Perbedaan Kecukupan Energi dan Status Gizi Siswa Membawa Bekal dan Tidak Membawa Bekal Ke Sekolah

Cindy Claudia Nurulita, Bambang Wirjatmadi

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v3i4.2019.305-309
Abstract views = 854 times | downloads = 1632 times

Abstract


Background: The school age is growth and development era towards adolescence, and if nutritional disorders occur during this period, it will have a major impact on the next life cycle. One of the direct causes the occurrence of nutritional problems is unbalanced meal intake. Since the intake of foods that contain nutrients balanced is essential for growth and development, especially in childhood. One of the messages of a balanced nutritional guidelines for elementary school children that is bringing meal.

Objectives: to study the difference of adequacy energy level and nutritional status of students who packed meal from home and not packed meal to school

Methods: this research was an observational analytical with case control design which was located in Pacarkeling 1 Elementary School Surabaya on March – April 2019. The sample was 34 students in grade 4 and 5, also to the number of each group of 17 students. Sampling method using simple random sampling. The research Variables are adequacy difference of energy, nutritional status, students who bring meal in school.  Data was analyzed by independent sample t-test. Data was collected through interview using food recall 2x24 hours, anthropometry data using weight and high measurement.

Results: This study showed that there was difference of adequacy energy (p=0.011) and nutritional status (p=0.014) of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school

Conclusions: There was a significance difference between energy needs level and nutritional status of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school


ABSTRAK 

Latar Belakang: Masa usia sekolah ialah masa tumbuh kembang anak menuju masa remaja sehingga rentan terkena gangguan gizi. Masa usia sekolah memiliki dampak yang cukup besar untuk masa kehidupan selanjutnya. Penyebab utama adanya gangguan gizi ialah konsumsi makanan yang tidak seimbang. Konsumsi makanan yang cukup mengandung zat gizi seimbang yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berdasarkan pedoman dari gizi seimbang untuk anak sekolah dasar yaitu membawa bekal makanan ke sekolah

Tujuan:  mempelajari perbedaan kecukupan energi dan status gizi antara siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal ke sekolah

Metode: Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan design case control yang berlokasi di SDN Pacar keling 1 Surabaya pada Maret-April 2019. Total sampel penelitian adalah sebanyak 34 sampel dengan jumlah setiap kelompok sebesar 17 sampel. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, Variabel penelitian ini yaitu kecukupan energi, siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal dan status gizi. Data dianalisis dengan uji independent T-test. pengukuran asupan makanan menggunakan metode wawancara menggunakan recall 2x24 jam dan instrument yang digunakan adalah meliputi timbangan berat badan digital, microtoise dan kuesioner

Hasil: terdapat perbedaan kecukupan energi (p= 0,014) dan status gizi (p= 0,011) siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal.

Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan energi, dan status gizi siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal. sebaiknya, anak sekolah terutama sekolah dasar memperhatikan pemilihan jenis makanan sesuai dengan kebutuhan zat gizi dalam sehari.

 


Keywords


energy adequacy, meal, nutritional status of children, school children

Full Text:

PDF

References


REFERENCE

Supariasa, I. D. N. Penilaian Status Gizi. (Buku Kedokteran EGC, 2002).

Salimar, Y.K, H., Y, W. & A, R. Perubahan pola konsumsi pangan keluarga pada sebelum dan sewaktu krisis ekonomi. Penelit. Gizi dan Makanan 23, 8–17 (2009).

Harper, J, B. & A, J. Pangan dan Gizi Pertanian. (UI Press, 2009).

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. (2013).

Maflahah. I. Analisis Status Gizi Balita di Kabupaten Sumenep Madura. J. Pamator 12, 1 (2018).

National Book Foundation. (2014).

Pahlevi, A. Determinan Status Gizi pada Siswa Sekolah Dasar. J. Kesehat. Masy. 2, 7 (2012).

Putra, E. . Gambaran Kebiasaan Jajan di Sekolah. (2009).

Moehji, S. Ilmu gizi pengetahuan dasar ilmu gizi. (Papas Sinar Matahari, 2002).

Sultana, S., Saleh, F. & Ali, L. Childhood Obesity in Primary School Children of Middle and Upper-Middle Income Group in the Capital City of Bangladesh. Food Nutr. Sci 6, 1185–1192 (2015).

Wilkinson, J. Comparison Of Packed School Lunches Of Boys and Girls In Primary Schools In East London. (2015).

WNPG. Ketahanan pangan dan Gizi di Era Otonomi aerah dan Globalisasi Jakarta. (LIPI, BAPENAS, 2014).

Patterson. Dietary energy density as a marker of dietary quality in Swedish children and adolescents : the European Youth Heart Study. Eur. J. Clin. Nutr. 5, 1–8 (2010).

Barasi, M. Nutrition at a Glance. (Blackwell Science Ltd, 2013).

Papendreou, D., Pavlos, M. & Israel, R. Investigation of Dietary Intake and Obesity Status in a Pediatric Population from Northem Greece. Nutr. Food Sci. 38, 526–533 (2010).

Astarianti R. Hubungan Tindakan Konsumsi Makanan Jajanan dan Kejadian Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Siswa Kelas IV dan V SD Negeri Pangkalan 3 Teluk Naga Tangerang. skripsi. (Universitas Indonusa Esa Unggul, 2011).

Afriana R. Hubungan Pola Konsumsi Makan Terhadap Status Gizi Anak Kelas 6 di SDN PB Kelapa Dua Tangerang Tahun Ajaran 2010-2011. skripsi. (Universitas Pembangunan Nasional, 2011).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: