Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)
[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]

Agustono agustono, Widya Paramita, Afifa Khalida

= http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v9i2.7637
Abstract views = 3042 times | downloads = 5296 times

Abstract


                                                                   Abstrak

Asam amino adalah komponen terkecil yang menyusun protein. Sejumlah asam amino akan dihubungkan satu sama lain melalui perantara ikatan peptida untuk membentuk protein. Asam amino telah dibagi menjadi dua; yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan; karena itu asam amino esensial harus ada dalam pakan. Lisin adalah salah satu dari sepuluh asam amino esensial, fungsi lisin adalah untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lisin dalam pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi ikan bawal air tawar. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah kadar lisin yang berbeda, yaitu P0 (0%), P1 (0,6%), P2 (1,2%), P3 (2,4%), P4 (4,8%) dan perlakuan  diulang 4 kali. Parameter utama yang diamati adalah retensi protein dan retensi energi pada air tawar bawal. Parameter yang diukur didukung oleh parameter kualitas air. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan untuk menentukan perlakuan terbaik digunakan Duncan's multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p <0,05) dalam retensi protein dan energi adalah daging ikan bawal air tawar. Retensi protein dan retensi energi dalam pengobatan P1 (0,6% lisin), P2 (1,2% lisin), P3 (2,4% lisin) dan P4 (4,8% lisin) berbeda secara signifikan dengan perlakuan P0 (kontrol). Kualitas air selama 40 hari perlakuan ditetapkan pada suhu 27-300 C, pH 7,5-8,5, amonia 4 mg / l dan oksigen terlarut 4 mg / l.


                                                                 Abstract

Amino acids are the smallest components that compose proteins. A number of amino acids will be conducted to one another through the intermediary of peptide bonds to form proteins. Amino acids have divided into two; those are essential amino acids and non-essential amino acids. The essential amino acids are amino acids that can not be synthesized by the body of fish; therefore the essential amino acids must be in feed. Lysine is one of the ten essentials amino acids , the function of lysine are for the growth and repair body tissues. This research was aimed to determine the effect of lysine in commercial feed on protein retention and energy retention of freshwater Bawal.The method used is experiment with a completely randomized design as an experimental design. The treatment used is different lysine levels , namely P0 ( 0 % ) , P1 ( 0.6 % ) , P2 ( 1.2 % ) , P3 ( 2.4 % ) , P4 (4.8 % ) and treatment was repeated 4 times. The main parameters were observed protein retention and energy retention on Bawal fresh water. Parameters measured were supported by water quality parameters. Analysis of the data using Analysis of Varian ( ANOVA ) and to determine the best treatment used Duncan 's multiple range test. The results showed the significant differences ( p < 0.05 ) in protein retention and energy were freshwater pomfret fish meat. Retention of protein and energy retention in treatment P1 ( 0.6 % lysine ) , P2 ( 1.2 % lysine ) , P3 ( 2.4 % lysine ) and P4 ( 4.8 % lysine ) was significantly different with treatment P0 ( control ). The quality of water for 40 days treatment was set to temperature 27-300 C, pH 7.5-8.5, ammonia 4 mg/l and dissolved oxygen 4 mg/l.


Keywords


Lysine, Protein retention, Energy retention, Freshwater Bawal fish

Full Text:

PDF

References


Barrows, F. T., & Hardy, R. W. 2001. Nutrition and Feeding. In: G. Wedemeyer (Eds). Fish Hatchery Management. Second Edition. American Fisheries Society. Bethesda, Maryland. p. 497-520.

Buwono, I. D. 2000. Kebutuhan Asam amino essensial dalam Ransum Ikan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. hal.11-26.

FAO. 2014. The Nutrition and Feeding of Farmed Fish and Shrimp; a Training Manual. Fisheries and Aquaculture Departement. www. Fao. Org. 02 November 2014. Pp.2-3.

Ghufran., M. 2010. Budidaya Bawal Air Tawar di kolam terpal. Lily Publisher, Yogyakarta. hal.3.

Ghufran., M. 2011.Budidaya Bawal Air Tawar. Penerbit Akademia, Jakarta.hal.46

Haetami, K. I., Susangka, Y., & Andriani. 2007. Kebutuhan dan Pola Makan Ikan Jambal Siam dari Berbagai Tingkat Pemberian Energi Protein Pakan dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi. Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan, Universitas Padjajaran, Bandung. hal.11.

Haryati., Saade, E., & Pranata, A. 2011. Pengaruh tingkat subtitusi tepung ikan dengan tepung maggot terhadap retensi dan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada tubuh ikan Bandeng. Fakultas Peternakan, Universitas Hassanudin, Makassar. hal.6-9.

Heptarina, D. M. A., & Suprayudi, I., Mokoginta, & Yaniharto. 2010. Pengaruh Pemberian Pakan dengan Kadar Protein Berbeda terhadap Pertumbuhan Yuwana Udang Putih (Litopenaeus vanamei). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. hal.2

Kementrian Kelautan dan Perikanan. 2011. Ikan bawal air tawar. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta. hal.1.

Marzuqi, M., Astuti, N. W. W., & Suwirya, K. 2012. Pengaruh Kadar Protein dan Rasio Pemberian Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1): 55-65

Mudjiman, A. 2011. Makanan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta. hal. 27-44

Nur, A. 2011. Manajemen Pemeliharaan Udang Vaname. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

hal.1.

Pusat penyuluhan kelautan dan perikanan, 2011. Mengenal Ikan Lele. Kementrian kelautan dan Perikanan, Jakarta. hal.9

Samardyanto. 2011. Ikan bawal. http://ml.scribd.com/doc. 19 November 2014. hal.1.

Sofiati., E. A. M. R. 2008. Metabolisme Energi dan Retensi Nitrogen Broiler pasca Perlakuan Ransum mengandung Tepung Daun Jarak (Jatropha curcas L.). Skripsi. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.hal.24.

Soebandiyono. 2009. Nutrisi Ikan : Protein dan Lemak. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. hal.4.

Sri, S., Setyaningrum, N., & Pulungsari, A. E. 2015. Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan cupang Plakat yang Mengalami Pemuasaan.Skripsi. Fakultas Biologi, Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. hal.7

Perius, Y. 2011. Peranan Nutrient dan Kebutuhan Nutrisi Ikan. https://.files.wordspress.com. 25 Juni 2015. hal.33 no 4

Almeida, R. N., D. A. M. Araujo, J. C. R. Goncalves, F. C. Montenegro, D. P. De Sousa, J. R., Leite, R., Mattei, M. A. C., Benedito, J. G. B., de Carvalho, J. S., Cruz, & Soares, J. G. 2009. Rosewood Oil Induced Sedation and Inhibition Compound Action Potential in Rodents. Journal of Ethnopharmacology 124:440-443.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

JIPK IS INDEXED BY :

                  

       

     

                      

           

 

             

          

     

                  

      

      

       

     

     

       

                         

  

View JIPK Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

EDITORIAL  OFFICE

JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN (JIPK) /SCIENTIFIC JOURNAL OF FISHERIES AND MARINE

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA
Kampus C UNAIR, Jl. Dharmahusada Permai No.330, Mulyorejo,
Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Indonesia. 60115
Telepon: (031) 5911451
Fax. (031) 5965741
Email : jipk@fpk.unair.ac.id

 

 

 This Journal is Supported by