PENYULUHAN DAN PELATIHAN DENGUE PADA IBU SERTA DETEKSI DINI INFEKSI DENGUE PADA PASIEN DENGAN SUSPEK INFEKSI DENGUE DI TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR

Juniastuti Juniastuti, Lynda Rossyanti, Manik R Wahyunitisari, Achmad Ardianto, Rebekah J Setiabudi, Suhintam Pusarawati, Dewi Setyowati, Putri S Wulandari

= http://dx.doi.org/10.20473/jlm.v4i1.2020.230-236
Abstract views = 74 times | downloads = 53 times

Abstract


Tulungagung Regency in East Java, is a Dengue endemic area, but the movement of 1 house 1 jumantik / larva monitor (Government program for controlling Dengue vectors), which involves every family in the inspection, monitoring and eradication of mosquito larvae, has not yet been implemented. The objectives of this community service activity are 1) increasing maternal knowledge about Dengue, 2) increasing maternal efforts in eradicating Aedes mosquito larvae (Dengue vectors) and 3) improving mother's skills in monitoring mosquito larvae in Karangrejo District; and 4) determine the proportion of early dengue infection at the Karangrejo Health Center. The method used is counseling, training and laboratory examinations (rapid test with the NS1 Dengue kit). This community service obtained the conclusion of counseling can increase the knowledge of dengue in mothers, counseling can increase maternal efforts in eradicating mosquito larvae, training to improve the skills of mothers in monitoring mosquito larvae, there are 10.8% of patients with symptoms of dengue infection who show positive NS1.

abstrak

Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur, merupakan daerah endemis Dengue, namun gerakan 1 rumah 1 jumantik/juru pemantau jentik (program Pemerintah untuk pengendalian vektor Dengue) yaitu yang melibatkan setiap keluarga dalam pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk, masih belum banyak diterapkan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan ibu tentang Dengue, 2) meningkatkan upaya ibu dalam memberantas tempat perindukan jentik nyamuk Aedes (vektor Dengue) dan 3) meningkatkan ketrampilan ibu dalam memantau jentik nyamuk di Kecamatan Karangrejo; serta 4) menentukan proporsi kejadian infeksi Dengue secara dini di Puskesmas Karangrejo. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pemeriksaan laboratorium (uji cepat dengan kit NS1 Dengue). Pengmas ini memperoleh simpulan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dengue pada ibu, penyuluhan dapat meningkatkan upaya ibu dalam memberantas tempat perindukan jentik nyamuk, pelatihan meningkatkan ketrampilan ibu dalam memantau jentik nyamuk, ada 10,8% pasien dengan gejala infeksi Dengue yang menunjukkan NS1 positif.


Keywords


ABJ, aedes mosquito , dengue, larvae monitoring

Full Text:

PDF

References


Dinkes Jatim (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur). 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2015. Surabaya, Dinkes Jatim.

Luo L, Li X, Xiao X, Xu Y, Huang M, Yang Z. 2015. Identification of Aedes albopictus larval index thresholds in the transmission of dengue in

Guangzhou, China. J Vector Ecol 40:240-246.

Pusdasure Kemenkes RI (Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi, Kemenkes RI. 2010. Demam Berdarah Dengue. Buletin Jendela Epidemiologi Vol. 2.

Pusdatin Kemenkes RI (Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI). 2016. Situasi Demam Berdarah Dengue di Indonesia. ISSN 2442-7659.

Pusdatin Kemenkes RI (Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI). 2017. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016.

UPTD Puskesmas Karangrejo. 2017. Laporan Tahunan UPTD Puskesmas Karangrejo Tahun 2017.

WHO, Regional Office for South East. 2011. Comprehensive and guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Creative Commons License
JLM by Unair  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.