PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS ENZIM PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR, BAHAN ORGANIK DAN BETN

Organic matter NFE

Authors

  • Pramono Kusuma Wardani
    pramono@fpk.unair.ac.id
    Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Muhammad Arief Departemen Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Muhammad Anam Al-Arif Departemen Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Downloads

Manajemen pakan merupakan salah satu unsur yang sangat menunjang suatu kegiatan usaha budidaya perikanan, sehingga pakan yang tersedia harus memadai dan memenuhi kebutuhan ikan tersebut. Ketersediaan pakan ikan yang efektif, efisien, ramah lingkungan, dan dengan harga yang terjangkau perlu diperhatikan. Nutrisi dalam pakan sangat penting karena beberapa nutrisi tersebut merupakan sumber energi bagi ikan. Nutrisi pakan dalam ransum hendaknya tersedia dalam jumlah yang cukup dan seimbang sebab keseimbangan bahan pakan dalam ransum sangat berpengaruh terhadap daya cerna. Enzim bekerja secara spesifik pada substrat yang kebanyakan terdapat di dalam bahan pakan baik berupa serat kasar yang merupakan bentuk molekul besar sehingga nantinya dapat diserap dan digunakan langsung. Enzim yang ditambahkan sebagai suplemen pada pakan untuk memecah faktor anti nutrisi yang terdapat di dalam campuran pakan, kebanyakan dari senyawa tersebut tidak mudah dicerna oleh enzim endogeneous di dalam ikan dan dapat mengganggu pencernaan normal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat, mahasiswa, dan pembudidaya ikan pada khususnya mengenai pengaruh pemberian beberapa dosis enzim pada pakan komersial terhadap kandungan serat kasar, bahan organik, dan BETN, sehingga bermanfaat bagi semua pihak khususnya terhadap bidang perikanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (P0), pemberian Enzim 2,5% (P1), pemberian Enzim 5% (P2) dan pemberian Enzim 7,5% (P3) dengan masing-masing ulangan lima kali. Parameter yang diamati adalah kandungan serat kasar, bahan organik dan BETN setelah fermentasi selama 5 jam. Data tentang kandungan serat kasar, bahan organik dan BETN yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan Uji F metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan's Multiple Range Test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian enzim pada pakan komersial dapat menurunkan kandungan serat kasar dari sebesar 10,6487% (P0) menjadi sebesar 8,7038% (P1), dapat menurunkan kandungan BETN dari sebesar 34,4230% (P0) menjadi sebesar 34,1849% (P1), dan pada kandungan bahan organik tidak berpengaruh. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada dosis enzim 2,5% terhadap ikan uji serta dilakukan penelitian lebih lanjut dengan lama inkubasi yang berbeda pada perlakuan > 5 jam untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi enzim pada pakan komersial terhadap kandungan serat kasar, BETN dan bahan organik.

Most read articles by the same author(s)