Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan

Enggar Kartika Dewi, Triska Susila Nindya

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v1i4.2017.361-368
Abstract views = 5766 times | downloads = 16258 times

Abstract


Background: Stunting is a cronic malnutrition that affects linear growth. The main cause of malnutrition is the adequacy of micronutrients in the process of linear growth. Micronutrients that relate to stunting are iron and zinc, because both of that micronutrient have necessary role in linear growth of toddlers age 6 -23 months.

Objectives: The purpose of this study was to analyze correlation between iron and zinc adequacy level with stunting incidence in toddlers age 6 -23 months.

Methods:  This study was an analytical study with cross sectional design. The sample size were 55 children spread over 25 Posyandu in Suci Village. The data collected using of food recall 3x24 hours, height measurement with microtoice for stunting status, and the questionnaire characteristics of children and mothers. The data were analyzed by using Fisher's Exact test.

Result: The results showed 14.5% of toddlers age 6 – 23 months were stunted. 33.3% of children were given inadequate iron intake and 35.7% of children were given inadequate zinc intake. The analysis test showed there was a significant correlation between levels of iron and zinc adequacy with the incidence of stunting with p=0.02 and p=0.018.

Conclusion: The proportion of stunting will increase if the toddler were given inadequate of iron and zinc. Education about the adequacy levels of iron and zinc for toddler age 6-23 months were adjusted to reduce and avoid stunting.


ABSTRAK

 

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi akibat kekurangan gizi jangka panjang yang berdampak pada pertumbuhan linier. Salah satu zat gizi mikro yang erat kaitannya dengan stunting adalah zat besi dan seng, sebab kedua zat mikro tersebut memiliki peran penting dalam pertumbuhan linier balita 6-23 bulan.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat asupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting pada balita 6-23 Bulan.

Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel terdiri dari 55 anak yang tersebar di 25 Posyandu di Desa Suci. Pengumpulan data menggunakan food recall 3x24 jam, pengukuran tinggi badan dengan mikrotoa untuk mengetahui status stunting, dan kuesioner karakteristik anak dan ibu. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 14,5% balita usia 6-23 bulan mengalami stunting, 33,3% anak memilliki tingkat kecukupan zat besi yang kurang dan 35,7% anak memiliki tingkat kecukupan seng yang kurang. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting dengan p=0,02 dan p=0,018.

Kesimpulan: Proporsi stunting akan meningkat jika tingkat kecukupan zat besi dan seng inadekuat. Sebaiknya dilakukan peningkatan edukasi tentang tingkat kecukupan zat besi dan seng untuk balita usia 6-23 bulan yang bertujuan untuk mengurangi dan mencegah stunting.


Keywords


stunting; iron; zinc; adequacy level; toddler

Full Text:

PDF

References


Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 3 (no. 1) Januari 2015. Available from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/2520/2029. Diakses pada 15 September 2017

Sudiman H. Stunting atau Pendek: Awal Perubahan Patologis atau Adaptasi Karena Perubahan Sosial Ekonomi yang Karena Perubahan Sosial Ekonomi yang Berkepanjangan?. Media Litbang Kesehatan Volume XVIII Nomor 1 Tahun 2008. Available from https://www.ijcmas.com/6-4-2017/Hari%20Mohan%20Meena,%20et%20al.pdf. Diakses pada 27 Juli 2017

Kusudaryati DPD. Kekurangan Asupan Besi dan Seng Sebagai Faktor Penyebab Stunting pada Anak. PROFESI Volume 10 / September 2013 – Februari 2014. Available from https://ejournal.stikespku.ac.id/index.php/mpp/article/view/66/57. Diakses pada 22 Agustus 2017

Kementrian Kesehatan RI. Infodatin: Situasi Balita Pendek. 2016. Available from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/situasi-balita-pendek-2016.pdf. Diakses pada 27 Juli 2017

Litbang. Riset Kesehatan Dasar Dalam Angka (RISKESDAS) 2013 Provinsi Jawa Timur. 2013. Available from http://terbitan.litbang.depkes.go.id/penerbitan/index.php/lpb/catalog/book/114. Diakses pada 10 Maret 2017

Damayanti RA, Muniroh L, Farapti. Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Riwayat Pemberian AS. Media Gizi Indonesia, Vol. 11, No. 1 Januari–Juni 2016: hlm. 61–69. Available from http://e-journal.unair.ac.id/index.php/MGI/article/view/4393. Diakses pada tanggal 22 Agustus 2017

Sumedi E dan Sandjaja. Asupan Zat Besi, Vitamin A Dan Zink Anak Indonesia Umur 6-23 Bulan. Penelitian Gizi dan Makanan, Desember 2015 Vol. 38 (2): 167-175. Available from http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/download/5546/4515. Diakses pada 14 September 2017

Petry N, Olofin I, Boy E, Angel MD, Rohner F. The Effect of Low Dose Iron and Zinc Intake on Child Micronutrient Status and Development during the First 1000 Days of Life: A Systematic and Meta-Analysis. Nutrients 2016, 8, 773. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5188428/pdf/nutrients-08-00773.pdf. Diakses pada 14 September 2017

Litbang. Riset Kesehatan Dasar Dalam Angka (RISKESDAS) 2013 Provinsi Jawa Timur. 2013. Available from http://terbitan.litbang.depkes.go.id/penerbitan/index.php/lpb/catalog/book/114. Diakses pada 10 Maret 2017

Dinas Kesehatan Kab. Gresik. Profil Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2013. 2013. Available from http://www.pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2013/3525_Jatim_Kab_Gresik_2013.pdf. Diakses pada tanggal 10 Maret 2017

http://www.fao.org/docrep/019/i3545e/i3545e.pdf

Akombi BJ, Agho KE, Hall JJ, Merom D, Burt TA. Stunting And Severe Stunting Among Children Under-5 Years In Nigeria: A Multilevel Analysis. BMC Pediatrics (2017) 17:15. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5237247/pdf/12887_2016_Article_770.pdf. Diakses pada 17 September 2017.

Oktarina Z dan Sudiarti T. Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24—59 Bulan) Di Sumatera. Jurnal Gizi dan Pangan, November 2013, 8(3): 175—180. Available from http://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/viewFile/7977/6259. Diakses pada 15 Agustus 2017

Rahayu A, Yulidasari F, Putri AO, Rahman F. Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10, No. 2, November 2015. Available from https://media.neliti.com/media/publications/144977-ID-riwayat-berat-badan-lahir-dengan-kejadia.pdf. Diakses pada 17 September 2017

Handani F, Siagian A, Aritonang EY, Mother’s Education as A Determinant of Stunting among Children of Age 24 to 59 Months in North Sumatera Province of Indonesia. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS) Volume 22, Issue 6, Ver. 9 (June. 2017) PP 58-64. Available from http://www.iosrjournals.org/iosr-jhss/papers/Vol.%2022%20Issue6/Version-9/I2206095864.pdf. Diakses pada 17 September 2017

Ni’mah K dan Nadhiroh SR. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia, Vol. 10, No. 1 Januari–Juni 2015: hlm. 13–19 Available http://e-journal.unair.ac.id/index.php/MGI/article/download/3117/2264. Diakses pada tanggal 22 Agustus 2017

Zhang J, Shi J, Himes JH, Du Y, Yang S, Shi S, Zhang J. Undernutrition status of children under 5 years in Chinese rural areas - data from the National Rural Children Growth Standard Survey. Asia Pasific J Clin Nutrition 2011; 20(4): 584-592. Available from http://apjcn.nhri.org.tw/server/APJCN/20/4/584.pdf. Diakses pada 15 Agustus 2017

Lyfia D, Deliana M, Hakimi NR, Lubis B. Growth velocity in elementary school children with iron deficiency anemia after iron therapy. Paediatr Indonesia. 2009;49(5):249−52. Available from file:///C:/Users/axioo/Downloads/578-1160-1-SM%20(1).pdf. Diakses pada 15 Agustus 2017

Soliman AT, Sanctis VD, Kalra S. Anemia and Growth. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism 18.Suppl 1 (2014): S1–S5. Available From https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4266864/. Diakses pada 15 Agustus 2017

King JC. Zinc : an essential but elusive nutrient. Am J Clin Nutr. 94 (suppl):679S-84S. 2011. Available from http://ajcn.nutrition.org/content/94/2/679S.full.pdf+html. Diakses pada 15 Agustus 2017

Backeljauw P. Insulin-like growth factor I deficiency. 2008. Available from http://hgfound.org/wp-content/uploads/2015/02/Insulin-Like-Growth-Factor-I-Deficiency.pdf. Diakses pada 16 Agustus 2017

Prendergast AJ, Humphrey JH. The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health 2014 VOL. 34 NO. 4. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4232245/pdf/pch-34-04-250.pdf. Diakses pada 16 Agustus 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: