DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN PROTEIN BISKUIT SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI UNTUK PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN IBU HAMIL KEK

Iga Ayuni Fatmala, Annis Catur Adi

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v12i2.156-163
Abstract views = 929 times | views = 2004 times

Abstract


The use of purple sweet potato fl our and soy protein isolates to be processed into protein biscuit has a good potential to be an appropriate supplementary food for chronic energy deficiency (CED) pregnant woman compared to biscuits commercialized on market. This research aimed to investigate the acceptance and protein content of biscuits that had been substituted with purple sweet potato fl our and soy protein isolates. This research was true experimental design with completely randomized design (RAL) with 6 repetitions. There was 3 formulas which were 1 control formula (F0) and 2 modified formulas (F1, F2). The total of purple sweet potato fl our substitution on F1 was 170 g and F2 was 90 g, meanwhile the total of soy protein isolate substitution on F1 was 30 g and F2 was 10 g. The data was analyzed by applying descriptive analyses which was tested by Kruskal Wallis and Mann Whitney to find the effect among formulas. The result of this research showed that generally the assessment of biscuit was well accepted by pregnant woman and the highest average of acceptance was F2 formula. The assessment of the highest acceptance for color and aroma characteristic was F2. The assessment of color, aroma, and taste among formulas had no significant impact (α<0.05), meanwhile on texture characteristic there was significant effect (α>0.05). The best formula (F2) has a good acceptance and posses protein content of 11.9 g per 100 g that can fulfill the need of 10% protein for pregnant woman so it can be used as supplementary food for pregnant woman.


Keywords


biscuit, pregnant woman, soy protein isolate, purple sweet potato flour

Full Text:

PDF

References


Agusman. (2013). Pengujian Organoleptik.Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang. Diakses dari http://tekpan.unimus.ac.id/wpcontent/uploads/2014/03/Uji-Organoleptik-ProdukPangan.pdf.

Ausa, E. S., Jafar, N., Indriasari, R. (2013). Hubungan pola makan dan status sosial ekonomi dengan kejadian kek pada ibu hamil di kabupaten Gowa tahun 2013. Jurnal Universitas Hasanudin. Diakses dari http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5508/jurnal.pdf.

Basuki, E.K., Yulistiani, R., & Dwi, N. (2010). Kajian penambahan minyak dan isolat protein kedelai pada sosis ikan layur. Neptunus Jurnal Kelautan,16(2), 114–120. Diakses dari http://docplayer.info/38301876-Kajian-penambahanminyak-dan-isolat-protein-kedelai-pada-sosisikan-layur.html.

Claudia, R., Estiati, T., Ningtyas, D. W., dan Widyastuti, E. (2015). Pengembangan biskuit dari tepung ubi jalar oranye (Ipomoea batatas L.) dan tepung jagung (Zea mays). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4), 1589-1595. Diakses dari http://www.jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/284.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. (1981). DaftarKomposisi Bahan Makanan: Jakarta.

Endrasari, R., dan Nugraheni, D. (2012). Pengaruh berbagai cara pengolahan sari kedelai terhadap penerimaan organoleptik. Artikel dipresentasikan pada Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Pekarangan, Semarang. Diakses dari jateng.litbang.pertanian.go.id/ind/images/artikel/publikasipenelitipenyuluh/2012/Hal%20468-475%20r.endrasari1%20-%20div.pdf.

Fiani, M., dan Japarianto, E. (2012). Analisa pengaruh food quality dan brandimage terhadap keputusan pembelian roti kecik toko roti Ganepis di Kota Solo. Jurnal Manajemen Pemasaran, 1(1), 1-6. Diakses dari http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-pemasaran/article/view/72.

Hardoko, L. H., dan Siregar, T. M. (2010). Pemanfaatan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai pengganti sebagian tepung terigu dan sumber antioksidan pada roti tawar. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 21 (1), 25-32. Diakses dari http://mail.student.ipb.ac.id.index.php/jtip/article/view/2414.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2010). Pedoman gizi ibu hamil dan pengembangan makanan tambahan ibu hamil berbasis pangan lokal. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA.

Koeswardhani, M. (2016). Dasar-dasar teknologi pangan. Jakarta: Universitas Terbuka. Diakses dari http://repository.ut.ac.id/4619/PANG4312-M1.pdf.

Koswara, S. (2013). Teknologi pengolahan umbi-umbian bagian 5: pengolahan ubi jalar.Bogor: Institut Pertanian Bogor. Diakses dari http://seafast.ipb.ac.id/tpc-project/wp-content/uploads/2013/10/5-pengolahanubi jalar ungu.

Marta, H., dan Tensiska. (2013). Pembuatan berbagai produk ubi jalar dalam upaya diversifikasi pangan dan peningkatan gizi msyarakat di Desa Sekarwangi dan Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 2(2), 85-92. Diakses dari http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/8220/3768.

Mayasari, R.(2015). Kajian karakteristik biskuit yang dipengaruhi perbandingan tepung ubi jalar (Ipomoea batatas L.) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Artikel Ilmiah. Universitas Pasundan. Diakses dari http://repository.unpas.ac.id/3211/2/ARTIKEL%20KAJIAN%20KARAKTERISTIK%20BISKUIT%20YANG%20DIPENGARUHI%20PERBAN.pdf.

Mervina.(2009). Formulasi biskuit dengan subtitusi tepung ikan lele dumbo (Clarias gariepenus) dan isolat protein kedelai (Glycine max) sebagai makanan potensial untuk anak balita kurang gizi. Skripsi Institut Pertanian Bogor). Diakses dari http://core.ac.uk/download/pdf/32347140.pdf.

Mervina, Kusharto, C. M., &Marliyati, S.A. (2012). Formulasi biskuit dengan substitusi tepung ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dan isolat protein kedelai (Glycine max) sebagai makanan potensial untuk anak balita gizi kurang. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 23(1), 9–16. Diakses dari .http://journal.ipb.ac.id/index.php/jtip/article/view/5287/4229

Muliawati, S. (2013). Faktor penyebab ibu hamil kekurangan energi kronis di Puskesmas Sambi kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali tahun 2012. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 3(3), pp 40-50. Diakses dari http://www.apikescm.ac.id/ejumalinfokes/index.php/infokes/article/view/115/112.

Purwanto dan Hersoelistyorini, W. (2011). Studi pembuatan makanan pendamping asi (mp-asi) menggunakan campuran tepung kecambah kacang kedelai, kacang hijau, dan beras. Jurnal Pangan dan Gizi, 2(3), 43-54. Diakses dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article.pdf.

Rosidah. (2014). Potensi ubi jalar ungu sebagai bahan baku industri pangan. Jurnal Teknobuga, 1(1), 44-52. Diakses dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/article/view/6403/4858.

Santoso, S. P. (2005). Teknologi Pengolahan Kedelai (Teori dan Praktek) Malang: Universitas Widyagama Malang. Diakses dari http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33238027/teknologi-pengolahan-kedelai-teori-dan-praktek.pdf.

Supariasa, I. D. N. (2002). Penilaian Status Gizi. Jakarta: ECG.

Syari, M., Serudji, S., Mariati U. (2005). Peran asupan gizi makronutrien ibu hamil terhadap berat badan lahir rendah di kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3), 1-8. Diakses dari http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/355.

Williams dan Margareth. (2001). Food Experimental Perspective, forth Edition, Prentice Hall, New Jersey.

Winarno, F. G. (2004) Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 In Collaboration

View MGI Stats