarriage during pregnancy and death on deliveryprocess. One amongst many governments’ efforts to cope with anemia on pregnancy mentioned in Permenkes RINo 97 published on 2014 are distributing iron tablet to pregnant women and giving nutritional relatededucation. Those programsdone by primary local healthcare center.

Objectives:Objective of this study was to analyzethe inequalityof iron tablet program for pregnant womenthrough intervention programmesin Kota Bogor.

Methods:This was adescriptive qualitative study. Main informants were 1 nutrition staff in Dinas KesehatanKota Bogor, 4 health workers in primary healthcare center, and 4 pregnant women.

Results:Result of study shown that iron tablet implementation program for pregnant women in Kota Bogor wasdone by using same method but show differences impact of pregnant women in low coverage of primaryhealthcare center. The difficulties in understanding the media facility was found in high coverage of primaryhealthcare center. Current data for iron tablet coverage for pregnant women is not the actual data due to lack ofcoordination between private midwife and government.

Conclusions:Iron tablet program for pregnant women can be optimized by increasing communication intensitybetween private midwife and government to integrate the data, providing standard reference for media facilitythat used in counseling and education process, and establishing Standard Operational Procedure to every healthworkers in primary healthcare center togive right and clear explanation about iron tablet to pregnant women.


Keywords


communication,iron tablet, pregnant women, resource

Full Text:

PDF

References


Agustiningsih, M. . (2017)Efektifitas Program Pembelajaran Kelas Ibu Hamil terhadap Pengetahuan Gizi,Status Anemia, KEK, dan BBLR di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. UniversitasMuhammadiyyah Surakarta.

Andriani, Y. (2016)Efektivitas Kelas Ibu Hamil terhadap Pencegahan Anemia Gravidarium di KabupatenBanyuwangi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Anggraeni, I. E. (2016) ‘Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil dalam Konsumsi Tablet Fe dengan KejadianAnemia’,Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 7(2), pp. 80–92.

Ariesta, R., Naufalia, A., M. (2016) ‘Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kepatuhuan MengkonsumsiTablet Tambah Darah’,Jurnal Obstretika Scientia, 4(1), pp. 381–400.

Aryani, F. (2017)HubunganAnemia Pada Saat Kehamilan Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di RSUDPanembahan Senopati Bantul. Uniersitas Aisyiyah Yogyakarta.

Asyirah, S. (2012)Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah KerjaPuskesmas Bajeng KecamatanBajeng Kabupaten Gowa 2012. Universitas Indonesia.

Darmawansyih (2017) ‘Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamildi Kecamatan Patallassang Kabupaten Gowa Tahun 2016’,Alami Journal, 1(1), pp. 51–59.

Edwards III, G. C. (1980)Implementing Public Policy. Washington D.C.: Congressional Quarterely Press.

Fitria, N. E. (2018)Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Fe dengan Kejadian Anemia,JurnalEndurance.

Kafiyanti, N. (2016)Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia pada Ibu HamilTrimester III di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Universitas Aisyiyiah Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018)Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta.

Megalia, R. (2011) ‘Manajemen PeningkatanKompetensi Aparatur : Studi tentang Implementasi KebijakanReformasi Sumber Daya Manusia pada Badan Pendidikan dan Pelatihan di Indonesia’, 4(31), pp. 259–286.

Nugrahani, F. (2014)Metode penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Solo: Cakra Books.

Oehadian, A. (2012) ‘Pendekatan Klinis dan Diagnosis Anemia’,Cermin Dunia Kedokteran, 39(6), pp. 407–412.

Purnamasari, G. (2016) ‘Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsitablet Fe di Puskesmas Bogor Tengah’,Jurnal Kebidanan dan Ilmu Kesehatan, 3(3), pp. 49–63.

Rabiatunnisa (2017) ‘Hubungan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu HamilTrimester III di Puskesmas Wirobrajan Kota Yogyakarta’,Jurnal Medika Respati, 12(4), pp. 39–50.

Risnawati, I., Hanung, A. (2015) ‘Dampak Anemia Kehamilan Terhadap Perdarahan Post Partum’,Jurnal IlmuKeperawatan dan Kebidanan, 6(3), pp. 57–67.

Su’udi, A. (2017) ‘Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Sasaran Program Jaminan Tabalong Sehat di KabupatenTabalong Kalimantan Selatan’,Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1(2), pp.102–112.

Suhartati, S. (2017) ‘Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di WilayahKerja Puskesmas Tanta Kabupaten Tabalong Tahun 2016’,Dinamika Kesehatan, 8(1), pp. 45–54.

Wahyuni, S. (2018) ‘Efektifitas Pendampingan Minum Tablet Tambah Darah (TTD) oleh Kader PosyanduTerhadap Peningkatan Kadar Hb Ibu Hamil di Puskesmas Kota Palangka Raya’,Jurnal Surya Medika,3(2), pp. 82–94.

World Health Organization (2011)Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment ofseverity.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Lisensi Creative Commons
Media Gizi Kesmas by Unair is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

INDEXING BY: