PENAMBAHAN ATRAKTAN PADA PAKAN PASTA TERHADAP KONSUMSI PAKAN, RETENSI PROTEIN DAN RETENSI LEMAK BELUT (Monopterus albus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM RESIRKULASI

Akbar Yusuf Hasyim, Muhammad Arief, Boedi S Rahardja

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v7i1.11224
Abstract views = 351 times | views = 484 times

Abstract


Belut sawah (Monopterus albus) merupakan ikan dari Family Synbranchoidae yang permintaannya meningkat setiap tahun (Dirjen PPHP, 2010). Selama ini budidaya belut sawah dilakukan dengan memanfaatkan lumpur sebagai media budidaya. Pada budidaya belut sawah dengan menggunakan lumpur, sintasan atau kelangsungan hidup serta pertumbuhan belut sawah sulit untuk diukur, karena itu digunakan wadah akuarium dengan sistem resirkulasi untuk mengatasi masalah tersebut. Pada budidaya belut sawah pakan yang diberikan berupa cacing tanah maupun pasta. Harga cacing yang mahal membuat proses budidaya berjalan tidak efektif, sedangkan penggunaan pasta tidak efektif karena pakan tidak habis dimakan oleh belut sawah, oleh karena itu pakan pasta perlu ditambahkan bahan atraktan yang dapat berfungsi sebagai zat perangsang (stimulus) untuk meningkatkan konsumsi pakan belut terhadap pakan pasta. Pakan merupakan sumber energi bagi ikan. Penggunaan energi pada ikan dipengaruhi oleh jumlah pakan yang dikonsumsi. Evaluasi pemanfaatan energi pakan dapat diketahui dari perhitungan retensi protein dan retensi lemak.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan atraktan pada pasta terhadap peningkatan konsumsi pakan, retensi protein dan retensi lemak belut sawah (M. albus) yang dipelihara dengan sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga Surabaya pada bulan April hingga Mei 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data hasil penelitian akan dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila menunjukkan adanya perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan.

Hasil analisis varian (ANOVA) menunjukkan bahwa hasil perlakuan D (79,44 gr), B (79,26) dan C (78,98) memberikan konsumsi pakan tertinggi yang berbeda nyata dengan perlakuan A (77,12) (p<0,05). Pada hasil retensi protein menunjukkan bahwa hasil tertinggi adalah perlakuan C (7,92), D (7,75) dan B (7,23) yang berbeda nyata (p<0,05) dengan perlakuan A (4,48). Hasil retensi lemak menunjukkan perlakuan D (13,38) merupakan perlakuan dengan nilai rata-rata retensi lemak tertinggi yang tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan, A (13,00), B (13,33) dan C (13,30) (p>0,05). 


Keywords


Belut; Atraktan; Konsums; Retensi

Full Text:

PDF

References


Afrianto, E., dan E. Liviawaty. 2005. Pakan Ikan. Kanisius : Yogyakarta. Hal 9-77.

Baskoro, S. M. dan A. Effendy. 2005. Tingkah Laku Ikan : Hubungannya Dengan Metode Pengoperasian Alat Tangkap Ikan. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perika- nan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bogor

Buwono, I. D. 2000. Kebutuhan Asam Amino Essensial dalam Ransum Pakan Ikan. Kanisius : Yogyakarta. Hal 24-39.

Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pema- saran Hasil Perikanan. 2010. Warta Pasar Ikan : Belut dan Sidat Permintaanya Semakin Meningkat. Edisi April Vol. 80. Jakarta: Ke- menterian Kelautan dan Perikanan. Hal 28-29.

Fitri, A. D. P. 2008. Respon penglihatan dan penciuman ikan kerapu terha- dap umpan terkait dengan efektivi- tas penangkapan. Sekolah Pasca- sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal 74-93.

King, M. G. 1986. The Fisheries Resour- ces of Pacific Island Countries part I : Deep Water Shrimp. School of Fisheries. Australian Maritime College. Tasmania. Australia. 45 p.

Gusrina, 2008. Budidaya ikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Nasional. Hal 167-249.

Halimatusadiah, S. S. 2009. Pengaruh Atraktan untuk Meningkatkan Penggunaan Tepung Darah pada Ikan Kerapu Bebek Cromileptes altivelis. Skripsi. Fakultas Perika- nan dan Ilmu Kelautan, IPB. Bogor. Hal 6-18.

Halver, J. E., J. A. Coats, C. W. De Yoe, H. K. Dupree, G. Post and R. O. Sinihuber. 1973. Nutrient Require- ments of Trout, Salmon and Catfish. Nat. Acad.Sc., Washington D.C., Nat Res. Counc. Comm. Anim, Nutr., Ser. No. 11. 57 p.

Haryati, E. Saede dan A. Pranata. 2011. Pengaruh Tingkat Substitusi Te- pung Ikan dengan Tepung Maggot Terhadap Retensi dan Efisiensi Pemanfaatan Nutrisi pada Tubuh Ikan Bandeng (Chanos chanos

Forsskal). Skripsi. Universitas

Hasanudin. Makasar. Hal 7-8. Kadarini, T., S. Subandiyah, S. Rohmy dan E. Kusrini. 2010. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akua- kultur : Adaptasi dan Pemeliharaan Ikan Hias Gurame Coklat (Spae- rychthys ophronomides) dengan Penambahan Daun Ketapang. Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok.

Jakarta. Hal 809-814. Kusriningrum, R.S. 2008. Buku Ajar

Perancangan Percobaan. Dani Abadi Cetakan Pertama. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. Hal 5-98.

Mashuri, Sumarjan dan Z. Abidin. 2012. Pengaruh Jenis Pakan yang Ber- beda Terhadap Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus albus Zui- euw). Jurnal Perikanan Unram, 1 (1) : 1-7.

Perdana, B. P. 2013. Kinerja Produksi Belut Monopterus albus pada Media Budidaya yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal 3.

Priyono, E. 2009. Alternatif Penambahan Suplemen Hayati untuk Mening- katkan Pertumbuhan Udang Lobs- ter Air Tawar (cherax quadricari- natus). Tesis. Program Pasca- sarjana. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 132 Hal.

Rusmana, D. 2008. Minyak Ikan Lemuru sebagai Imunomodulator dan Penambahan Vitamin E untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Ayam Broiler. Tesis. Sekolah Pascarasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal 7-10.

Samsudin, A. A. W., dan A. Nainggolan. 2009. Efek Penambahan Campuran Vitamin pada Pakan Buatan terha- dap Pertumbuhan Larva dan Per- kembangan Sidat, Anguilla bicolor bicolor. Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia. Vol 2 (1) : 62-68

Sunarma, A., A. Sucipto, S. Mu’minah, dan I. Suharjo. 2009. Kajian Teknik Budidaya Belut (Monopte- rus albus) Tanpa Menggunakan Media Lumpur. BBPBAT. Suka- bumi. Hal 1-9.

Tan, Q. and R. He. 2007. Effect of Dietary Supplementation of Vitamin A, D3, E, and C on Yearling Rice Field Eel, Monopterus albus : Serum Indices, Gonad Development, and Metabolism of Calcium and Phosphorus. Journal of the World Aquaculture Society. Vol. 38, No 1. 146-153.

Tay, A. S. L., S. F. Chew, Y. K. Ip. 2003. The Swamp Eel Monopterus albus Reduces Endogenous Ammonia Production and Detoxifies Ammo- nia to Glutamine during 144 h of Aerial Exposure. The Journal of Experimental Biology, 206: 2473- 2486.

Watanabe, T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Japan International Coorporation Agency (JICA). 233 p.

Yang, D., F. Chen, D. Li, and B. Liu. 2000. Requirements of Nutrients and Optimum Energy-Protein Ratio in the Diet for Monopterus albus. Journal of Fisheries of China/ Shuichan Xuebao 24:259-262.

Yudiarto, S. 2012. Pengaruh Penambahan Atraktan yang Berbeda dalam Pakan Pasta Terhadap Retensi Pro- tein, Lemak dan Energi Benih Ikan Sidat (Aguilla bicolor) Stadia Elver. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Air- langga. Surabaya. Hal 10-21.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Akbar Yusuf Hasyim, Muhammad Arief, Boedi S Rahardja

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License