Hubungan Kecukupan Asupan Energi dan Status Gizi dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pekerja Bagian Produksi (Studi di PT. Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya)

Arini Rahmatika Sari, Lailatul Muniroh

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v1i4.2017.275-281
Abstract views = 3871 times | downloads = 13937 times

Abstract


Background: Work Fatigue is the common condition experienced by most worker but if this condition occured continously, it will affect of the worker’s health condition. Work fatigue can be affected by several factors, some of which are energy intake and nutritional status.

Objective: The aim of this research was to analyze the correlation between the adequacy of energy intake and nutritional status with the level of work fatigue.

Methods: This study was an analytic observational, used cross sectional study with 33 sample from 48 workers of cocoa powder production PT. Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya selected by simple random sampling. Data were collected by food recall 2X24 hours for energy intake, measuring weight and height for nutritional stastus and Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire for the level of fatigue. Data were analyzed by ranks spearman correlation test.

Results: Most of workers were <25 years old (42.4%), the adequacy of energy intake were deficit (66.7%), the nutritional status were normal (54.5%), and the work fatigue were moderate (63.6%). The result of this research showed that there were corellation between the adequacy of energy intake (p-value=0.001) and nutritional status (p-value=0.018) with the level of work fatigue.

Conclussion: In conclusion, lower energy intake and high BMI would increase the level of fatigue.


ABSTRAK

Pendahuluan: Kelelahan kerja menjadi keadaan umum yang dialami hampir semua tenaga kerja, namun jika hal ini terjadi secara terus menerus dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pekerja. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa diantaranya yaitu asupan energi dan status gizi pekerja.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kecukupan asupan energi dan status gizi dengan tingkat kelelahan kerja pekerja.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebesar 33 pekerja dari 48 pekerja bagian produksi cocoa powder PT. Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan food recall 2X24 hours untuk asupan energi, pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk status gizi, serta kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk tingkat kelelahan kerja. Analisis data menggunakan uji statistik ranks spearman.

Hasil: Sebagian pekerja besar responden berusia <25 tahun (42,4%), kecukupan asupan energi yang tergolong kurang (66,7%), status gizi normal (54,5%), dan tingkat kelelahan kerja yang tergolong sedang (63,6%). Terdapat hubungan antara kecukupan asupan energi (p=0,001) dan status gizi (p=0,018) dengan tingkat kelelahan kerja pekerja.

Kesimpulan:. Semakin kurang asupan energi dan semakin tinggi IMT maka akan semakin tinggi tingkat kelelahan kerja pada pekerja.


Keywords


energy intake, nutritional status, work fatigue, worker

Full Text:

PDF

References


Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). jakarta: sagung seto; 2009.

WorkSafe Victoria. Fatigue Prevention in the Workplace. WorkSafe Victoria [Internet] 2008;(1). Available from: https://www.worksafe.vic.gov.au/__data/assets/pdf_file/0008/9197/vwa_fatigue_handbook.pdf

Ahmad S, Amanatun A. Beban Kerja Dengan Kelelahan Pada Pekerja Industri Keripik Melinjo di Desa Benda Indramayu. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). jakarta: sagung seto; 2009.

WorkSafe Victoria. Fatigue Prevention in the Workplace. WorkSafe Victoria [Internet] 2008;(1). Available from: https://www.worksafe.vic.gov.au/__data/assets/pdf_file/0008/9197/vwa_fatigue_handbook.pdf

Ahmad S, Amanatun A. Beban Kerja Dengan Kelelahan Pada Pekerja Industri Keripik Melinjo di Desa Benda Indramayu. kesehatan masyarakat 2015;1(3).

Trade Unions Center. Fatigue An introduction for union health and safety representatives. 2016;(July):1–5.

Maurits LSK. Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Penerbit Amara Books; 2010.

Yassierli, Oktoviona D, Ulin I. Hubungan Antara Indikator Pengukuran Kelelahan Kerja Dan Metode Cepat Penilaian Risiko Ergonomi. 2016;1(1).

Hockey R. The psychology of fatigue: Work, effort and control. [Internet]. The psychology of fatigue: Work, effort and control. cambridge: cambridge university press; 2013. 51-78 p. Available from: http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=reference&D=psyc10&NEWS=N&AN=2013-19412-000

Kemenkes RI. 1 Orang Pekerja di Dunia Meninggal Setiap 15 Detik Karena Kecelakaan Kerja [Internet]. jakarta; 2014. Available from: http://www.depkes.go.id/article/view/201411030005/1-orang-pekerja-di-dunia-meninggal-setiap-15-detik-karena-kecelakaan-kerja.html

Lusiana D, Zahroh S, Baju S, Kesehatan F, Universitas M, Kesehatan F, Universitas M. Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel Factors Caused Fatigue among Furniture Workers. 2013;

Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. jakarta: PT. Gramedia Pustaka; 2005.

Kemenkes RI. Pedoman Pemenuhan Kecukupan Gizi Pekerja Selama Bekerja. jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Kerja Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2010.

Umiyarni PD, Ulfah N. Pengaruh konsumsi energi dan protein terhadap kelelahan pada pekerja wanita di industri bulu mata palsu PT Hyup Sung Purbalingga. InSeminar Nasional Kesehatan Purwokerto; 2012. p. 1–11.

Shearer J, Graham TE, Skinner TL. Nutra-ergonomics : influence of nutrition on physical employment standards and the health of workers 1. 2016;174(June):165–74.

Ismayenti L. Effect Of Heat Stress and Nutrition Status on Worker Fatigueat Traditional Music Gamelan Industry. InInternational Conference on Applied Science and Health surakarta: ICASH; 2017. p. 136–41.

Gibson RS. Principles of Nutrition. USA: Oxford University Press; 2005.

Tarwaka, Bakri S, Sudiajeng L. Ergonomi untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Produktivitas. surakarta: UNIBA Press; 2004.

Kemenkes RI. Panduan Akupresur Mandiri Bagi Pekerja di Tempat Kerja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2015.

Brown JE. Nutrution through the Life Cycle. Fluoride. 2011. 296-309 p.

Sediaoetama AD. Ilmu Gizi. 1st ed. Jakarta: Dian Rakyat; 2012.

Tasmi D, Dkk. hubungan Status Gizi dan Asupan Energi Dengan Kelelahan Kerja Oada Pekerja di PT. Perkebunan Nusantara 1 Pabrik Kelapa Sawit Pulau Tiga Tahun 2015. 2015;2015.

Langgar DP, Setyawati VA. Hubungan Asupan Gizi dan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan Perusahaan Tahu Baxo Bu Pudji di Ungaran Tahun 2014. Visikes UDINUS 2014;13(2):127–35.

A. J, Driskell, Wolinsky I. Nutritional Concerns in Reactin, Exercise, and Sport. New York: CRC Press; 2009.

Kam P, Power I. Principles of Physiology for the Anaesthetist. Second. New York: CRC Press; 2012.

Perwitasari D, Tualeka AR. Faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di RSUD DR . Mohamad Soewandhie Surabaya. The Journal of Occupational Safety, Health and Environtment 2014;1:15–23.

Schlenker ED, Roth SL. William’s Essentials of Nutrition and Diet Therapy. Tenth. Missouri: Elsevier Mosby; 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: