Ketahanan Pangan Rumah Tangga Anak Stunting Usia 6-23 Bulan di Wilangan, Kabupaten Nganjuk

Dessy Nur Fadzila, Edy Purwanto Tertiyus

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v3i1.2019.18-23
Abstract views = 350 times | views = 1087 times

Abstract


Background: Children under two years are susceptible to nutritional problems. Nutritional problems can be caused directly by nutritional intake and infection. Nutritional intake can be affected by conditions of household food security. Household food insecurity can be caused by insufficient food availability which causes a lack of nutritional intake.

Objectives: To analyze the condition of household food security with stunted and non-stunted children aged 6-23 months in Wilangan, Nganjuk District.

Methods: This study was an observational and used case-control design. The subject of this study were 72 children aged 6-23 months in Wilangan, Nganjuk District obtained from the simple random sampling method. The samples of case group were 36 children and control group were 36 children. The United Stated Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) questionnaire was used to measure household food security, and anthropometric measurements of body length. The data analysis used by spearman and chi-squared statistical test.

Results: Majority of non-stunted children was in household food security (75.0%). The stunted children in household food insecurity was higher than non-stunted children (41.7%). This study showed there was no significant correlation between family characteristics with stunted. But, there was a correlation between the age of children under two years old (p=0.02) and household food security status (p=0.041) with stunted.

Conclusions: Household with food insecurity have a higher risk stunted than household with food security.

ABSTRAK

Latar Belakang: Anak yang berusia dibawah dua tahun rentan mengalami masalah gizi. Masalah gizi dapat disebabkan oleh asupan gizi yang dipengaruhi ketahanan pangan. Rumah tangga yang mengalami rawan pangan dapat disebabkan oleh ketersediaan pangan yang kurang sehingga menyebabkan kurangnya asupan gizi.

Tujuan: Menganalisis kondisi ketahanan pangan rumah tangga dengan stunting dan non-stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

Metode: Jenis penelitian yaitu observasional dan menggunakan desain penelitian kasus kontrol. Subjek dari penelitian ini adalah anak berusia 6-23 bulan di Wilangan Kabupaten Nganjuk sebanyak 72 baduta yang didapatkan dari metode simple random sampling. Sampel kelompok kasus sebanyak 36 baduta dan kelompok kontrol sebanyak 36 baduta. Kuesioner United Stated-Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) digunakan untuk mengukur ketahanan pangan rumah tangga, dan pengukuran antropometri panjang badan. Uji statistik menggunakan spearman dan chi-square.

Hasil: Sebagian besar baduta non-stunting berada pada rumah tangga yang tahan pangan (75,0%). Baduta stunting yang berada pada rumah tangga yang rawan pangan lebih tinggi daripada baduta non-stunting (41,7%). Penelitian ini menunjukkan hasil tidak terdapat korelasi yang signifikan antara karakteristik keluarga dengan stunting, namun terdapat korelasi antara usia baduta  (p=0,02) dan ketahanan pangan rumah tangga (p=0,041) dengan stunting.

Kesimpulan: Rumah tangga yang mengalami rawan pangan berisiko stunting lebih tinggi daripada rumah tangga yang tahan pangan.


Keywords


food security, stunted, child aged 6-23 months

Full Text:

Untitled

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Kesehatan Anak Balita di Indonesia. 2015. Available from http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-anak-balita.pdf. Diakses pada 15 Oktober 2018.

Dewey, K. G. & Begum, K. Original Article: Long-term Consequences of Stunting in Early Life. Matern. Child Nutr. 7, 5–18 (2011).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Balita Pendek. 2016. Available from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/situasi-balita-pendek-2016.pdf. Diakses pada 24 Maret 2018.

UNICEF, WHO & World Bank Group. Levels and Trends in Child Malnutrition. 2017. Available from https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2017/05/JME-2017-brochure-1.pdf. Diakses pada 5 Februari 2018.

UNICEF, WHO & ASEAN. Regional Report on Nutrition Security in ASEAN. 2, 2016. Available from https://www.unicef.org/eapro/Regional_Report_on_Nutrition_Security_in_ASEAN_%28Volume_2%29.pdf. Diakses pada 6 Februari 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013. 2013. Availabe from http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas 2013.pdf. Diakses pada 5 Februari 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riskesdas 2018. 2018. Availabe from https://www.litbang.kemkes.go.id/wp-content/uploads/riskesdas/hasil-riskesdas-2018.pdf. Diakses pada 22 November 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2017. 2017. Available from http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017_975.pdf. Diakses pada 5 Februari 2018.

WHO. Nutrition Landscape Information System: Country Profile Indicators Interpretation Guide. 2010. Available from http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44397/9789241599955_eng.pdf?sequence=1. Diakses pada 6 Februari 2018.

WHO. Childhood Stunting : Context , Causes and Consequences WHO Conceptual framework. 9, 2013. . Available from http://www.who.int/nutrition/events/2013_ChildhoodStunting_colloquium_14Oct_ConceptualFramework_colour.pdf. Diakses pada 6 Februari 2018.

Undang-Undang No . 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Undang-Undang No . 7 Tahun 1996 Tentang Pangan. 1996. Available from http://jdih.pom.go.id/showpdf.php?u=5wi43wZMaMUe9clfuVfMQ26IlDQPaCHTUWrOmU%2BCrCY%3D. Diakses pada 17 Mei 2018.

Arlius, A., Sudargo, T. & Subejo. Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dengan Status Gizi Balita (Studi di Desa Palasari dan Puskesmas Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang). J. Ketahanan Nas. 23, 359–375 (2017).

Cook, J. T. & Frank, D. A. Food Security, Proverty, and Human Development in the United States. Ann. N. Y. Acad. Sci. 1136, 193–209 (2008).

Safitri, C. A. & Nindya, T. S. Hubungan Ketahanan Pangan dan Penyakit Diare dengan Stunting pada Balita 13-48 Bulan di Kelurahan Manyar Sabrangan , Surabaya. Amerta Nutr. 1, 52–61 (2017).

Masrin, Paratmanitya, Y. & Aprilia, V. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan. J. Gizi dan Diet. Indones. 2, 103–115 (2014).

Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). 2017. Available from http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Binder_Volume1.pdf. Diakses pada 5 Februari 2018.

Bickel, G., Nord, M., Price, C., Hamilton, W. & Cook, J. Guide to Measuring Household Food Security Revised 2000. 2000. Available from http://hungerfreecommunities.org/wp-content/uploads/2011/04/USDA-guide-to-measuring-food-security.pdf. Diakses pada 12 Maret 2018

Hafid, F. & Nasrul. Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan di Kabupaten Jeneponto. Indones. J. Hum. Nutr. 3, 42–53 (2016).

Setyawati, V. A. V. Kajian Stunting Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Di Kota Semarang. in The 7th University Research Colloqium 2018 STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta 834–838 (2018).

Ajao, K. O., Ojofeitimi, E. O., Adebayo, A. A., Fatusi, A. O. & Afolabi, O. T. Influence of Family Size, Household Food Security Status, and Child Care Practices on the Nutritional Status of Under-five Children in Ile-Ife, Nigeria. Afr. J. Reprod. Health 14, 123–132 (2010).

Utami, N. H. & P., D. S. K. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia Dibawah Dua Tahun (Baduta) di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Jawa Barat. Gizi Indones. 38, 105–114 (2015).

Rahayu, A. & Khairiyati, L. Risiko Pendidikan Ibu terhadap Kejadan Stunting pada Anak 6-23 Bulan. Penel Gizi Makan 37, 129–136 (2014).

Azmy, U. & Mundiastuti, L. Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non- Stunting di Kabupaten Bangkalan. Amerta Nutr. 2, 292–298 (2018).

Nadiyah, Briawan, D. & Martianto, D. Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 0-23 Bulan di Provinsi Bali, Jawa Bawat, dan Nusa Tenggara Timur. J. Gizi dan Pangan 9, 125–132 (2014).

Illahi, R. K. Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, dan Panjang Lahir dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan di Bangkalan. J. Manaj. Kesehat. 3, 1–14 (2017).

Mustikaningrum, A. C., Subagio, H. W. & Margawati, A. Determinan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 6 Bulan di Kota Semarang. J. Gizi Indones. 4, 82–88 (2016).

Kandeepan, K., Balakumar, S. & Arasaratnam, V. Nutritional Status and Food Insecurity among the Children in Northern Sri Lanka. Procedia Food Sci. 6, 220–224 (2016).

Sarma, H. et al. Factors Influencing the Prevalence of Stunting Among Children Aged Below Five Years in Bangladesh. Food Nutr. Bull. 38, 291–301 (2017).

Moges, B., Temam, L., Assefa, B. & Doyore, F. Household Food Insecurity is the Main Correlate of Childhood Stunting in the Most Critical Period of Growth and Development in Silti Woreda, SNNPR Ethiopia. J. Hum. Nutr. Food Sci. 4, 1–7 (2016).

Jayarni, D. E. & Sumarmi, S. Hubungan Ketahanan Pangan dan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Balita Usia 2 – 5 Tahun (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Wonokusumo Kota Surabaya). Amerta Nutr. 44–51 (2018). doi:10.20473/amnt.v2.i1.2018.44-51

Betebo, B., Ejajo, T., Alemseged, F. & Massa, D. Household Food Insecurity and Its Association with Nutritional Status of Children 6 – 59 Months of Age in East Badawacho District, South Ethiopia. J. Environ. Public Health 2017, 1–17 (2017).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: