Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Proteolitik yang Berasosiasi dengan Lamun Enhalus acoroides di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur
[Isolation and Characterization Proteolytic Bacteria which is Associated with Sea Grass (Enhalus acoroides) in Bama Beach, Baluran National Park, Situbondo, East Java].

Rachmat Rizaldi, Woro Hastuti Setyantini, Sudarno Sudarno

= http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v10i1.8314
Abstract views = 170 times | views = 403 times

Abstract


Abstrak

 

Lamun adalah tumbuhan sejati yang hidup di perairan pantai yang kurang dimanfaatkan dalam bidang perikanan, selain sebagai bioindikator kualitas air laut. Beberapa mikroorganisme yang berasosiasi dengan lamun Enhalus acoroides antara lain benthos, kapang, bakteri dan plankton. Bakteri proteolitik merupakan bakteri yang mampu menghasilkan enzim protease. Enzim perotese merupakan enzim yang paling banyak digunakan dalam kehidupan. Bakteri merupakan sumber enzim yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan tanaman dan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis isolat bakteri proteolitik yang berasosiasi dengan lamun Enhalus acoroides di Taman Nasional Baluran, Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan tabel dan gambar. Hasil yang peroleh menunjukkan bahwa terdapat 12 isolat bakteri yang berasosisasi dengan lamun Enhalus acoroides. Terdapat empat isolat yang tergolong sebagai bakteri proteolitik karena mampu mendagradasi kasein dalam media TSA + 2% NaCL yang ditambah 1 % susu skim, tampak dari pembentukan zona bening. Pengamatan morfologi koloni dan sel serta pengujian biokimia dari keempat isolat (EA-1, EA-2, EA-9 dan EA-10) terdapat kesamaan karakteristik dengan empat genus bakteri berturut-turut yaitu Staphylococcus sp., Plesiomonas shigeloides, Bacillus sp., Pseudomonas sp.

 

Kata kunci : Lamun Enhalus acoroides, bakteri proteolitik, asosiasi, enzim protease

 

Abstract

 

Seagrass is a true living plants underutilized coastal waters in the field of fisheries, as well as bio-indicators of the quality of sea water. Some microorganisms associated with seagrass Enhalus acoroides among others benthos, fungi, bacteria and plankton. Proteolytic bacteria are bacteria that are capable of producing the enzyme protease. Protease enzyme is an enzyme that is most widely used in life. Bacteria are a source of enzymes that are most widely used compared to plants and animals. The purpose of this study was to determine the type of proteolytic bacterial isolates associated with seagrass Enhalus acoroides in Baluran National Park, Situbondo. This study used survey method with descriptive analysis with tables and figures. The results obtained that there are 12 bacterial isolates associated with seagrass Enhalus acoroides. There are four isolates were classified as proteolytic bacteria because it can degrade casein in TSA media + 2 % NaCL plus 1% skim milk which is evidenced by the formation of clear zones. Observations colony morphology and cells as well as testing of Biochemistry of the four isolates (EA-1, EA-2, EA-9 and EA-10) were obtained, with similar characteristics to the four genera of bacteria in a row as follows Staphylococcus sp., Plesiomonas shigeloides, Bacillus sp., Pseudomonas sp.

 

Keywords: Seagrass Enhalus acoroides, proteolytic bacteria, associations, protease enzyme


Keywords


management fish healt, aquaculture

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, D. (2005). Biologi I. Jakarta: Erlangga. 134 hal.

Baehaki, A., T. Nurhayati dan M. T. Suhartono. (2005). Karakteristik Protease Dari Bakteri Patogen Staphylococcus epidermidis. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Vol VIII (2) : 25-34.

Dahuri, R. (2003). Keanekaragaman Hayati Laut Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.

Jakarta: Penerbitan Gramedia Pustaka Utama. Hal 165-169.

Faddin M. and F. Jean. (1980). Biochemical Test for Identification of Medical Bacteria. (2nd ed.). Baltimore, USA: Lipincott Williams and Wilkins Company. 438 pp.

Fardiaz, S. (1989). Mikrobiologi Pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi, IPB. 125 hal.

Fatoni, A., Zusfahair dan P. Lestari. (2007). Isolasi dan Karakterisasi Protease Ekstraseluler dari Bakteri dalam Limbah Cair Tahu. Program Studi Kimia, Jurusan MIPA, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman. Jurnal Natur Indonesia 10 (2). 6 hal.

Feliatra, I. Efendi dan E. Suryadi. (2004). Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya Efisiensi Pakan Ikan. Jurnal Indonesia 6(2): 75-80.

Gupta, R., Beg, Q.K., dan Lorenz, P. (2002). Bacterial alkaline proteases: molecular approaches and industrial application. Appl Microbiol Biotechnol. 59:15-32.

Holt, J.G., N.R. Krig, P. Sneath, J. Staley, dan S. Williams. (1994). Bergeys Manual Of Determinative Bacteriology (9th ed.). Philadelphia USA: Lipincott Williams and Wilkins Company. 546 pp.

Irma, M. P., R. Hendriani dan S. A. F. Kusuma. (2009). Pencarian Bakteri Tanah Penghasil Enzim Protease Dari Gunung Gede Cianjur. Fakultas Farmasi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 13 hal.

Kurniawan, M. L., M. S. Akbar dan D. Saptorini. (2010). Analisis Kecenderungan Persebaran Meiofauna Pada Lamun Yang Dipengaruhi Oleh Variabel Lingkungan (studi Kasus di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran, Situbondo). Jurnal Ilmu Dasar. Departemen Statistika. Surabaya: Institut Teknologi 10 November Surabaya. 10 hal.

Massinai, S., A. Haris, E. Lisdayanti, dan B. A. Gosary. (2013). Lamun Pulau Bonebatang, Kepulauan Spermonde Dan Bakteri Asosiasinya. Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan. Makasar: Universitas Hasanuddin. 40 hal

Pelczar, M. J. dan E. C. S. Chan. (1986). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jilid I. (Terjemahan: Ratna Siri Hadioetomo). Jakarta: UI Press. 154 hal.

Pereira, S. C., S. D. Amorim, A. F.d. M. Santos and D.d. P. Rodrigues. (2008). Plesiomonas Shigelloides And Aeromonadaceae Family Pathogens Isolated From Marine Mammals Of Southern And Southeastern Brazilian Coast. Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Imbé, RS, Brasil. Brazilian Journal of Microbiology 39:749-755.

Sankaralingan, S., T. Shankar, K. Sendeshkannan, R. Ramasubburayan and S. Prakash. (2012).Production of Protease From Pseudomonas Sp. by Immobilization Approach on Different Matrices. Center for Marine Science and Technology, M.S. University, Tamilnadu, India. European Journal of Applied Sciences 4 (4): 146-156.

Sudarsono, A. (2008). Isolasi dan Karakterisasi Bakteri pada Ikan Laut dalam Spesies Ikan Gindara ( Lepidocibium flavobronneum). Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Bogor: IPB. Hal 1-12.

Tomascik, T., Mah A. J., Nontji A., and M. K. Moosa. (1997). The Ecology of the Indonesian Seas. Part Two. The Ecology of Indonesia Series. Volume VIII. 235-243.

Udy, J.W. and W.C. Dennison (1996). Estimating nutrient availability in seagrass sediment. In: Seagrass Biology. Proceeding of an International Workshop, Rottnest Island, Western Australia, 25 – 29 January: 163-172.

Watermann, B. (1999). Alternative antifoulant techniques present and future. LimnoMar: 1-6.

Waycott, M., McMahon K, J. Mellors, A. Calladine, and D. Kleine. (2004). A Guide to Tropical Seagrasses of the Indo-West Pacific. Townsville- Queensland-Australia: James Cook University. 65 pp.

Yuniati, R., T. T. Nugroho, F. Puspita. (2015). Uji Aktivitas Enzim Protease Dari Isolat Bakteri Bacillus sp. Galur Lokal Riau. JOM FMIPA Vol 1 No.2. 7 hal.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

 

          This JIPK is indexed by:

  

 

  

 

 

View JIPK Stats

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.