Higiene Sanitasi Dan Kandungan Pewarna Berbahaya Pada Keripik Pisang (Studi Pada Industri Rumah Tangga Keripik Pisang Di Kecamatan X Kabupaten Y)

Denah Setya Imansari, Anita Dewi Moelyaningrum, Prehatin Trirahayu Ningrum

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v2i1.2018.1-9
Abstract views = 729 times | views = 1005 times

Abstract


Background: many cases of poisoning or disease caused by less safety of food consumption, less applying of hygiene sanitation, and the use of dangerous chemical substances which are used as food additives in banana chips.
Objective: this research was done to review the hygiene sanitation in producing banana chips and the content of dangerous dyes in banana chips in x district y regency.
Methods: the method used in this research was descriptive with interview, observation, and laboratory test. The sample number was the total of population of three banana chips factories with 40 employees and 6 samples of banana chips which are divided into salty and sweet banana chips.
Results: the result showed that three factories (100%) had fair hygiene sanitation with the owner’s knowledge related to dye additives (100%) was fair, 1 factory (33%) had fair personal hygiene, and 2 factories (67%) had less personal hygiene. The dyes additives analysis result of all banana chips samples was positive of Ponceau.
Conclusion: two banana chips factories have not been applied appropriate personal hygiene and three factories have banned dye additives to be used.

ABSTRAK

Latar Belakang: Banyak kasus keracunan atau timbulnya penyakit karena konsumsi makanan yang keamanannya tidak terjamin, penerapan higiene sanitasi yang kurang dan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna berbahaya yang digunakan sebagai pewarna pada keripik pisang.
Tujuan: mengkaji higiene sanitasi pengolahan keripik pisang dan kandungan zat pewarna berbahaya pada keripik pisang di Kecamatan X Kabupaten Y.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara wawancara, observasi, dan uji laboratorium. Jumlah sampel merupakan total populasi sebanyak tiga industri keripik pisang dengan pekerja 40 orang dan jumlah sampel keripik pisang sebanyak 6 sampel yang dibedakan menjadi 2 yaitu keripik pisang asin dan keripik pisang manis.

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tiga industri memiliki higiene sanitasi cukup (100%) dan pengetahuan pemilik terkait Bahan Tambahan Pewarna cukup (100%), serta satu industri (33%) memiliki higiene penjamah cukup dan dua industri (67%) memiliki higiene penjamah kurang. Analisa pewarna semua sampel keripik pisang positif Ponceau.
Kesimpulan: Dua industri keripik pisang masih belum menerapkan higiene penjamah yang baik dan ketiga industri menggunakan pewarna ponceau.


Keywords


hygiene sanitation, banana chips, ponceau

Full Text:

PDF

References


Pengawas, B., Dan, O. & Indonesia, R.

Badan pengawas obat dan makanan

republik indonesia. (2012).

Sentra Informasi Keracunan (SIKer)

Nasional. Berita Keracunan Bulan

Oktober-Desember 2016. (2016).

Available at:

http://ik.pom.go.id/v2016/beritakeracunan/

berita-keracunan-bulanoktober-

desember-2016. (Accessed: 5th

April 2017)

Purnawijayanti, H. A. Sanitasi, Higiene,

dan Keselamatan Kerja dalam

Pengolahan Makanan. (Kanisius, 2001).

Alsuhendra dan Ridawati. Bahan Toksik

dalam Makanan. (PT. Remaja Rosdakarya

Offset, 2013).

Metrotvnews. Marak Penggunaan Zat

Berbahaya, WaspadaiJajanan Sekolah ini.

(2015). Available at:

http://m.metrotvnews.com/news/metro/

KZg9LrN-marak-penggunaan-zatberbahaya-

waspadai-jajanan-sekolah-ini.

(Accessed: 13th June 2017)

Usaha, P., Pedesaan, A. & Aldillah, R.

Departemen pertanian 2009. (2009).

Sugiarto., Dergibson, S., Lasmono, T. S.,

Deny, S. Teknik Sampling. (PT.Gramedia

Pustaka Utama, 2003).

Suyanto, B. Metode Penelitian Sosial:

Berbagi Alternatif Pendekatan. (Prenada

Media, 2005).

Nazir, M. Metode Penelitian. (Ghalia

Indonesia, 2003).

Mundiatun., D. Pengelolaan Kesehatan

Lingkungan. (Gava Medika, 2015).

Wilis, A. C. Kondisi Higiene Sanitasi dan

Karakteristik Hidangan di Paguyuban PKL

Wiyung Surabaya. J. Tata Boga 2, 11–17

(2013).

Departemen Kesehatan RI. Higiene

Sanitasi Makanan dan Minuman. (2004).

Sylvia, A. B., RoseAnn, M. & John, B. K.

Hygiene practices and food

contamination in managed food service

facilities in Uganda. African J. Food Sci. 9,

–42 (2015).

E, A. S. A. H., Hussein, H., W, A. F., E, E. S.

& Wasfy, A. Hygienic Practices Among

Food Handlers in Dubai. Int. J. Prev. Med.

Reserach 1, 101–108 (2015).

Cahyogi, P ., L. DI PASAR TRADISIONAL

CERME KABUPATEN BANYUMAS TAHUN

Bul. Keslingmas 35, 216–219

(2016).

Peraturan Menteri Kesehatan RI.

Permenkes RI Nomor

/MenKes/Per/V/85 tentang Zat

Warna Tertentu yang dinyatakan sebagai

Bahan Berbahaya. (1985).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: