Pengaruh Perendaman Daging Sapi dalam Larutan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica val.) dengan Kombinasi Konsentrasi dan Lama Waktu Penyimpanan Terhadap Total Jumlah Bakteri

Tri Lestari, Boedi Setiawan, Ratih Novita Praja, Ratna Damayanti, Ragil Angga Prastiya, Prima Ayu Wibawati

= http://dx.doi.org/10.20473/jmv.vol2.iss1.2019.55-59
Abstract views = 1223 times | downloads = 998 times

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antibakteri dari larutan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap total jumlah bakteri pada sapi dengan kombinasi antara konsentrasi dan lama penyimpanan. Sampel daging sapi dibagi menjadi 60 buah dan masing-masing sampel adalah 25 gram. Metode penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan menggunakan 4 konsentrasi larutan rimpang kunyit 0 gr 100 ml-1, 20 gr 100 ml-1, 40 gr 100 ml-1, 60 gr 100 ml-1 dan disimpan dalam waktu berdurasi 0 jam, 3 jam, 6 jam. Data yang diperoleh dianalisis oleh menggunakan Anava. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kontrol dan perlakuan pada total jumlah koloni bakteri. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa larutan rimpang kunyit berpengaruh pada penurunan jumlah koloni bakteri.

Keywords


Curcuma domestica val; antibakteri; total plate count; daging; lama penyimpanan

Full Text:

PDF

References


Azima. 2011. Efektivitas Kunyit Sebagai Bahan Pengawet Alami Terhadap Masa Simpan Nugget Jagung.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pengelolaan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Harsojo, Andini, L. S., Trimey, R. S. 2005. “Dekontaminasi Bakteri Patogen pada Daging dan Jeroan Kambing dengan Iridiasi Gamma” Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Jay, J. M., Loessner, M. J., Golden, D.A. 2005. Modern Food Microbiology Seventh Edition. Springer Science and Bussiness Media Inc., USA.

Maleki, S., Seyyednejad, S. M., Damabi, M. N., Motamedi, H. 2008. Antibacterial activity of the fruits of Irianian Torilis leptophylla againts some clinical pathogens. Pak. J. Biol. Sci., 11(9), 1286-1289.

Marwati, T. 1996. Aktivitas Zat Anti Bakteri Pada Rimpang Kunyit.

Mukartini, S., Jehne, C., Shay, B., Harfer, C. M. L. 1995. Microbiological status of beef carcass meat in Indonesia. J. Food Safety, 15, 291-303.

Pandiangan, 2008. Kajian Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Bakteri Patogen.

Rahman, M. 2009. Aktivitas Anti Bakteri Senyawa Hasil Biotransformasi Kurkumin Oleh Mikrob Endofil Asal Kunyit.

Rahardjo, M., Rostiana, O. 2004. Standar prosedur Operasional Budidaya Kunyit dalam Standar Prosedur Operasional Jahe, Kencur, Kunyit dan Temulawak. Badan Litbang Pertanian. Balitro-Bogor. p46.

Rahayu, E. S. 2006. Amankan Produk Pangan Kita : Bebaskan dari Cemaran Berbahaya. Apresiasi peningkatan mutu hasil olahan pertanian. Yogyakarta : Dinas Pertanian Propinsi DIY dan Kelompok Pemerhati Keamanan Mikrobiologi Produk Pangan.

Rukmana, R. 2004, Temu-temuan Apotik Hidup di Pekarangan, Yogyakarta: Kanisius.

Suryawati, A., Meikawati, W., Astuti, R. 2011. Pengaruh Dosis dan Lama Perendaman Larutan Lengkuas Terhadap Jumlah Bakteri Ikan Bandeng. Jurnal unimus, 7(1).

Tarwiyah, 2001. Minyak Atsiri Jahe.

Usmiati, S. 2010. Pengawetan Daging Segar dan Olahan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Medik Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Medik Veteriner (JMV) Indexed by:

                       

Editorial Office

Jurnal Medik Veteriner
Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
Jalan Wijaya Kusuma No.113, Giri, Banyuwangi, 68425 
Email: jmv@psdku.unair.ac.id
Telp: 0333-417788

p-ISSN: 2615-7497 e-ISSN: 2581-012X

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.