Hubungan ASI Eksklusif dengan Kejadian Underweight di Jawa Timur Tahun 2016

Mahmudah Wati Sugito, Agus Sri Wardoyo, Trias Mahmudiono

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v1i3.2017.180-188
Abstract views = 1348 times | views = 2822 times

Abstract


Background: Underweight is a public health problem caused by many factors. The prevalence of underweight in East Java in 2016 was 17.3%, wich was higher than the program’s targetted (12.9%). Breast milk is the best food to support the growth and development of the baby. Coverage of Exclusive Breast Milk in East Java in 2015 decreased (68.8%), compared to 2014 (72.89%). Early supplementary feeding in infants under 6 months may affect nutritional status.

Objectives: The purpose of this study was to analyze the relationship of Exclusive Breast milk with the incidence of underweight in infants aged 0-23 months in East Java Province in 2016.

Method: This study is a secondary data analysis of Nutrition Status Monitoring in East Java Province. The study population was all babies in East Java. Total sample is 4738. The data were analyzed using Chi-square test and Logistic Regression, with 95% CI (α = 0.05).

Results: The results showed there was a significant relationship between exclusive breastfeeding only from birth until before the last 24 hours in infants aged 0-23 months with the incidence of underweight, with (p=0.000010;OR=1.654;95%CI=1.319–2.052), there was a significant  relationship of first to provide a food other than breast milk in infants aged 0-23 months  with the occurrence of underweight, (p = 0.000;OR=0.272; 95%CI=0.217–0.341).

Conclusion: In conclusion, breastfeeding only in infants from birth until before the last 24 hours and first provide food other than breast milk in infants aged 0-23 months associated with underweight. Because breast milk is sufficient nutritional needs of infants aged 0-6 months.


ABSTRAK

 

Latar Belakang: Masalah gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh banyak faktor. Prevalensi underweight di Jawa Timur tahun 2016 sebesar 17,3%, lebih tinggi dari target program Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebesar 12,9%. ASI merupakan makanan terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Jawa Timur tahun 2015 menurun (68,8%), dibandingkan tahun 2014 (72,89%). Pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi di bawah 6 bulan dapat mempengaruhi status gizi. 

Tajuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan ASI Ekslusif dengan kejadian underweight pada bayi usia 0-23 bulan di Provinsi Jawa Timur tahun 2016.

Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder survei Pemantauan Status Gizi Provinsi Jawa Timur. Populasi penelitian adalah semua bayi berusia 0-59 bulan yang ada di Jawa Timur. Total sampel sebanyak 4738 bayi.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dan Regresi Logistik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI saja sejak lahir sampai sebelum 24 jam terakhir pada bayi usia 0-23 bulan dengan kejadian underweight (p=0,000010;OR=1,654;95%CI=1,319–2,052), ada hubungan pertama kali memberikan makanan selain ASI pada bayi usia 0-23 bulan dengan kejadian underweight,  (p = 0,000;OR=0,272; 95%CI=0,217–0,341).

Kesimpulan: Simpulan yaitu pemberian ASI saja pada bayi sejak lahir sampai sebelum 24 jam terakhir dan pertama kali memberikan makanan selain ASI pada bayi usia 0-23 bulan berhubungan dengan kejadian underweight. Pemberian ASI saja sudah mencukupi kebutuhan nutrisi bayi usia 0-6 bulan.


Keywords


Exclusive Breastfeeding; nutrition status; underweight

Full Text:

PDF

References


Supariasa, I.D.N, Bakri, B dan Fajar, I. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC;2012.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016-2019.

Novitasari, Dewi. Faktor-Faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk pada Balita yang Dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2012. Available from http://eprints.undip.ac.id/37466/. Diakses pada 30 Maret 2017.

Laporan Rutin Bulanan Gizi Tahun 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2016

Keputusan Menteri Kesehatan No. 450 Tahun 2004 tentang pemberian ASI secara eksklusif pada bayi Indonesia. Available from http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream/123456789/1149/1/KMK45004.pdf. Diakses pada 30 April 2017.

Adriani, M. & Wirjatmadi, B. Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.;2012

Riset Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Timur Tahun 2013. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2013. Available from http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Diakses pada 28 April 2017.

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2015. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2015

Departemen Kesehatan RI.Pemantauan Pertumbuhan Balita. Jakarta: Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI;2002.

Susanty M, Kartika M, Hadju V, Alharini S. Hubungan pola pemberian ASI dan MP-ASI dengan gizi buruk pada anak 6-24 bulan di Kelurahan Panmampu Makassar. Jurnal Media Gizi Masyarakat Indonesia. 2012; 1 (2) : 97-103. Available from http://download.portalgaruda.org/article.php?article=29763&val=2168&title=HUBUNGAN%20POLA%20PEMBERIAN%20ASI%20DAN%20MP%20ASI%20DENGAN%20GIZI%20BURUK%20PADA%20ANAK%206-24%20BULAN%20DI%20KELURAHAN%20PANNAMPU%20MAKASSAR. Diakses pada 28 April 2017.

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka Umum. Jakarta;2004

Puput S, Victoria FS. Perilaku Pemberian ASI Terhadap Frekuensi Diare pada Anak Usia 6-24 Bulan di Ruang Anak Rumah Sakit Baptis Kediri. J Stikes RS.Baptis Kediri. 2011;4(2) 89-93

Nur, Abidah., Marissa, Nelly. Riwayat pemberian Air Susu Ibu dengan Penyakit Infeksi pada Balita. 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2014; 9(2).

Istyaningrum, Yurilla. Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare dan Faktor-faktor Risiko pada Bayi Berusia 6-12 Bulan di Kelurahan Bendungan Kecamatan Cilegon Tahun 2010. 2010. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Roesli U dan Yohmi E. Manajemen Laktasi dalam Bedah ASI. Jakarta : FKUI; 2008, hal 45-53, 69-79

Andriani Rully, Wismaningsih Endah Retnani, dan Indrasari Oktovina Rizky. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Status Gizi Kurang pada Balita Umur 1-5 Tahun. Jurnal Wiyata. Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri. 2015. Available from http://www.smkkbw.sch.id/v3/home/images/journal/lppm_jurnal_83_44-47_Rully.pdf. Diakses pada 27 April 2017.

Widyastuti, Endang. Hubungan Riwayat Pemberian ASI. Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tesis. Program Studi Epidemiologi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. 2009

Putri. Hubungan Frekuensi Pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta. 2008. Karya Tulis Ilmiah, Tidak dipublikasikan.

Aziezah, Nur dan Aadriani, Merryana. Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Status Gizi Antara Bayi dengan Pemberian Asi Eksklusif dan Non Asi Eksklusif. Jurnal Media Gizi Indonesia. 2013; 9(1): 78-83

Wargiana, Risa, Susumaningrum, dan Rahmawati. Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Status Gizi Bayi Umur 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Rowotengah Kabupaten Jember. Jurnal Pustaka Kesehatan. 2013;1(1) : 47-53. Available from http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/10138/Risa%20Wargiana%20-%20062310101005_1.pdf?sequence=1. Diakses pada 23 Maret 2017.

WHO. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding: The Optimal Duration of Exlusive Breastfeeding, 54th WHA. 2005.

Eisenberg, E. Murkoff, HE Hathway, SE. Bayi pada tahun Pertama yang Anda Hadapi Bulan per Bulan. Jakarta : Arcan; 2007

Martin, R.M, Smith, G.D, Frankel, S., Gunnel, D. Association between breast feeding and growth: the Boyd-Orr cohort study. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed; 87 : F193-F201;2002

Gibney,J. Michael, Barney, M.Margarets, John, M.K. dan Lenore, A. Gizi Kesehtaan Masyarakat. Jakarta : EGC; 2009

Purwanti H.Konsep penerapan ASI eksklusif. Jakarta EGC ,2004. 3;5;24-9.

DepKes RI. Petunjuk Pelaksanaan Peningkatan ASI eksklusif: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Jakarta; 2005

WHO. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding: The Optimal Duration of Exlusive Breastfeeding, 54th WHA. 2005.

Perera, Fernando, Warnakulasuria, dan Ranathunga. Feeding practices among children attending child welfare clinics in Ragama MOH area: a descriptive crosssectional study. International Breastfeeding Journal. 2011.

Pudjiaji, S. Ilmu Gizi Klinis pada Anak edisi ke-2. Jakarta : Balai penerbit FKUI hal. 1-6, 21-30;2003

Brown, J. E. et.al. Nutrition Trought the Life Cycle. International Student Edition, 3rd, Thomson Wardsworth. 2002

Williams, L dan Wilkins. Modern Nutrition in Health and Diseases (10th ed). United States of America: A Wolters Kluwer Company;2006

Wong, DL. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong. Jakarta : Balai penerbit FKUI hal. 1-6, 21-30;2003.

Nutrisiani, F. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) pada anak usia 0-24 bulan dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.2010. Available from http://eprints.ums.ac.id/9270/2/J410050001.pdf. Diakses pada 25 April 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: