Asupan Vitamin A, C, E, Dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Pada Lansia Hipertensi dan Non Hipertensi Di Puskesmas Banyu Urip, Surabaya

Intan Putri Risky Amalia, Erwin Astha Triyono

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.382-391
Abstract views = 1252 times | downloads = 2344 times

Abstract


Background: Hypertension is a non-comunicable disease that easy found in ederly. Dietary intake had an important role as prevent and manage hypertension.

Objectives: The objective of this study was to invistigate correlation of dietary intake of vitamins A, C, E and Body Mass Index (BMI) with hypertension among ederly at Puskesmas Banyu Urip Surabaya.

Methods: This study was observational that uses case-control desain. Samples calculated according Lemeshow formula amount of 32 respondent (total case and control). This study was held in July until August 2018. Statistical analysis use Chi Square.

Results: The result showed that most of subjects were 66-70 years old, woman (87.5%), who had education history primary school (37.5%), and work as house wife (71.9%). Most of subject had adequate vitamin A (96.9%), inadequate vitamin C (87.5%) and inadequate vitamin E (100%). BMI most subject was normal (59.4%). This study demostrated that there was no significant correlation between vitamin C intake and hypertension (OR=3.462; 95% CI=0.32-37.473; p=0.300), and no significant correlation between BMI and hypertension (OR=0.455; 95% CI=0.18-1.921; p=0.236). Averange intake of vitamin A in respondent hypertension was 1301.02±407.84 ug and 1968.03 ±407.84 ug in respondent with normo tension. Averange intake of vitamin E in respondent hypertension was 3.06 ±1.2 mg and 3.34 ±1.23 mg in respondent with normo tension.

Conclusions: There was no significant correlation between dietary intake vitamin C and BMI with hypertension. Averange intake of vitamin A, C, and E was better in respondent with normo tension.

ABSTRAK

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan mudah ditemui pada usia lansia. Asupan makanan memegang peranan penting dalam mencegah dan penatalaksanaan hipertensi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin A, C, E dan IMT dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Banyu Urip Surabaya.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain case control. Sampel penelitian ini dihitung sesuai dengan rumus Lemeshow yakni sebesar 32 responden (total kelompok kasus dan kontrol). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2018. Analisis statistik yang digunakan uji Chi Square.

Hasil: Sebagian besar responden berusia 66-70 tahun, berjenis kelamin wanita (87,5%), riwayat pendidikan terakir SD sederajat (37,5%), dan berkerja sebagai ibu rumah tangga (71,9%). Tingkat kecukupan vitamin A sebagian besar baik (96,9%). Tingkat kecukupan vitamin C sebagian besar kurang (87,5%). Tingkat kecukupan vitamin E kurang (100%). IMT sebagian besar responden normal (59,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan vitamin C dengan hipertensi (OR=3,462; 95% CI=0,32-37,473; p=0,300) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan IMT dengan hipertensi (OR=0,455; 95% CI=0,18-1,921; p=0,236). Rata-rata asupan vitamin A pada responden hipertensi sebesar 1301,02 ±407,84 ug dan pada tekanan darah normal 1968,03 ±956,67 ug. Rata-rata asupan vitamin E  pada responden hipertensi sebesar 3,06 ±1,2 mg dan pada tekanan darah normal sebesar 3,34 ±1,23 mg.

Kesimpulan: Asupan vitamin C dan IMT tidak berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi. Rata-rata asupan vitamin A, C, dan E lebih besar pada responden kelompok tekanan darah normal.


Keywords


dietary intake of vItamin A, vitamin C, vitamin E, Body Mass Index, hypertension

Full Text:

PDF

References


Kemenkes. Elderly Condition in Indonesia. Report 8 (2016). doi:ISSN 2442-7659

James, P. A. et al. 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. Jama 311, 507 (2014).

World Health Organization. Global health observatory data: raised blood pressure. WHO Rais. blood Press. 39–40 (2016).

World Health Organization. A Global Brief on Hypertension. [e-book] Avaible from https://doi.org/10.1136/bmj.1.4815.882-a. Diakses pada 27 Agustus 2018

Utsugi, M. T. et al. Fruit and vegetable consumption and the risk of hypertension determined by self measurement of blood pressure at home: the Ohasama study. Hypertens. Res. 31, 1435–1443 (2008).

US. Department Of Health and Human Service. (2006). Lowering Your Blood Pressure With DASH. Blood, 64. https://doi.org/10.1037/e566492010-001. Diakses pada 28 Agustus 2018

Regi, Hillari Dita., Martha, Irene Kartasurya., Suyatno. Hubungan Tingkat Kecukupan Vitamin A, C, E Dan Seng Sebagai Antioksidan Dengan Tekanan Darah Sistolik Dan Diastolik Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. JKM E-journal, 5 (4), 683–689.

Saputri, Adinda Trisni. Asupan Antioksidan ( Betakaroten , Vitamin C , Vitamin E ) Dan Status Hipertensi Pasien Rawat Jalan Di Poli Penyakit Dalam Rsud Cibabat Cimahi Bandung. Tesis. Bandung, 2015. p.2-3.

Sulastri, D. & Liputo, N. I. Konsumsi Antioksidan dan Ekspresi Gen eNOS3 Alel -786T>C pada Penderita Hipertensi Etnik Minangkabau. Maj. Kedokt. Bandung 43, 1–9 (2011).

Setyan, U. Konsep Dasar Hipertensi. 5 (2009).

Manampiring, A. E. Hubungan Status Gizi dan Tekanan Darah Pada Penduduk Usia 45 Tahun ke Atas di Kelurahan Pakowo Kecamatan Wanea Kota Manado. Universtas Sam Ratulangi (2008).

Nurarima, A. Faktor Risiko Hipertensi pada Masyarakat di Desa Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang. Media Medika Muda (2012).

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Gambaran Umum Dinas Kesehatan. Diakses pada http://dinkes.surabaya.go.id/portal/profil/. Diakses pada 28 Agustus 2018.

Lemeshow, S., Hosmer Jr, D. W., Klar, J. & Lwanga, S. K. Part 1: Statistical Methods for Sample Size Determination. Adequacy Sample Size Heal. Stud. 247 (1990). doi:10.1186/1472-6963-14-335

Gibson, Rosalind S. Principles Of Nutritional Assessment. USA, 2005

Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Menkes RI 1–10 (2013).

Depkes. Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/10/ped-praktis-stat-gizi-dewasa.doc tahun 2011. Diakses pada 29 Agustus 2018.

Supraptia, B., Nilamsari, W. P., Hapsari, P. P., Muzayana, H. A. & Firdausi, H. Permasalahan Terkait Obat Antihipertensi pada Pasien Usia Lanjut di Poli Geriatri RSUD Dr.Soetomo Surabaya. J. Farm. dan Ilmu Kefarmasian Indones. 1, 36–41 (2014).

Novitaningtyas, T. Hubungan Karakteristik (Umur, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan) Dan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Kelurahan Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Univ. Muhammadiyah (2014).

Siringoringo, M., Hiswani & Jemadi. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Sigaol Simbolon Kabupaten Samosir Tahun 2013. Gizi, Kesehat. Reproduksi dan Epidemiol. 2, 1–10 (2014).

Kuswardhani, R. T. Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lanjut Usia. J Peny Dalam 7, 135–140 (2006).

Pasaribu, D. M. R., Korespondensi, A., Terusan, J., No, A. & Barat, J. Patogenesis Virus Hepatitis B. J. Univ. Kristen Krida Wacana (2014).

Siyad, A. . Hypertension. Hygeia J. Drugs Med. 3, 1–16 (2011).

Nuraini, B. Risk factors of hypertension. J Major. 4, 10–19 (2015).

Stotz, A. et al. Effect of a brief heat exposure on blood pressure and physical performance of older women living in the community—a pilot-study. Int. J. Environ. Res. Public Health 11, 12623–12631 (2014).

Iskandar dkk, R. Karakteristik Penderita Hipertensi di Puskesmas Titi Papan Kecamatan Medan Deli. 1–9 (2012).

Purnama, D. S. & Prihartono, N. A. Prevalensi Hipertensi dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat Tahun 2013 Abstrak Prevalence of Hypertension and Factors that Related with the Incidence of Hype. (2013).

O’Brien, E. ABC of hypertension: Blood pressure measurement. Bmj 322, (2001).

Reza, H. P., Lipoeto, N. I. & Kadri, H. Artikel Penelitian Hubungan Konsumsi Makanan Sumber Antioksidan dan Omega-3 Terhadap Tekanan Darah Masyarakat di Sumatera Barat. 5, 409–415 (2014).

McDowell, L., Wilkinson, N., Madison, R. & Felix, T. Vitamins and minerals functioning as antioxidants with supplementation considerations. Florida Rumin. Nutr. Symp. 1–17 (2007).

Kaulmann, Anouk., Torsten Bohn. Carotenoid, Inflamation, and Oxidative stress-implications Of Cellular Signaling Pathway and Relatopn To Choronic Disease Prevention tahun 2014. Elsivier. 34 (11) :907-929. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2014.07.010. Diakses pada tanggal 29 Agustus 2018.

Chen, J., He, J., Hamm, L., Batuman, V. & Whelton, P. K. Serum antioxidant vitamins and blood pressure in the United States population. Hypertension 40, 810–816 (2002).

Erdman, John W., Jr., Ian A. Macdonald, and Steven H. Zeisel. Present Knowledge in Nutrition. Hongkong : Wiley-Blackwell; 2012.

Afrose, S. A., Fahmeed, A., Mujtaba, A., Khan, M. & Noorulla, S. M. A Study on Effects of Combining Vitamin C with Hypertension Therapy. 4, 142–146 (2015).

Almatsier, Sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia; 2010.

Ross, A. Catherine, Benjamin Caballero, Robert J. Cousins, Katherine L. Tucker, Thomas R. Zigler. Modern Nutrition In Health and Disease. Eleventh Edition. [e-book]. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: