Pendidikan Gizi Gemar Makan Ikan Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting Di Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur

fish consumption nutrition education counseling stunting

Authors

  • Qonita Rachmah
    qonita.rachmah@fkm.unair.ac.id
    Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Diah Indriani Departemen Biostatistika dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Susi Hidayah Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Yurike Adhela Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Trias Mahmudiono Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
18 June 2020

Downloads

Background: Stunting is one of nutritional problem that causes long-term health problems. Based on the result of Riskesdas, there has been an increase in stunting prevalence from 35,6% in 2010 to 37,2% in 2013 which means that 1 in 3 indonesian children are stunting. Lamongan was one of hundred’s stunting priority regency in Indonesia. This study aims to analyze the effect of nutrition education to incerase mother’s knowledge related stunting.

Objective: The method used in this research is Quasi Experiment by designing one group pre-test and post-test design. The sampling technique used was total sampling method in which all mothers with children aged 0 - 59 months in Gempolmanis village, Sambeng District, Lamongan Regency. The Gempolmanis village was purposively chosen.

Methods: The dependent T test was used to determine the effect of nutrition education on maternal knowledge. The response rate of this study was 86.4%.

Results: The results showed at the beginning of the session, the majority of mothers still had sufficient knowledge (57.9%) and less (36.8%). Only 5.3% have good nutrition knowledge, but after nutrition education, 68.4% of mothers have a good level of knowledge related to stunting. The mean score before nutrition education was 60.5 + 18.9 and increased to 88.4 + 13.8 after nutrition education (p <0.05).

Conclusion: It can be concluded that nutrition education can significantly increase maternal knowledge related to the prevention of stunting in children at the golden age. Regular nutrition education by the nutrition officer or posyandu cadre needs to be done as an effort to improve stunting.

 

ABSTRAK

 

Latar belakang : Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi dengan dampak kesehatan yang serius. Hasil riskesdas terbaru di tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%, yang artinya 1 dari 3 anak indonesia masih mengalami stunting.  Kabupaten Lamongan merupakan satu dari 100 kabupaten prioritas stunting di Indonesia.

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan ibu tentang Pencegahan Stunting.

Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu mengambil semua ibu dengan balita usia 0 – 59 bulan di desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan sebanyak 22 ibu balita. Pemilihan desa Gempolmanis dipilih secara purposive. Uji T dependen digunakan untuk mengukur perbedaan tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan pendidikan gizi. Response rate penelitian ini sebesar 86,4%.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pada awal sesi sebelum diberikan pendidikan gizi tentang stunting, mayoritas ibu masih memiliki pengetahuan yang cukup (57,9%) dan kurang (36,8%). Hanya 5,3% yang memiliki pengetahuan gizi baik, namun setelah edukasi gizi, 68,4% ibu memiliki tingkat pengetahuan baik. Rerata skor sebelum edukasi sebesar 60,5 + 18,9 dan meningkat menjadi 88,4 + 13,8 setelah edukasi gizi (P<0.05).

Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan gizi secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting pada anak di usia golden period. Pemberian edukasi gizi secara berkala baik oleh petugas gizi puskesmas maupun kader posyandu perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting.


Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>