Potensi Sedasi Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap Ikan Koi (Cyprinus carpio)
[Sedation Potential Essential Oil of Bandotan Leaf (Ageratum conyzoides) to Koi Fish (Cyprinus carpio)]

Laksmi Sulmartiwi, Boedi Setya Rahardja, Ade Wahyu Pratama

= http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v9i2.7639
Abstract views = 1929 times | downloads = 2684 times

Abstract


                                                              Abstrak
Transportasi ikan berhubungan dengan metode pembiusan. Pembiusan ini dilakukan untuk menurunkan metabolisme atau keaktifan (sedative). Metabolisme yang tinggi selama transportasi dapat diminimalkan dengan menggunakan metode imotilisasi. Dengan suhu atau senyawa metabolik, bahan antimetabolik alami yang dapat digunakan adalah tanaman bandotan (Ageratum conyzoides). Bandotan merupakan tanaman obat yang mengandung minyak atsiri dan saponin (Kardono, 2003). Pada bidang perikanan, untuk mengurangi stres pada ikan dan juga digunakan menenangkan serta penurunan keaktifan (sedative) atau obat analgesik yang digunakan pada hewan vertebrata (Neiffer and Stamper, 2009). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi sedasi pemberian minyak atsiri daun bandotan terhadap ikan koi (Cyprinus carpio). Hasil analisis varian (ANAVA) menunjukkan bahwa setiap perlakuan minyak atsiri daun bandotan memberikan pengaruh terhadap waktu pingsan, waktu pulih sadar dan tachiventilasi (p<0,05). Rentang waktu pingsan tercepat pada perlakuan I saat menit ke- 27-30 dan rentang waktu pingsan terlama pada perlakuan D saat menit ke- 55. Rentang waktu pulih sadar tercepat pada perlakuan D saat menit ke- 5 dan rentang waktu pulih sadar terlama pada perlakuan I saat menit ke- 15-18. Rata-rata tachiventilasi tertinggi pada perlakuan A pada pengamatan menit ke- 60 (810 bit/5 menit) dan terendah pada I (343 bit/5 menit) pada pengamatan menit ke- 60. Berdasarkan pengukuran kualitas air yaitu suhu air antara 29-31o C, oksigen terlarut 6 ppm, pH berkisar 8-8,3 dan amoniak 0,02-0,27 mg/l.

                                                                  Abstract

Transportation of fish associated with the method of anesthesia. Anesthesia is done to decrease metabolism or liveliness (sedative). A high metabolism during transport can be minimized by using imotilisasi. Imotilisasi can be done by using a low temperature or chemical or natural metabolic compounds (Soedibya and Pramono, 2006). Antimetabolic natural ingredients that can be used is a plant bandotan (Ageratum conyzoides). Bandotan is a medicinal plant that contains essential oils and saponins (Kardono, 2003). In the field of fisheries, to reduce stress on the fish and also used a calming as well as a decrease in the activity (sedative) or analgesic drugs used in vertebrate animals (Neiffer and Stamper, 2009). The purpose of this study to determine the potential for sedation administration bandotan leaf essential oil to the koi (Cyprinus carpio). Results of analysis of variance (ANOVA) showed that each treatment bandotan leaf essential oil to give effect to the time unconscious, conscious and tachiventilasi recovery time (p<0.05). Range fastest time in treatment I fainted while 27-30 minutes and the longest time span in treatment D fainted while 55 minute span of the fastest recovering conscious at the time of treatment D 5 minutes and recovered aware longest time span in treatment I while 15-18 minutes. The highest average tachiventilasi on treatment A on the 60 minute observation (810 bits / 5 min) and the lowest in the I (343 bits / 5 min) on minute 60 observation. Based on the measurement of water quality is the water temperature between 29-31o C, dissolved oxygen is 6 ppm, pH ranged from 8 to 8.3 and ammonia 0.02 to 0.27 mg / l


Keywords


Sedasi, Ageratum conyzoides, Antimetabolik

Full Text:

PDF

References


Almeida, R. N., Navaro, D. S., & Barbosa-Filho, J. M. 2001. Plants with central analgesic activity. Phytomedicine, 8(4):-322.

Bachtiar, & Yusuf. 2002. Mencemerlangkan Warna Koi. Agromedia Pustaka: Depok. Hal. 5.

Bouda, H., Tapon Djou, L. A., Fontem, M. Y., & Gumed Zoe, D. 2001. Effect of Essential Oils from Leaves of Ageratum conyzoides, Lantana camara and Cromolaena odorata on The Mortality of Sithopilus zeamais (Coleoptera, Curculionidae). Journal of Stored Products Research, 37:193-199.

Cooke, S. T., Suski,C. D., Ostrad, K. G., Tufts, B. L., & Wahl, D. H. 2004. Behavioral and Physiological Assessment of Low Concentrations of Clove Oil Anaesthetic for Handling and Transporting Largemouth Bass (Micropterus salmoides). Aquaculture, 239: 509-529.

De Sousa, D. P. 2011. Analgesic-like Activity of Essential Oils Constituents. Molecules, 16: 2233-2252.

Effendy, & Hersanto. 1993. Mengenal Beberapa Jenis Koi. Kanisius: Jakarta. Hal. 11-68.

Ferdiansyah. 2000. Toksisitas dan Daya Anestesi Minyak Cengkeh Eugenol aromatica terhadap Benih Ikan Patin Pangasius hypophthalmus. Skripsi. Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 68 hal.

Hochachka, P. W., Lutz, P. L., Sick, T., Rosenthal, M., & van den Thillart, G. 1993. Surviving Hypoxia : Mechanisms of Control and Adaptation. CRC Press. USA.

Jannah, & Miftakhul, K. 2009. Pengaruh Ekstrak Valerian Terhadap Efek Sedasi pada Mencit Balb/C. Laporan Akhir Penelitian. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro. Semarang. 24 hal.

Kardono, L., & Artanti, N. 2003. Selected Indonesian Medical Plants Monographs and Description. Garsindo. Jakarta. hal. 42-

Karmila, M. 2000. Fenotipe Warna Keturunan Diploid dan Triploid Hasil Persilangan Ikan Koi (Cyprinus Carpio L.) Kohaku dan Sanke Betina dengan Jantan Shiromuji dan Higoi. Skripsi. Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. hal.

Koo, Byung-Soo, Park, Kyung-Su, Ha, Jeoung-Hee, Park, J. H., Lim, Jae-Chul, & Lee, Dong-Ung. 2003. Inhibitory Effects of the Fragrance Inhalation of Essential Oil from Acorus gramineus on Central Nervous System. Biol. Pharm. Bull, (7): 978-982.

Laili, & Ulfatul. 2007. Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Prevalensi dan Kelulushidupan Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophyla. Skripsi. Fakultas Sain dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang. Malang. 24 hal.

Mulyadi, M. T., Usman, & Suryani. 2010. Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Selais (Ompok hypophthalamus). Berkala Perikanan Terubuk, 38(2): 21-40.

Neiffer, D. L., & Stemper, M. A. 2009. Fish Sedation, Anesthesia, Analgesia, and Euthanasia: Considerations, Methods, and Types of Drugs. ILAR Journal, 50(4).

Rahim, S. W., Nessa, M. N., Trijuno, D. D., & Djawad, D. 2013. Efektivitas minyak cengkeh sebagai bahan anaestesi terhadap ikan injel biru-kuning (Centropyge bicolor). Makalah Seminar Nasional di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Makassar. 14 hal.

Ross, L. G., & Ross, B. 2008. Anaesthetic and Sedative Techniques for Aquatic Animals 3rd Edition. United Kingdom. Blackwell Publishing. pp.10,11,15.

Sani, N. S., Rachmawati, R., & Mahfud. Pengambilan Minyak Atsiri dari Melati dengan Metode Enfleurasi dan Ekstraksi Pelarut Menguap. Jurnal Teknik POMITS, 1(1): 1-4.

Sanjaya, Y. 2011. Pengaruh Kosentrasi Larutan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Tingkat Kelulusan dan Buka Tutup Operkulum Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) dalam Transportasi Sistem Tertutup. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. v, 24 hal.

Shinta. 2012. Potensi Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin B.), Daun Babandotan (Ageratum conyzoides L), Bunga Kenanga (Canaga odorata hook F & Toms) dan Daun Rosemarry (Rosmarinus officinalis L) sebagai Repelan terhadap Nyamuk Aedes Aegypti L. Media Litbang Kesehatan, 22(2): 61-

Soedibya, P., H. & Pramono, T. B. 2006. Kajian Fisiologis Ikan Bawal (Colosoma sp.) Dengan Suhu Rendah : Dasar Pengembangan Transportasi Ikan. Makalah Seminar Nasional. Revitalisasi Usaha Perikanan Dalam Rangka Peningkatann Kualitas dan Kesehatan Produk Dengan Penerapan Pola Efisiensi dan Hemat Bahan Bakar Minyak (BBM). Universitas Airlangga. Surabaya. 2 hal.

Sulmartiwi, L., Chotimah, D. W., Tjahjaningsih, W., Widiyatno, T. V., & Triastuti, J. 2009. Respon Daya Cerna dan Respirasi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pasca Transportasi dengan Menggunakan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai Bahan Antimetabolik. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 1: 79-86.

Tidwell, H., James, Shawn, D., Coyle, Robert, M., & Durborow. 2004. Anesthetics in Aquaculture. SRAC Publication No. 3900.

Tripathy. P., Dubey, N. K., & Shukla, A. K. 2008. Use of Some Essential Oils at PostHarvest Botanical Fungicides in the Management of Grey Mould of Grapes Caused by Botry Cinerea. Word J. Microbial Biotechnol, 24: 39-46


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

JIPK IS INDEXED BY :

                  

       

     

                      

           

 

             

          

     

                  

      

      

       

     

     

       

                         

  

View JIPK Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

EDITORIAL  OFFICE

JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN (JIPK) /SCIENTIFIC JOURNAL OF FISHERIES AND MARINE

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA
Kampus C UNAIR, Jl. Dharmahusada Permai No.330, Mulyorejo,
Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Indonesia. 60115
Telepon: (031) 5911451
Fax. (031) 5965741
Email : jipk@fpk.unair.ac.id

 

 

 This Journal is Supported by