DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI (ENERGI, PROTEIN) GYOZA YANG DISUBSTITUSI KEONG SAWAH (Pila ampullacea) DAN PUREE KELOR (Moringa oleifera)
[The Acceptability and Nutrient Content (Energy, Protein) of Gyoza Subtitute with Snail (Pila Ampullacea) and Puree Moringa (Moringa Oleifera)]

Nabillah Eka Permatasari, Annis Catur Adi

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v13i1.62-70
Abstract views = 667 times | views = 2163 times

Abstract


Snail and moringa are the example of food that contain several nutrition such as energy, protein, calcium  needed by stunted children. The purpose of this study was to analyze the effect of snail (Pila ampullacea) and puree moringa (Moringa oleifera) substitution toward the acceptance and nutritional value (energy and protein) of gyoza  as an healthy snack alternative. This study was an experimental with complete random design study. Untrained panelists were 30 students of grade five student in elementary school Komplek Kenjeran II 506. Elementary school Based on scoring by panelist formula F3 is the best treatment formula, because it is better in color and texture aspect but it has no significant difference in aroma and taste compared with treatment formula. The Friedman Test showed there were significant differences in color, aroma, texture and taste (p<0.05). Result of Wilcoxon Signed Rank Test showed that overall test of control formulas and treatment formulas were having differences but the result between treatment formulas were not having significant differences.  The highest energy and protein content were F3 224.8 g and 12.75 g/100 g gyoza. Based on the best acceptance value and the highest energy content, it was conclude that the optimization formula was F3 (75 g snail and 20 g moringa) as an alternative healthy snack for school-children.


Keywords


school-aged children; gyoza; moringa; snail

Full Text:

PDF

References


Aina, Q. dan Ismawati, R. (2014). Pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan jenis lemak terhadap hasil jadi rich biscuit. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan 3(3). 106-115.

Aridiyah, F.O, Rohmawati, N, Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan (the factor affecting stunting on toddlers in rural and urban areas). e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1).

Cipta. (2014). Sejarah makanan gyoza. Diakses dari http://livejapan.com/id/article/.

Darma, B. (2016). Pengolahan keong mas (kalambuai) dan keong sawah. Diakses dari http://budidarma.com.

Das, A.K, Rajkumar, V, Verna, A.K, Swarup, D, (2012). Moringa oleifera leaves extract: A natural antioxidant for retarding lipid peroxidation in cooked goat meat patties. International Journal of Food Science and Technology 47; 585-591.

Harisina, A.A. (2016). Mutu organoleptik, nilai gizi (protein, kalsium, serat) dan nilai ekonomi flakes substitusi buah sukun (Artocarpus communis) dan kacang hijau (Vigna radiata) (yang tidak dipublikasikan) Universitas Airlangga Surabaya.

Kar B, Rao S dan Chandramouli B. (2008). Cognitive development in children with chronic protein energy malnutrition. Behavioral and Brain Functions 4, 31.

Karyantono, O.(2016). Kue lepa dengan berbagai formulasi sebagai alternatif makanan tambahan untuk anak sekolah dasar. (yang tidak dipublikasikan) Universitas Airlangga Surabaya.

Kementrian Kesehatan RI. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Diakses dari http://www.depkes.go.id.

Kesuma, A, Novayelinda, R. Sabrian, F. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesulitan makan anak sekolah. e-Jurnal JOM, 2(2).

Khomsan, A. (2002). Susut gizi akibat proses pemasakan. Diakses dari http://www.kompas.com/kesehatan/news/0204/23/015943.htm.

Krisnadi, A.D. (2012). Kelor super nutrisi. blora (ID): pusat informasi dan pengembangan tanaman kelor Indonesia. Kunduran. Yogyakarta: Lembaga Swadaya Masyarakat Media Peduli Lingkungan (LSM-MEPELING).

Marwoto, R.M, Isnaningsih, N.R, Mujiono, N, Alfiah. Riena. (2011). Keong air tawar Pulau Jawa (moluska, gastropoda). [PDF] Pusat Penelitian Biologi- LIPI. Tersedia di http://www.lipi.go.id.

Mahmud, M.K, Zulfianto, N.A, (2009) Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: Elex Media Komputindo.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah. Diakses dari binapemdes.kemendagri.go.id/.../Permendagri_No._18_Th_._2011_Ttg_._Pedoman_...

Niken, AH. & Adepristian DY. (2013). Isolasi amilosa dan amilopektin dari pati kentang. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2(3). 57–62. Diakses dari http://ejournal-s1.undip. ac.id/index.php/jkti.

Nweze, N.O, and Nwafor, F.I. (2014). Phytochemical, proximate and mineral composition of leaf extracts of Moringa

oleifera lam. Journal of Pharmacy and Biological Science. 9 99-103.

Oktasari, N. (2014). Pemanfaatan Keong Sawah (Pila amapullacea) pada pembuatan nugget sebagai alternatif makanan berprotein tinggi desa jurug Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. (Skripsi yang tidak dipublikasikan) Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Permatasari, N E. (2017). Pengaruh substitusi keong sawah (Pila ampullacea) dan puree kelor (Moringa oleifera) terhadap sifat organoleptik, kadar protein,kalsiun, zat besi, dan seng serta nilai ekonomi gyoza sebagai jajanan anak sekolah stunting. (Skripsi yang tidak dipublikasikan) Unversitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Rahayu, W.P., (2001). Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Bogor: IPB.

Sediaoetama, A.D. (2000). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi di Indonesia Jilid I. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.

Suhardjo, (2003). Perencanaan pangan dan gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

Sundari, D., Almasyhuri., Lamid, A. (2015). Pengaruh proses pemasakan terhadap komposisi zat gizi bahan pangan sumber protein. Media Litbangkes. 25(4) 235-242

Tanjung, I. S., Prastiwi, D.A., Nurmaghfiroh., Wulandari, R., kurniawan, E.K. (2013). Bakso tutut: sumber protein baru penggemar bakso. (Laporan akhir program kreativitas mahasiswa. Bogor IPB).

Wardhono, W., (2012). Pengaruh rasio penggunaan daging tutut dan daging sapi terhadap sensori bakso tutut. (Skripsi yang tidak dipublikasikan) Universitas Bandung Raya, Bandung.

Winarno,F.G., (2004). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Graha Pustaka Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Media Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

             

    

 In Collaboration

View MGI Stats