Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi Siswi SMAN 3 Surabaya

Whenny Irdiana, Triska Susila Nindya

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v1i3.2017.227-235
Abstract views = 6811 times | downloads = 20204 times

Abstract


Background: Eating habit in adolescence will give an impact on health, especially nutritional problems in the next phase of life that is in adulthood and old age. Many teenagers are still skipping meals and eating imbalance foods.

Objectives: This study is aimed to determine the relationship between breakfast habit and nutrient intake with nutritional status of female students in SMAN 3 Surabaya.

Method: Research design used was cross sectional. Population of this research is all female students of class X and XI SMAN 3 Surabaya as many as 444 people. Eighty students was choosen using simple random sampling method. The data that had been collected included breakfast habits which gained by direct interview using questionnaire, nutrient intake that was obtained by 2x24 hours food recall method, and nutritional status was determined based on BMI for Age measurement.

Results: It is known that most of the respondents do not have daily breakfast habit and macronutrient intake on the average of respondent still not in accordance with the suggestion. In addition, there were respondents with overweight dan underweight, although most of them had normal nutritional status. Results of Spearman correlation test showed no significant relationship between breakfast habit and nutritional status (p=0.402), but female students who skipped breakfast tend to be overweight. The result of this research showed that no correlation between nutrient intake of energy (p=0.811), carbohydrates (p=0.696), protein (p=0.970) and fat (p=0.816) with nutritional status.

Conclusion: The unsignificant results between breakfast habit and macronutrient intake with nutritional status could be caused by several factors, such as the number of family members, income and health issue.


ABSTRAK

 

Latar Belakang: Kebiasaan makan pada masa remaja dapat berdampak pada kesehatan terutama masalah gizi pada fase kehidupan yang akan datang yaitu saat dewasa dan berusia lanjut. Banyak remaja masih melewatkan waktu makan dan mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan status gizi pada siswi SMAN 3 Surabaya.

Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas X dan XI SMAN 3 Surabaya yang berjumlah 444 orang. Sebanyak 80 siswi dipilih menjadi sampel dengan menggunakan Simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan sarapan dengan wawancara langsung menggunakan kuisioner, asupan zat gizi diperoleh dengan metode food recall 2x24 jam, dan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran IMT/U.

Hasil: berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar dari responden belum memiliki kebiasaan sarapan setiap hari dan asupan gizi makro pada responden rata-rata masih belum sesuai dengan anjuran. Selain itu, terdapat responden dengan gizi lebih dan gizi kurang meskipun sebagai besar dari mereka memiliki status gizi normal. Hasil dari uji korelasi Spearman, menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p=0,402), namun siswi yang tidak sarapan cenderung memiliki gizi lebih. Hasil pada penelitian ini juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi energi (p=0,811), karbohidrat (p=0,696), protein (p=0,970) dan lemak (p=0,816) dengan status gizi.

Kesimpulan: Tidak adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan status gizi dapat disebabkan oleh faktor lain seperti jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga dan penyakit.  


Keywords


breakfast habit; nutritional intake; and nutritional status

Full Text:

PDF

References


Adriani, M., Wirjatmadi, B., 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Haq, A.B., Murbawani, E., 2014. Status Gizi, Asupan Makan Remaja Akhir yang Berprofesi Sebagai Model. Journal of Nutrition College, Vol.3(4).

Adriani, M., Wirjatmadi, B., 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar, 2013. Laporan Na¬sional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Keseha¬tan Depkes RI, Jakarta.

[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar, 2013. Riset Kesehatan Dasar Dalam Angka 2013 Provinsi Jawa Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Keseha¬tan Depkes RI, Jawa Timur

Hardinsyah, Aries M., 2012. Jenis Pangan Sarapan dan Perannya dalam Asupan Gizi Harian Anak Usia 6-12 Tahun Di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, Vol.7(2): 89-96

Ethasari, Nuryanto, 2014. Hubungan Antara Kebiasaan Sarapan dengan Kesegaran Jasmani dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di SD Negeri Padangsari 02 Banyumanik. Journal of Nutrition College, Vol.3(3).

Arifin, Leo A., Prihanto Junaidi, 2015. Hubungan Sarapan Pagi dengan Konsentrasi Siswa di Sekolah. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Vol. 03(01): 203-207.

Zuhdy, Nabila, 2015. Hubungan Pola Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi pada Pelajar Putri SMA Kelas 1 di Denpasar Utara. Tesis. Universitas Udayana. Denpasar

Widianti, Nur, 2012. Hubungan Antara Body Image dan Perilaku Makan dengan Status Gizi RemajaPutri di SMA Theresiana Semarang. Artikel Penelitian Program StudiIlmuGizi FK. Universitas Diponegoro. Semarang

Rosyidah, Z., Andrias,D.R., 2015. Jumlah Uang Saku Dan Kebiasaan Melewatkan Sarapan Berhubungan dengan Status Gizi Lebih Anak Sekolah Dasar. Media Gizi Indonesia, Vol.10(1): 1–6.

[KEMENKES RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Kemenkes RI, Jakarta

Larega, Tanika Sonia, 2015. Pengaruh Sarapan Terhadap Tingkat Konsentrasi pada Remaja. Artikel Review J MAJORITY, Vol. 4(2).

Gibson, R.S., 2005. Principle of Nutritional Assesment Second Edition. New York: Oxford University Press.

Savitri, Wulan, 2015. Hubungan Body Image, Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Siswi SMAN 63 Jakarta Tahun 2015. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta

Niswah,I, Damanik,M.R dan Ekawidyani,K.R., 2014. Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, dan Kualitas Hidup Remaja SMP Bosowa Bina Insani Bogor .Jurnal Gizi dan Pangan, Vol.9(2): 97-102.

Simarmata, Rotua Y., 2014. HubunganKebiasaan Sarapan dengan Status Gizi dan Prestasi Siswa SMA N 1 Pangururan KabupatenSamosir. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Rinanti, OkkySetyaning, 2014. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Siswa-Siswi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. TugasAkhir. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Muchlisa, Citrakesumasari &Indriasari, 2013. Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi pada Remaja Putri di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2013. Jurnal online. Diakses di http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/5487pada 10 Juli 2017 pukul 08.11.

Pujiatun, Tri, 2014. Hubungan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Siswa Putri di SMA Muhammadiyah 6 Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Surakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: