Fermentasi Ampas Kelapa menggunakan Trichoderma viride, Bacillus subtilis, dan EM4 terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar sebagai Bahan Pakan Alternatif Ikan
[Fermentation Of Coconut Dregs Using Trichoderma viride, Bacillus subtilis, And EM4 Against Crude Protein And Crude Fiber As An Alternative Feed Ingredients For Fish]

Yudi Cahyoko, Hiprita Putri Karlina, Agustono Agustono

= http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v5i1.11429
Abstract views = 1234 times | downloads = 3502 times

Abstract


Abstract
Feed plays an important role in fish farming. Feed requirements achieve 60-70% of the cost of fish farming operations. Availability of feed with quality and sufficient quantity is aimed in increasing fish production. A very high feed prices due to artificial feed ingredients used are expensive and required in large quantities. Therefore, it is necessary to find alternatives to fish directly or indirectly obtaining appropiate and adequate nutrition needs to grow. The raw material content used for feed is coconut dregs (Cocos nucifera). The availability of the coconut dregs is abundant and potensial for fish feed ingredients. The coconut dregs is also one type or plantation waste which still has potential to be processed into the manufacture of fish feed. The coconut dregs flour can be processed by fermentation to improve quality. This study was aimed to determine the increase in crude protein content and a decrease in crude fiber content of coconut dregs fermented with Trichoderma viride; Bacillus subtilis and EM4. The research method was an experiment with Completely Randomized Design (CRD). The treatments used without the addition of microbes (P0), Bacillus subtilis 6% (P1), Trichoderma viride 6% (P2), and EM4 6% (P3) with 5 repeatitions each. The parameters observed were the content of crude protein and crude fiber after 7 days of fermentation. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and to determine the best treatments using Duncan Multiple Distance Test with 5% confidence interval. The results indicated that coconut dregs fermented with Bacillus subtilis (P1), Trichoderma viride (P2), and EM4 (P3) produced the difference of crude protein and fiber. The best treatment on the increase in crude protein content was Bacillus subtilis (P1) of 7.5564%. The best treatment on the decrease in crude fiber content was EM4 (P3) of 22.3967%. However, the results of the flour fermented coconut dregs can not be used as an alternative feed material because the fermented coconut dregs is not qualified for fish feed. This is due to a lack of crude protein and high crude fiber content.


Full Text:

PDF

References


Arifin, S. 2003. Pengaruh Penggunaan Bekatul Fermentasi dengan EM4 (Efektif Mikroorganisme) dalam Ransum terhadap Efisiensi Pakan dan Income Over Feed Cost (Iofc) pada Ayam Potong (Broiler). Departement of Animal Husbandry. Universitas Muhammadiyah Malang. 1 hal.

Ayuda, B. 2011. Kandungan Serat Kasar, Protein Kasar, dan Bahan Kering pada Limbah Nangka yang Difermentasi dengan Trichoderma viride dan Bacillus subtilis sebagai Bahan Pakan Alternatif Ikan. Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. 67 hal.

Baldwin, R. L. dan M. J. Allison. 1983. Rumen Metabolism. Journal Anim. Science. 57: 461.

Elyana, P. 2009. Pengaruh Penambahan Ampas Kelapa Hasil Fermentasi Aspergillus oryzae dalam Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus Linn.). Skripsi. Jurusan Biologi. Universitas Sebelas Maret. Solo. hal. 16-18.

Hadadi, A., Herry, K. T. Wibowo, E. Pramono, A. Surahman, dan E. Ridwan. 2009. Aplikasi Pemberian Maggot sebagai Sumber Protein dalam Pakan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.) dan Gurame (Osphronemus gouramy Lac.). Laporan Tinjauan Hasil Tahun 2008. Balai Pusat Budidaya Air Tawar Sukabumi. hal. 175-181.

Herviana, W. 2011. Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) yang Difermentasi dengan Trichoderma viride Sebagai Bahan Pakan Alternatif pada Formulasi Pakan Ikan Mas (Cyprinus Carpio). Universitas Airlangga. Surabaya. 64 hal.

Hossain, M. dan N. Anantharaman. 2006. Studies on Baterial Growth and Lead (IV) Biosorption Using Bacillus subtilis. Mohamed Sathak Engineering College and National Institute of Technology. Indian Jurnal of Chemical Technology Vol. 13. India. pp. 591-596.

Hutagalung, H. 2004. Karbohidrat. Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara. USU Digital Library. Medan. 13 hal.

Jaelani, A. 2007. Peningkatan Kualitas Bungkil Inti Sawit oleh Kapang Trichoderma reseei sebagai Pendegradasi Polisakarida Mannan dan Pengaruhnya terhadap Penampilan Ayam Pedaging. Disertasi. Program Studi Ilmu Ternak. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 149 hal.

Kailaku, S. I., I. Mulyawanti, K. T. Dewandari, dan A. N. Alamsyah. 2006. Potensi Tepung Kelapa dari Ampas Industri Pengolahan Kelapa. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Jakarta. hal. 669-678.

Kosim, M. dan S. R. Putra. 2009. Pengaruh Suhu pada Protease dari Bacillus subtilis. Jurusan Kimia FMIPA. Institut Teknologi 10 Nopember. Surabaya. 7 hal.

Kusriningrum. 2008. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya. hal 65-125.

Kusuma, S. F. 2010. Analisa pH Optimum untuk Perkembangbiakan Lactobacillus bulgaricus dalam Proses

Fermentasi Fruktosa pada Susu menjadi Asam Laktat. Tugas Akhir Universitas Diponegoro. Semarang. 6 hal.

Luthan, P. 2010. Pedoman Teknis Pengembangan Usaha Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman. Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. Jakarta. hal. 26.

Lynd, L. R., P. J. Weimer, W. H. van Zyl, E. S. Pretorius. 2002. Microbial Selulase Utilization: Fundamentals and Biotechnology. Microbiology and Molecular Biology Reviews. Vol. 66 No. 3. P. 506-577.

Melwita, E. 2011. Ionic Liquid sebagai Katalisator Potensial untuk Meningkatkan Produksi Biofuel. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Prosiding Seminar Nasional Avoer ke-3. Palembang. hal. 446-462.

Meryandini A., W. Widosari, B. Maranatha, T. C. Sunarti, N. Rachmania, dan H. Satria. 2009. Isolasi Bakteri Selulolitik dan Karakterisasi Enzimnya. Institut Pertanian Bogor. Makara Sains, Vol. 13, No. 1. Bogor. hal. 33-38.

Noor, E., M. S. Rusli, M. Yani, A. Halim dan N. Reza. 1999. Pemanfaatan Sludge Limbah Kertas untuk Pembuatan Kompos dengan Metode Windrow dan Cina. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. J. Tek Ind Pert Vol. 15(2). Bogor. hal. 67-71.

Nowroozi, J., M. Mirzaii, and M. Norouzi. 2004. Study of Lactobacillus as Probiotic Bacteria. Iran University of Medical Science. Iran J Publ Health Vol. 33 No. 2. Iran. pp. 1-7.

Nuraini, Sabrina, S. A. Latif. 2009. Kondisi Optimum dan Profil Produk Fermentasi dengan Monacus purpureus dengan Substrat Limbah Agro Industri sebagai Pakan Alternatif Ternak Unggas. Artikel Ilmiah. Fakultas Peternakan. Univetsitas Andalas. Padang. 20 hal.

Priskila, F. 2007. Pengaruh Penggunaan Kombucha terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar pada Fermentasi Daun Talas (Colocosia esculenta). Skripsi. Program Studi S1 Budidaya Perairan. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. 55 hal.

Rostini, I. 2007. Peranan Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus plantarum) Terhadap Masa Simpan Filet Nila Merah pada Suhu Rendah. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Padjajaran. Bandung. hal. 8.

Santoso, U. dan I. Aryani. 2008. Perubahan Komposisi Kimia Daun Ubi Kayu yang Difermentasi oleh EM4. Universitas Bengkulu. Bengkulu. 8 hal.

Siregar, A. L. 2011. Pengaruh Fermentasi Terhadap Laju Degradasi Bungkil Inti Sawit dalam Rumen Sapi. Program Keahlian Analisi Kimia. Institut Pertanian Bogor. Bogor. hal. 21-22.

Suhana. 2010. Reinkarnasi Kebijakan Kelautan dan Perikanan. http://pk2pm. wordpress.com. 27 Agustus 2010. 5 hal.

Sumarlin. 2010. Protein Sel Tunggal. Laboratorium Kimia. Universitas Haluoleo. Kendari. 14 hal.

Yandri. 2009. Peningkatan Kestabilan Enzim Protease dari Bakteri Isolat Lokal Bacillus subtilis ITBCCB148 dengan Modifikasi Kimia. Universitas Lampung. Lampung. 3 hal.

Yuwono, D. 2005. Kompos dengan Cara Aerob Maupun Anaerob untuk Menghasilkan Kompos Berkualitas. Penebar Swadaya. Jakarta. hal. 20-21.

Zain. M, Elihasridas, dan D. Mangunwidjaja. 2001. Pengaruh Suplementasi Daun Ubi Kayu terhadap Fermentabilitas dan Kecernaan in Vitro Ransum Berpakan Serat Sawit Hasil Amoniasi dengan Urea. Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 (2) : 54-59.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

 JIPK IS INDEXED BY :

                  

       

     

                      

           

 

             

          

     

                  

      

      

       

     

     

       

                     

View JIPK Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

EDITORIAL  OFFICE

JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN (JIPK) /SCIENTIFIC JOURNAL OF FISHERIES AND MARINE

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA
Kampus C UNAIR, Jl. Dharmahusada Permai No.330, Mulyorejo,
Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Indonesia. 60115
Telepon: (031) 5911451
Fax. (031) 5965741
Email : jipk@fpk.unair.ac.id

 

 

 This Journal is Supported by