PENAMBAHAN LISIN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN, RASIO KONVERSI PAKAN DAN EFISIENSI PAKAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii)

Andy Pramana, Agustono Agustono, Tri Nurhajati

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v7i1.11226
Abstract views = 196 times | views = 597 times

Abstract


Produksi nasional udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Indonesia hanya sekitar 400.000 ton hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang belum terpenuhi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kegiatan budidaya udang air tawar dapat dilakukan dengan pengembangan pakan alternatif atau feed additive yang dapat mempercepat pertumbuhan sehingga memperpendek masa produksi. Lisin merupakan salah satu feed additive yang berperan dalam pembentukan karnitin. Karnitin berpengaruh pada pertumbuhan dan oksidasi lemak dalam udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lisin pada pakan komersial terhadap laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Perlakuan pada penelitian ini adalah pakan komersial tanpa penambahan lisin, pakan komersial dengan penambahan 0,5 %, pakan komersial dengan penambahan 1 %, pakan komersial dengan penambahan 1,5 % dan pakan komersial dengan penambahan 2 %. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisa statistik menggunakan Analisis Varian (ANAVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin pada pakan komersial tidak berbeda nyata (p> 0,05) dari tingkat pertumbuhan, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Kebutuhan protein dan lisin dalam udang galah belum terpenuhi sehingga laju pertumbuhan relatif lambat. Kualitas air udang media pemeliharaan oksigen terlarut 6,9-7,3 ppm, pH 7-8, suhu 29-30 ° C dan amonia 0-0,25 mg / l. 


Keywords


Lisin; Udang Galah; Pakan

Full Text:

PDF

References


Alam, Md. S., S. Teshima, S. Koshio, M. Ishikawa, O. Uyan, L. H. H. Hernandez and F. R. Michael. 2005. Supplemental Effects of Coated Methionine and/or Lysine to Soy Protein Isolate Diet for Juvenile Kuruma Shrimp (Marsupenaeus japonicus).

Aquaculture 248. (13–19). 6 p. Aliah, R. S., Kusmiyati, Sutanti, K. M. Dewi, dan Suratna. 2012. Disemi- nasi dan Difusi Teknologi Produksi Udang Galah Unggul (Macro- brachium rosenbergii) Di Kabu- paten Sleman, Yogyakarta. Pusat Teknologi Produksi Pertanian. Badan Pengkajian dan Penerapan

Teknologi.

Amalia, R., Subandiyono., dan E. Arini.

Pengaruh Penggunaan Papain Terhadap Tingkat Peman- faatan Protein Pakan dan Pertum- buhan Lele Dumbo (Clarias garepinus). Journal of Aquaculture Management and Technologi. Volume 2, Nomor 1. Hal 136-143

Anh, N.T.N., T. T. Hien., W. Mathieu., N. V. Hoa and P. Sorgeloos. 2009. Effect of Fishmeal Replacement with Artemia Biomass as a Protein Source in Practical Diets for The Giant Freshwater Prawn (Macro- brachium rosenbergii). Aquacul- ture Research 40 (669–680). 11 p.

Biswas, P., A. K. Pal., N. P. Sahu., A. K. Reddy., A. K. Prusty and S. Misra. 2006. Lysine and/or phytase supplementation in the diet of Penaeus monodon (Fabricius) juveniles: Effect on growth, body composition and lipid profile. Aquaculture 265 (253–260). 7 p.

Fengjun, Xie., Wenping, Zeng., Qicun, Zhou., Hualang, Wang., Tuo, Wang., Changqu, Zheng and Yongli, Wang. 2012. Dietary Lysine Requirement Of Juvenile Pacific White Shrimp, Litopenaeus Vannamei. Aquaculture 358-359. (116–121). 6 p.

Gatlin, D. M. and Peng Li. 2008. Use of Diet Additives to Improve Nutritional V alue of Alternative Protein Source. In : Lim, C., C. D. Webster and Lee, C (Eds). Alternative Protein Sources in Aquaculture Diets. The Haworth Press, Taylor & Francis Group.

New York. pp. 501-522

Hariati, A. M. 1989. Makanan Ikan. Diktat

Kuliah Universitas Brawijaya.

Malang.

Kusriningrum, R. S. 2008. Perancangan

Percobaan. Universitas Airlangga.

Surabaya. hal. 43-63.

Millamena, O. M., M. N. Bautista-Teruel,

O. S. Reyes and A. Kanazawa. 1998. Requirements of Juvenile Marine Shrimp (Penaeus monodon Fabricius) for Lysine and Arginine. Aquaculture 164. (95–104). 9 p.

Richard, L., P. P. Blanc., V. Rigolet., S. J. Kaushik and I. Geurden. 2009. Maintenance and growth Require- ments for Nitrogen, Lysine and Methionine and Their Utilisation Efficiencies in Juvenile Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon) Using a Factorial Approach. British Journal of Nutrition (2010). 103 (984–995). 13 p.

Sim, S., Rimmer M., Williams K., Toledo J. D., Sugama K., Rumengan I., dan Phillips M, L., 2005. Pedoman Praktis Pemberian dan Pengelolaan Pakan untuk Kerapu. Australian Centre for International Agricul- tural Research. Australia. Pub. No. 2005 – 02. 25 hal.

Solo Pos. 2013. Produksi Nasional Budidaya Udang Galah Masih Minim. http://www.solopos.com [7 Januari 2013].

Standar Nasional Indonesia (SNI) 01- 2724-1992. 1992. Pakan Buatan bagi Udang. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. 13 hal.

Sutarmat, T. 2006. Studi Pendahuluan Pemeliharaan Ikan Kakap Merah dalam KJA dengan Ukuran Tebar yang Berbeda. Prosiding Konfe- rensi Akuakultur Indonesia. Hal 193-197.

Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No.1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Andy Pramana, Agustono Agustono, Tri Nurhajati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License