Analisis Secara Makroanatomi dan Mikroanatomi pada Gonad Ikan Puso (Harpadon nehereus) yang Ditangkap di Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru, Jawa Timur
[Macroscopical and Microscopical Analysis on the Gonad of Bombay Duck Fish (Harpadon nehereus) Caught in Ujung Pangkah and Weru Waters, East Java]

Merdeka Agus Saputra, Laksmi Sulmartiwi, Juni Triastuti

= http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v8i2.11178
Abstract views = 42 times | views = 51 times

Abstract


Abstrak

Survei langsung yang dilakukan pada bulan September menunjukkan bahwa ikan puso merupakan salah satu ikan yang menjadi hasil tangkapan di Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru. Larangan penangkapan ikan di breeding ground (daerah memijah) dan spawning ground (daerah bertelur) merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penangkapan berlebihan (over exploitation). Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukannya studi aspek reproduksi ikan puso secara makroanatomi dan mikroanatomi agar dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengelola dan mengembangkan ikan puso, sehingga ikan tersebut dapat dipertahankan keberadaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi dan tahap perkembangan gonad ikan puso secara makroanatomi dan mikroanatomi pada Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif, pada penelitian dibuat deskripsi tentang aspek reproduksi pada gonad ikan puso secara makroanatomi dan mikroanatomi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek reproduksi pada gonad ikan puso dari Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru secara makroanatomi dan mikroanatomi meliputi tahap maturing terjadi pada pada kisaran panjang 28,6-31 cm, tahap mature terjadi pada kisaran panjang 26,1-27,2 cm dan tahap resting terjadi pada panjang 30,5 cm.Tahap perkembangan gonad ikan puso secara makroanatomi pada Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru meliputi TKG I, TKG II menuju TKG III dan TKG III, sedangkan tahap perkembangan gonad ikan puso secara mikroanatomi pada Perairan Ujung Pangkah dan Perairan Weru meliputi tahap TKG II, TKG III dan TKG V.

Abstract
The direct surveillance conducted in month of September indicated that bombay duck fish is one of the fish catch yields in Ujung Pangkah and Weru Waters. The prohibition regulation of catching fish in breeding ground and spawning ground is the effort to prevent fish from over-exploitation. Therefore, it requires a research about reproduction aspects study of the bombay duck fish in macroscopical and microscopical way in order to obtain information stood for exploring and developing the bombay duck fish so as the fish can keep sustainable. This research is aimed to identify the reproduction aspects and the development stage of bombay duck fish gonad in macroscopical and microscopical way in Ujung Pangkah and Weru Waters. The research method applied was descriptive method by obtaining the data regarding reproduction aspects of bombay duck fish in macroscopical and microscopical way. As the result, the research showed that the reproduction aspects of bombay duck fish including maturing stage in the range of length between 28,6 cm, mature stage in the range of length between 26,1-27,2 cm and the resting stage occured 30,5 cm. The development of bombay duck fish gonad in macroscopical way in Ujung Pangkah and Weru Waters includes first maturity rate, second maturity rate to third maturity rate and third maturity rate. In contrast, The development of bombay duck fish gonad in microscopical way in Ujung Pangkah and Weru Waters includes second maturity rate, third maturity rate and fifth maturity rate.


Keywords


Bombay duck fish, macroscopical, microscopical, maturity rate

Full Text:

PDF

References


Budiman, 2006. Analisis Sebaran Ikan Demersal Sebagai Basis Pengelolaan Sumberdaya Pesisir di Kabupaten Kendal. Thesis. Universitas Diponegoro. 144 hal.

Dorostghoal, M., Peyghan, R., Papan, F. and Khalili L. 2009. Macroscopic and Microscopic Studies of Annual Ovarian Maturation Cycle of Shirbot Barbus grypus in Karoon River of Iran. 10 (2) : 27.

Effendi, I. M. 1997. Biologi Perikanan. Penerbit : Yayasan Pustaka Nusatama. hal. 3-21.

Ghosh, S., Pillai, N.G.K. and Dhokia, H. K. 2009. Fishery and Population Dynamics of Harpadon nehereus (Ham) off Saurashtra Coast. Indian Journal of Fish. 56 (1) : 13-19.

Ghosh, S. 2014. Fishery, Reproduction Biology and Diet Characteristic of Bombay Duck Harpadon nehereus from the Saurashtra Coast. Indian Journal of Marine Sciences. 43 (3) : 418-426.

Liao, Y.Y., Luo, S.R. and Liu, K.M. 2013. Reproductive Biology of the Bombay-Duck Harpadon microchir in the Coastal Waters off Soutwestern Taiwan. Journal of Marine Sciene and Technology. 013-1211-1.

Mahmoud, H.H. 2009. Gonadal Maturation and Histological Observation of Epinephelus areolatus dan Lethrinus nebulosus in Halaieb/Shalatien Area “Red Sea”, Egypt. Global Veterinaria. 3 (5) : 414-423.

Nazir, M. 2011. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia. Bogor. hal 57.

Nugroho, D.E, Ibrahim dan Rahayu, A.D. 2014. Variasi Morfologi dan Kekerabatan Ikan Nomei Perairan Kalimantan sebagai Upaya Konservasi Ikan Laut Lokal di Indonesia. Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi FKIP UNS. 505-511.

Peterson, B.N.J., and Wyanski. 2014. A Propose “Straw Man” Reproductive Classification for Male Teleost. Article of Dept. Coastal Science and Marine Resource Research Institute. pp. 10.

Pillai, V.N. and Menon, N.G. 2000. Marine Fisheries and Management. Central Marine Fisheries Research Institute (Indian Council of Agricultural Research). 349-353.

Priyadharsini, S., Manoharan, J., Varadharajan, D. and Subramaniyah, A. 2013. Reproductive Biology and Histology Study of Red Lionfish Pterois Volitan from Cuddalore, South East Coast of India. Journal Aquac Res Development. 4:6.

Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Edisi pertama. Jakarta. hal. 225-226. Skoblina, M.N. 2010. Hydration of Oocytes in Teleost Fishes. Russian Journal of Developmental Biology. 41 (1) : 112.

Tsai, Y.J., Lee, M.F, Chen, C.Y., and Chang, C.F. 2011. Development of Gonadal Tissue and Aromatase Function in the Protogynus OrangeSpotted Grouper Epinephelus coioides. Zoological Studies. 50 (6): 693-704.

Zamidi, S., A., Zaidi, C.C., Mazlan, A.G, Alam, G. M., Al-Amin, A.Q, and Simon, K.D. 2012. Fecundity and Temporal Reproductive Cycle of Four Finger Threadfin (Eleutheronema tetradactylum) in Malaysian Coastal Water. Asian Journal of Animal and Veterinary Advances. 7 (11) : 1100-1109.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

JIPK IS INDEXED BY :

 

          

        

          

           

 

 

 

View JIPK Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

EDITORIAL  OFFICE

JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN (JIPK) /SCIENTIFIC JOURNAL OF FISHERIES AND MARINE

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA
Kampus C UNAIR, Jl. Dharmahusada Permai No.330, Mulyorejo,
Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Indonesia. 60115
Telepon: (031) 5911451
Fax. (031) 5965741
Email : jipk@fpk.unair.ac.id

 

 

 This Journal is Supported by