Hubungan antara Kecukupan Energi dan Status Gizi dengan Produktivitas Kerja (PT. Timur Megah Steel Gresik Tahun 2019)

Himaya Himaya, R. Bambang Wirjatmadi

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v3i4.2019.269-275
Abstract views = 1955 times | downloads = 1556 times

Abstract


Background: Laborers have a central role in achieving company goals that cannot be separated from their work productivity factors. Several factors that can improve work productivity in terms of nutrition are energy sufficiency and nutritional status. The difference of energy adequacy and nutritional status of each labor caused differences in works productivity.

Objectives: This study aims to analyze the relation between energy adequacy and nutritional status with the productivity of labors in the packing section (setting nuts and bolts) in PT. Timur Megah Steel Gresik. 

Methods: This study was an observational study with a case-control research design. The sample size used in this study was 38 workers. The sample consisted of case samples and case-control. There are 19 workers with low productivity in the case sample and 19 workers with high productivity in the control sample. Data were analyzed using Spearman correlation.

Results: The results of the analysis test showed that there was a relationship between energy adequacy (p<0,001) and nutritional status based on anthropometry (p<0,001) with work productivity, but there was no correlation between nutritional status based on biochemical/hemoglobin level status (p=0.172) with work productivity.

Conclusions: There was a significant correlation between energy adequacy and nutritional status by anthropometry with work productivity.

ABSTRAK

Latar Belakang: Tenaga kerja mempunyai peranan sentral dalam mencapai tujuan perusahaan yang tidak dapat terlepas dari faktor produktivitas kerjanya. Kecukupan energi dan status gizi tenaga kerja yang masing-masing berbeda mengakibatkan adanya perbedaan produktivitas kerja yang dimiliki.

Tujuan: Menganalisis hubungan antara kecukupan energi dan status gizi dengan produktivitas pada tenaga kerja laki-laki bagian packing (setting mur dan baut) PT. Timur Megah Steel Gresik.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan design penelitian case control. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 tenaga kerja. Sampel terdiri dari sampel kasus yaitu 19 tenaga kerja dengan produktivitas kurang/rendah dan sampel kontrol yaitu 19 tenaga kerja dengan produktivitas baik/tinggi. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman.

Hasil: Terdapat hubungan kecukupan energi (p=0,000) dan status gizi berdasarkan antropometri (p=0,000) dengan produktivitas kerja, namun tidak terdapat hubungan status gizi berdasarkan biokimia/status kadar hemoglobin (p=0,172) dengan produktivitas kerja.

Kesimpulan: Kecukupan energi dan status gizi (antropometri) yang meningkat dapat meningkatkan produktivitas kerja.


Keywords


labor, energy adequacy, nutritional status, work productivity

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. Provinsi Jawa Timur Dalam Angka. (2018).

International Labour Organization. Laporan Ketenagakerjaan Indonesia 2017. (2017).

Olusegun., Adetayo, J., Oluwasayo, A.J., & Olawoyin, O. An Overview Of The Effects Of Job Stress On Employees Performance In Nigeria Tertiary Hospitals. Sci. Rev. Artic. 60, (2014).

Aprilyanti, S. Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Kasus: PT. OASIS Water International Cabang Palembang). J. Sist. dan Manaj. Ind. 1, 68 (2017).

Septiani, V. M. Pengaruh Pelatihan, Pengalaman Kerja, dan Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Karyawan pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara. J. EMBA 3, 992–1002 (2015).

Ardana. Manajemen Sumber Daya Manusia. in (Graha Ilmu, 2012).

Sulaeman, A. Pengaruh Upah dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Kerajinan Ukiran Kabupaten Subang. Trikonomika 13, 91–100 (2014).

Nasirzadeh, F. & Nojedehi, P. Dynamic modeling of labor productivity in construction projects. Int. J. Proj. Manag. 31, 903–911 (2013).

Tarwaka. Ergonomi Industri. (Harapan Press, 2010).

Asian Productivity Organization. APO Productivitity Databook 2018. (Kelo University Press Inc, 2018).

Ariati, N. N. Gizi dan Produktivitas Kerja. J. Skala Husada 10, 214–218 (2013).

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. (PT Gramedia Pustaka, 2009).

Hidayat, E. Kebiasaan Sarapan Hubungannya Dengan Produktivitas Kerja Karyawan PT. Samick Indonesia. (Institut Pertanian Bogor, 2014).

Iswari, D. A. P. Hubungan Antara Kebiasaan Sarapan Dan Status Gizi Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Wanita Di Konveksi Rizkya Batik Ngemplak Boyolali. (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014).

Widiastuti, S. & Dieny, F. F. Faktor determinan produktivitas kerja pada pekerja wanita. J. Gizi Indones. Indones. J. Nutr. 4, 28–37 (2015).

Butar, M. M. Hubungan Status Gizi, Tingkat Asupan Energi, Beban Kerja dengan Produktivitas Kerja. (Universitas Airlangga, 2017).

Peraturan Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi No. Per.608/MEN/1989. Tentang Pemberian Makan Tenaga Kerja.

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.01/MEN/1979. Pengadaan Kantin dan Ruang Makan.

Kuntoro. Metode Sampling dan Penentuan Besar Sampel. (Pustaka Melati, 2010).

AKG. Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein, Lemak, Mineral dan Vitamin yang di Anjurkan Bagi Bangsa Indonesia. (2013).

Supariasa, I.D.N., Bakri, B., Fajar, I. Penilaian Status Gizi. (Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2012).

RISKESDAS. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehat. Republik Indones. 1, 1–200 (2018).

AKG. Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein, Lemak, Mineral dan Vitamin yang di Anjurkan Bagi Bangsa Indonesia. (2004).

Kumbadewi, L. S., Suwendra, I. W. & Susila, G. P. A. J. Pengaruh Umur, Pengalaman Kerja, Upah, Teknologi, dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan. J. Bisma Univ. Pendidik. Ganesha Jur. Manaj. 4, 1–11 (2016).

Budiono, S., Jusuf, RMS., Pusparini, A. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. (Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, 2003).

Siagian, S. Manajemen Sumber Daya Manusia. (Bumi Aksara, 2012).

Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. (Sagung Seto, 2009).

Atiqoh, J., Wahyuni, I. & Lestantyo, D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan di CV. Aneka Garment Gunungpati Semarang. J. Kesehat. Masy. 2, 119–126 (2014).

Farikha, R. R. P. & Ardyanto, D. Hubungan Status Gizi, Karakteristik Individu Dengan Produktivitas Pekerja Sorting Dan Packing. Indones. J. Occup. Saf. Heal. 5, 71 (2017).

Novianti, B. Hubungan Antara Usia, Status Gizi, Motivasi Kerja, Dan Pengalaman Kerja Dengan Produktivitas Kerja Operator Bagian Perakitan Di PT. X. J. Kesehat. Masy. 5, 79–88 (2017).

Khasanah, U. & Nindya, T. S. Hubungan Antara Kadar Hemoglobin dan Status Gizi dengan Produktivitas Pekerja Wanita di Bagian Percetakan dan Pengemasan di UD X Sidoarjo. Amerta Nutr. 2, 83–89 (2018).

Anggia, D., Putri, D., Hartanti, R. I., Dewi, A. & Sujoso, P. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja Pekerja Wanita Penyadap Karet di PDP Gunung Pasang Kabupaten Jember. Artik. Ilm. Has. Penelit. Mhs. 2016 (2016).

Putri, Y. N. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi, Kebiasaan Sarapan, Dan Status Gizi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Bagian Sewing PT. Pintu Mas Garmindo. (Institut Pertanian Bogor, 2016).

Arini Rahmatika Sari & Lailatul Muniroh. Hubungan Kecukupan Asupan Energi dan Status Gizi dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pekerja Bagian Produksi (Studi di PT. Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya). Amerta Nutr. 1, 275–281 (2017).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: